SEARCH
Your address will show here +12 34 56 78

Selamat jalan, pemuda generasi pertama. Pemuda garis depan awal perjalanan kami. Kalian adalah sejarah.

Alhamdulillah. Tanggal 27 Juni 2020 Le Cendekia meluluskan 6 alumni pertamanya.

Le Cendekia yang awal dimulainya di dua gedung ruko berhadapan dalam kompleks perumahan di kabupaten Gowa ini dipercayakan oleh 5 pasang orang tua untuk anaknya belajar bersama.

Masih terekam baik perjalanan selama 3 tahun bersama pemuda-pemuda generasi awal ini. Dengan 5 siswa, ruang belajar tidak pernah sepi sebagaimana anda membayangkan sebuah sekolah dengan 5 siswa serta 5 guru dan seorang staf yang hadir sepanjang hari. Jumlah yang tidak seberapa ini mungkin yang membangun kelekatan dan mencipta keceriaan. Semua hadir, semua dianggap ada, semua menjadi diri sendiri. Mudah saja guru-guru merencanakan pembelajaran luar ruangan, atau makan-makan bersama setelah jam sekolah berakhir. Mudah saja bagi para siswa memahami sekolah mereka yang baru dirintis, mudah saja bagi mereka menikmati genangan air di depan ruko ketika musim penghujan di akhir tahun datang.

Masih teringat jelas bahagianya saat seorang teman akhirnya bergabung, menjadikan mereka akhirnya berjumlah enam orang. Lalu tahun berikutnya hadir adik kelas angkatan kedua. Sekolah semakin ramai, perasaan ingin segera pindah ke gedung baru berkecamuk setiap berkunjung ke lahan tempat gedung sekolah dibangun.

Setahun terakhir, enam generasi perdana akhirnya menikmati belajar penuh hari di asrama yang akhirnya bisa digunakan. Meski efektif hanya kurang lebih satu semester, semoga sekolah tetap menjadi rumah kedua bagi para alumni. Kami selalu menunggumu pulang, bercerita satu kisah tentang awal sekolah kita.

⁣⁣Alhamdulillah tunai sudah perjalanan selama 3 tahun siswa-siswa sulung kami di Le Cendekia Boarding School. 2017-2020 waktu yang sangat singkat dengan banyak nya ilmu serta keahlian yang mesti dipelajari.⁣⁣

Dari keenam siswa perintis ini sudah sangat mampu menguasai kemandirian dalam segala hal , jangankan urusan keahlian, petualangan dan main bola bahkan urusan masak pun mereka ahlinya ketika di dapur 🤩⁣⁣

Di Akhir sesi semua siswa diminta untuk menanam sendiri “pohon keberkahannya”, berharap kelak beberapa tahun mendatang mereka balik berkunjung ke asrama sudah dapat menikmati manisnya mangga, manggis, sawo, jambu dan nangka serta lezatnya sukun yang telah digoreng 🌴⁣

Alhamdulillah, tetaplah membumi sekalipun impian kalian setinggi langit. Barakallahu fiikum 🤲🏻

0