Adik siswa mengaku pembelajaran jarak jauh ini agak susah dipahami dan jika akan bertanya, kalimatnya susah terangkai. Walaupun susah dipahami, pembelajaran tetap seru karena kakak guru selalu memiliki cara yang menarik. “Kakak Guru sangat interaktif, memperhatikan kami saat belajar. Metode belajarnya juga seru” komentar Syauqi, kelas VII.
Teman Syauqi, Amal, katanya mewakili teman-temannya, senang jika pembelajaran daring dilakukan melalui video tatap muka secara langsung. “Kalau melalui WhatsApp Grup, waktu belajarnya tidak cukup. Saya harus bertanya ulang ke teman atau ke kakak guru dulu, jadi kadang terlambat mengumpulkan tugas.” Hal yang sama juga diakui Bintang (kelas IX). Ia berharap pelajaran Matematika lebih sering dilangsungkan melalui aplikasi Zoom Cloud Meeting. “Pelajarannya agak susah dipahami jika tidak langsung melihat guru menjelaskan.”
Sama seperti tenaga kesehatan yang berjuang merawat pasien terinfeksi Covid-19, adik-adik siswa juga tetap harus memperjuangkan hak pendidikannya dengan penuh semangat. Adik-adik siswa Le Cendekia tentu sangat berharap pandemi Covid-19 segera mereda sehingga dapat belajar langsung bersama teman-teman dan kakak guru di sekolah. Namun, bagaimanapun kondisi belajar, semoga kita semua tetap menjadi hamba yang selalu bersyukur.
0
