SEARCH
Your address will show here +12 34 56 78
Artikel, Event, Lates News
Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka hendaklah ia memuliakan tetangganya” (Muttafaq ‘alaih).

Yang tak pernah ketinggalan pada setiap bulan Ramadhan adalah berbagi hasil belajar kepada warga sekitar.  Dari tahun ke tahun, siswa siswi Le Cendekia belajar menyiapkan hampers sendiri. Kali ini mereka membuat sirop dari Bunga Telang dan kue kering untuk dibagikan.

Proses belajar yang dialami oleh peserta didik diharapkan bukan hanya didapatkan di dalam ruang kelas dari kurikulum terbatas. Kami berharap Le Cendekia menjadi tempat belajar dengan menjadikan sebuah proses, bagaimana pun bentuk serta dimanapun lokasinya siswa-siswi kami bisa belajar.

Pembuatan kue kering dan sirop sebagai isian bingkisan kepada warga setempat pun menjadi sebuah proses pembelajaran besar bagi generasi pemakmur bumi ini. Bukan sekadar belajar membuatnya, namun juga belajar bekerja sama menjalani peran masing-masing dalam mempersiapkan bahan dan peralatan yang dibutuhkan hingga mengantarkannya langsung kepada tetangga.

Adik-adik memaknai proses pembuatan kue kering mulai dari menakar bahan yang diperlukan, membuat adonan kue, membentuk dan menghias adonannya, kemudian ada juga yang mengambil peran menyiapkan oven dan bertugas dalam proses pemanggangannya. Setelah matang, kue ditata dalam toples lalu diberi label kemasan. Begitu pun dengan pembuatan sirop bunga telang, dari panen bunga hingga memasang label kemasan, kami harap siswa menyerap belajarnya.


Setelah siap, kegiatan mengantarkan langsung bingkisan keberkahan Ramadhan ini menjadi proses yang mengharukan. Ketika para pemuda-pemudi ini menyaksikan langsung senyum dan haru dari penerima bingkisan, semoga menghadirkan rasa indahnya berbagi hingga menjadikan kebiasaan baik bagi mereka dimasa depan untuk selalu ringan tangan berbagi kepada sekitar terlebih bagi yang membutuhkan. 

Aaamiiin. Semoga Allah berkahi aktivitas berbagi ini ya adik-adik.
0

Artikel, Event, Lates News
Berkemah identik dengan latihan fisik disertai cuaca panas yang menyebabkan kebutuhan cairan tubuh juga meningkat. Begitulah pengalaman minweb saat usia sekolah. Ternyata di Sekolah Alam Le Cendekia, paradigma ini perlahan digantikan dengan semangat mendulang pahala di bulan Ramadhan. Pahala kebaikan dilipatgandakan, termasuk pahala menuntut ilmu Insya Allah.


Pada tanggal 9 – 11 April 2023, berlokasi di kampus Sekolah Alam Le Cendekia, Macca Education (sebuah lembaga pendidikan Bahasa Inggris di Kota Makassar) mengadakan English Camp bagi siswa SMP/ SMA sederajat. Kegiatan kerja sama ini bertajuk Le Macca Youth Camp, yaitu kegiatan rekreasi di luar ruangan yang bertujuan untuk membiasakan penggunaan Bahasa Inggris di muka umum yang dikemas dalam bentuk staycation event.


Tenda-tenda dibangun di halaman sekolah untuk menciptakan suasana menyenangkan selama kegiatan. Konsepnya, para peserta beristirahat malam di kemah secara berkelompok dan mengikuti kegiatan di halaman maupun koridor sekolah sepanjang hari. Kegiatannya pun dikemas dengan menarik berupa permainan-permainan yang memantik peserta untuk bersemangat belajar berbahasa Inggris.

Le Macca Youth Camp ini diikuti bukan hanya oleh seluruh siswa Le Cendekia yang juga mengisi aktivitas Ramadhannya di asrama, namun ada juga peserta lain dari SMA Negeri 17 Makassar dan MTsN 1 Makassar. Hafidz, salah seorang peserta camp mengaku “I am tired but it is really fun. I like it.” Alhamdulillah, keseruan event ini mengalahkan kelelahannya.


NAGIH!

Sebagaian besar respon peserta ingin kegiatan seperti ini sering-sering diadakan. Akhirnya mereka mengakui bahwa belajar Bahasa Inggris mudah dan menyenangkan. Kegiatan apa sajakah yang membuat anak muda ini tidak bisa move on? Minweb jadi penasaran :”) Kita intip melalui foto yang bercerita di bawah, yuk.










Alhamdulillah. What a great weekend! Seru sekali ternyata belajar Bahasa Inggirs. Besok-besok, alumni English Camp melanjutkan ‘camp’ ini di asrama ya.
0

Artikel, Event, Lates News, Student Corner
Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ath Tabrani)

Generasi pemakmur bumi dari Sekolah Alam Le Cendekia Boarding School kembali hadir di tengah-tengah murid sekolah dasar untuk mencoba membagikan pengetahuan yang dimilikinya. Sekolah Dasar yang bersedia menerima program Le Menginspirasi pada momen berbagi di bulan Ramadhan kali ini adalah UPT SD Negeri Bontokamase, Kabupaten Gowa. 

Adik-adik siswa berbagi pengalaman sesuai dengan bidang peminatannya di kelas PKBM, yaitu Agroteknologi, Videografi – Fotografi, Crafting – Lettering, dan Menulis. Masya Allah, ternyata tidak perlu menunggu memiliki profesi tertentu untuk berbagi seperti kegiatan kerelawanan berbagi inspirasi. Siswa SMP dan SMA kami melakukannya. 

Siswa dari kelas Agroteknologi mengenalkan bunga rosella dan bunga telang kepada siswa SD Negeri Bontokamase. Mereka juga berbagi pengalaman bagaimana mereka mengolah bunga ini menjadi makanan ataupun minuman yang bukan hanya menarik, tapi juga sehat karena bersumber dari bahan alami. Wah, adik-adik SD yang belum tahu jenis bunga ini, bisa mencobanya juga di rumah.

Adik-adik SD juga diajarkan teknik-teknik pengambilan gambar menggunakan handphone oleh siswa-siswi pegiat kelas Fotografi dan Videografi. Setelah mengenalkan teknik pengambilan gambar, mereka juga berbagi tips dan trik dalam proses editing video. Masya Allah, semoga melahirkan kreator video yang profesional dari berbagai inspirasi ini deh.


Yang seru dari kelas Crafting adalah siswa SD diajak membuat aksesoris dari macrame. Dengan penuh ketelatenan, perwakilan kelas Crafting berbagi pengalaman cara membuat aksesoris macrame ini. Begitupun perwakilan kelas Lettering, mereka menyediakan alat bahan untuk menulis indah dan mengajak adik siswa SD untuk mencobanya. 

Dawi, siswa kelas VIII, salah seorang siswi yang sudah melahirkan karya berupa tulisannya dalam buku yang diterbitkan PKBM menulis juga berbagi pengalamannya dalam menulis. Ia bercerita pengalaman menulis dan kesenangannya dalam menulis. Alhamdulillah, salah satu gerakan menumbuhkan giat literasi ditunaikan oleh adik Dawi dan semoga bisa menginspirasi adik-adik SD yang turut menyimak. Aaamiiin.


Siswa menginspirasi siswa lainnya, menjadi ajang belajar kompleks bagi siswa-siswi kami. Dari kegiatan ini mereka bukan hanya belajar berbagai pengalaman, namun juga belajar mempersiapkan kegiatannya, belajar mempresentasikan pengalaman di depan orang banyak, serta belajar menjalin silaturrahim kepada masyarakat lebih luas. 


Terima kasih pihak UPT SD Negeri Bontokamase yang telah memberi peluang kepada adik-adik untuk berbagi pengalaman, semoga menjadi langkah silaturrahim yang tidak pernah putus yang diridhai oleh Allah. Aaamiin.
0

Artikel, Event, Lates News, Student Corner
Mengawali rangkaian cerita di asrama selama Ramadhan ini, minweb menginformasikan bahwa menu ifthar dan makan malam seluruh warga asrama berasal dari donatur yang baik hati menyediakan hidangan bagi pemuda pemudi yang berpuasa ini. Agar tidak kehilangan momentum masak-masak bersama yang rutin dilaksanakan di hari biasa saat mendapat piket memasak, maka satu hari ini diadakan lomba memasak sambil menunggu waktu berbuka puasa.

Pada perlombaan ini, siswa dibagi menjadi 4 kelompok. Mereka diberikan tantangan untuk memasak menu iftar dan lauk makan malam untuk disantap oleh 12 orang. Sungguh menantang ya, artinya makanan tidak boleh gagal karena jika gagal maka ada 12 orang yang tidak bisa berbuka puasa. 


Catatan penting dalam lomba memasak kali ini adalah peserta dibatasi menggunakan maksimal 2 produk olahan saja. Artinya, bahan memasak yang diperlukan diwajibkan lebih banyak berasal dari bahan alami.  Kebiasaan-kebiasaan memasak kreatif dengan bahan alami perlu terus digalakkan mengingat telah banyaknya produk olahan yang tersedia di pasaran membuat penggunaan bahan alami kurang dilirik lagi.

Panitia perlombaan telah menyediakan pasar mini berisi bahan makanan yang dapat dibeli oleh para peserta dengan budget maksimal pembelian Rp 200.000,-. Bahan makanan tambahan yang peserta perlukan boleh dipetik langsung dari kebun sekolah, Le Keboon. Dengan waktu terbatas, peserta menentukan akan memasak menu apa dan mencatat bahan-bahan yang diperlukan kemudian memilih kebutuhannya segera dalam durasi singkat.

Perlombaan ini mengajak siswa mengimplementasikan 7 pilar cendekia. Sebelum bekerja dalam kelompok, mereka memahami dirinya akan mengambil peran sebagai apa yang mampu bekerja sama dengan teman sekelompoknya. Peserta membutuhkan kemampuan berkomunikasi dan mengambil keputusan dengan tepat, serta mampu mengambil hikmah dari langkah-langkah yang dilakukan selama proses memasak bersama teman.

Setelah selesai, peserta pun wajib mempresentasikan hasil masakannya dengan menarik. Alhamdulillah, hasil memasak siswa-siswi Le Cendekia terbilang selalu sukses memanjakan lidah seluruh warga.

Readers mau dimasakkan apa nih sama warga Le Cendekia?
0

Artikel, Event, Lates News
Momentum Ramadan bersama keluarga selalu membawa jejak rindu ketika kita sudah memiliki kehidupan sendiri yang jauh dari rumah. Begitu pula yang dirasakan oleh beberapa siswa kami yang menjalani hari-hari berpuasanya bersama keluarga (teman-teman dan kakak guru) di asrama. Namun, hanya pemuda pemudi tangguh yang mampu melaluinya.

Program Ramadhan di Le Cendekia menyajikan kegiatan yang berbeda pada bulan Ramadhan tahun ini. Siswa-siswi dijadwalkan berada di asrama selama 3 pekan tanpa pulang diakhir pekan sebagaimana jadwal biasanya. Duh, rindu rumah banget nggak tuh?


Ternyata hanya bayangan minweb saja. Coba pandangi wajah-wajah sumringah dari foto-foto mereka dibalik kamera pada tulisan-tulisan minweb selama bulan Ramadhan, bahagia bukan?


Kerja keras kakak guru nih, menjadikan hari-hari di asrama lebih menyenangkan. Masya Allah. Aktivitas apa sajakah yang berhasil membakar semangat mereka? Minweb paparkan dalam beberapa tulisan setelah postingan ini ya.

Check it out...
0

Event, Lates News

Sekolah dan orang tua bermitra untuk menyediakan fasilitas pendidikan bagi anak. Pengasuhan bukan melulu urusan orang tua, juga bukan sepenuhnya diserahkan kepada sekolah ketika orang tua memutuskan untuk menyekolahkan anaknya di sebuah lembaga pendidikan tertentu. Pendidikan adalah tanggung jawab kita bersama.

Konsep berasrama selama 5 hari yang dilaksanakan di Sekolah Alam Le Cendekia dan selebihnya siswa pulang ke rumah, merupakan salah satu ikhtiar kerja sama dalam pengasuhan seorang anak. Orang tua diharapkan tetap mengambil perannya dalam membersamai tumbuh kembang ananda di usia remajanya.

Le Cendekia dan Rumah Sekolah Cendekia baru-baru ini melaksanakan training parenting yang mengajak orang tua kembali memaknai perannya sebagai orang tua yang membesarkan calon generasi pemakmur bumi. Seminar bertajuk “Orang tua shalih siap mengemban amanah sebagai khalifatullah fil ardh” mengundang Abah Ihsan, penulis 5 buku best seller bertema pengasuhan dan pendidikan anak, sebagai pemateri.

Training parenting as teacher ini dilaksanakan hari Ahad, 5 Maret 2023 di Baruga Anging Mamiri, Kantor Pemerintah Kota Makassar. Event ini berhasil membuka mata orang tua yang selalu haus belajar demi tanggung jawab di hadapanNya. Mewakili orang tua yang hadir, salah seorang peserta minta diberi kabar jika Le Cendekia mengadakan kegiatan serupa. Ada juga yang memberi saran agar rutin diadakan setiap tahun.

Yang tak pernah ketinggalan, siswa Le Cendekia khususnya siswa SMA turut melibatkan diri. Mereka berinisiatif menjadi pendamping pada kids corner. Masya Allah orang tua jadi tenang deh belajarnya.

Alhamdulillah, minweb turut bersyukur atas pelaksanaan acara yang  memuaskan.

Semoga kita semua tidak pernah  berhenti belajar.

0

Event, Lates News

Jadwal kegiatan selama pelaksanaan kelas percobaan ini diatur agar sama dengan jadwal keseharian siswa-siswi di asrama seperti makan malam di sore menjelang malam dilanjutkan bersih-bersih diri lalu bersiap kegiatan di Masjid yaitu sholat Magrib kemudian halaqoh mengaji lalu sholat Isya dilanjutkan kajian ayat dan ditutup dengan nonton film bareng. Tidak lupa, peserta mendapatkan waktu untuk menelpon orang tuanya memberi kabar baik atas keseruan yang dialami satu hari.

Setelah beristirahat, merasakan kenyamanan tidur di asrama, adik-adik memulai harinya dengan sholat Lail lalu menunggu sholat subuh dan dzikir pagi di masjid. Cerita kak Agus (kakak guru pendamping), ada salah seorang peserta yang begitu bersemangat ke Masjid untuk sholat Lail bahkan sebelum waktunya. Bahkan saat tiba waktu ke masjid, adik-adik begitu bersemangat.

Pagi harinya, adik-adik ikut mengurus kebun dan memberi makan hewan ternak. Perkara kegiatan beternak, saat ditanya kegiatan yang kurang menyenangkan, beberapa peserta putri mengaku tidak senang masuk ke kandang ayam. Bahkan mungkin menjadi pengalaman pertama mereka masuk ke kandang ayam. Berbeda dengan peserta putra yang begitu senang memberi makan ayam, terutama bayi-bayi ayam.

Akhir kata, Alhamdulillah pelaksanaan kelas uji coba untuk calon siswa telah terlaksana. Sampai bertemu di program seru lainnya.

0

Event, Lates News

Toppa adalah nama bukit yang menjadi tempat yang banyak dikunjungi oleh masyarakat untuk sekadar menguji nyali menaiki bukit, pun healing menikmati indahnya pemandangan Kabupaten Gowa dari atas bukit. Jalan menuju Bukit Toppa cukup dekat dari asrama.

Dihari kedua, aktivitas yang ditunggu-tunggu adalah rihlah ke Bukit Toppa, bukit terdekat dari asrama Le Cendekia yang jika berhasil didaki, maka pemandangan sekitar tersajikan dengan sangat indah. Perjalanan ke Bukit Toppa membutuhkan keberanian menghadapi tantangan jalan yang mendaki serta kaki yang cukup kuat untuk menaiki anak tangga yang jumlahnya tidak sedikit.

Tidak sedikit peserta mengeluhkan medan yang tidak mudah namun mereka juga mensyukuri nikmat yang tersajikan saat berada di atas. “Pergi ke bukit Toppa melelahkan, tapi menyenangkan”, ungkap Aulya, salah seorang peserta.

Dzizi peserta calon siswa SMP juga mengungkapkan bahwa perjalanan ke Bukit Toppa membuatnya lelah dan merasa sesak namun “Pemandangan di atas bukit keren-keren”, katanya.

Semoga menjadi pengalaman berkesan sekaligus liburan yang menyenangkan, ya adik-adik.

Nah, pulang dari Bukit Toppa, ada agenda permainan seru yang berhadiah yang juga dirangkaikan denganpengenalan kelas-kelas dan aktivitas khas Le Cendekia yaitu Kelas Fotografi/Vidiografi, Memasak, Crafting, Agroteknologi, Menulis, dan lainnya.

Sekali lagi, ini ikhtiar kami untuk memperkenalkan kehidupan berasrama sebelum benar-benar hidup sebagai warga asrama nantinya Insya Allah. Semoga Allah ridhoi dan berkahi, Aaamiin.

0

Event, Lates News

Siang hari setelah sholat dan makan siang, peserta diperkenalkan dengan lingkungan sekitar sekolah termasuk asrama dan bagian-bagiannya, area kebun, area kelas, serta area peternakan dan komposter. Selanjutnya peserta mengikuti rangkaian jelajah Oshibana.

Oshibana merupakan seni merangkai bunga dari Jepang. Dalam jelajah Oshibana ini, peserta  mengumpulkan bagian-bagian tanaman yang menarik untuk dikeringkan lalu dirangkai menjadi hiasan yang indah. Pada kesempatan ini, mereka merangkai daun dan bunga yang telah dipersiapkan oleh tim.

Bagi beberapa peserta, kegiatan membuat Oshibana menjadi kegiatan yang disukai. “Bunganya bagus, saya senang memetik bunga”, cerita Asha. Adik-adik menjelajah sekitar asrama untuk mencari bahan yang dibutuhkan sekaligus mempelajari berbagai jenis tanaman.

Alhamdulillah, membuat hiasan menarik yang bisa dibawa pulang sebagai oleh-oleh.

0

Artikel, Event

Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru Sekolah Alam Le Cendekia mengadakan Trial Class untuk mengenalkan sebagian besar aktivitas di asrama kepada calon peserta didiknya. Kelas Percobaan tahap pertama untuk tahun ajaran 2023/2034 ini terlaksana pada tanggal 24-25 Februari 2023 kemarin. Peserta kelas terdiri dari 11 calon siswa termasuk calon siswa SMP dan SMA baik yang telah mendaftar sebagai calon siswa maupun yang masih ingin memantapkan hatinya.

Trial Class  ini diadakan untuk memperkenalkan para calon peserta didik bagaimana keseharian di asrama mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali. Karena sudah merasakan keseruan di asrama, mereka diharapkan telah bisa membayangkan kehidupan barunya sebagai siswa Le Cendekia. Bakal siswa nantinya tidak serba kaget saat menjalani hari-harinya sebagai warga asrama.

Persiapan trial class dilakukan sungguh-sungguh sebagai ikhtiar untuk menarik hati calon peserta didik maupun orang tuanya. Peserta disambut dengan hangat oleh kakak guru yang bertugas, wakil siswa, serta mahasiswa peserta magang dari Universitas Negeri Makassar. Sebelum penyambutan secara resmi, peserta mengikuti kegiatan sesuai jadwal siswa dihari Jumat yaitu Sholat Jumat berjamaah di Masjid Le Zahara, makan siang, dan Ladies Talk bagi siswa perempuan.

Minweb akan menjabarkan keseruan Trial Class ini dalam beberapa kiriman.
Silakan dibaca pada artikel selanjutnya ya.

0