SEARCH
Your address will show here +12 34 56 78
Artikel, Event, Lates News

Pagi hari di stasiun, waktunya melanjutkan perjalanan ke tujuan selanjutnya. Rombongan SA Le Cendekia siap menjelajahi kota Malang! Tiga jam naik kereta bukan waktu yang singkat, “pemulang” (pemuda petualang) wajib menikmatinya karena ada banyak tujuan menarik siap untuk dijelajahi disana.


San Tera de Laponte menjadi tujuan utama setibanya rombongan di Malang. Tempat wisata apakah ini? Mengapa namanya semacam berada di Eropa sana?


Ternyata, benar! Disana banyak replika bangunan ala eropa, dibuat sebagai spot foto agar pengunjung seperti terlihat berada di Eropa sana. Menikmati pemandangan indahnya bunga berwarna-warni pada lokasi yang cukup luas menjadi tujuan utama ke flora wisata ini. Adik-adik ‘peluang’ jadi banyak mengenal jenis bunga ciptaan Allah. 


Dengan waktu yang terbatas, adik-adik dan kakak guru memanfaatkannya dengan mengambil gambar pada banyak titik yang pas. Peserta dengan cadangan energi cukup banyak sih, tetap kuat mencoba wahana yang ada. Mengingat perjalanan dari Surabaya tadi cukup melelahkan.


Wah, tidak perlu jauh-jauh ke benua nun jauh disana lagi nih kalau cuma buat foto-foto.

0

Artikel, Event, Lates News

Rombongan tiba di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya lebih cepat dari perkiraan membuat rencana perjalanan menjadi tidak sesuai. Bagaimana tidak, kapal diperkirakan tiba keesokan harinya (perkiraan 32-36 jam menjadi hanya 25 jam). Kakak guru penanggung jawab harus melakukan gerak cepat mencari penginapan agar pemuda-pemudi petualang bisa mendapat tempat nyaman beristirahat setelah perjalanan panjangnya membelah lautan.


Perjalanan laut memang agak tricky ya, belum lagi jadwal pemberangkatan kapal yang sedianya tanggal 24 Juni, dimajukan sehari ke 23 Juni dengan pemberitahuan pada 3 hari sebelum berangkat. Minweb yakin, kakak guru penanggung jawab mesti pening kepalanya mengatur perjalanan ini. Belum lagi, tidak sempat melakukan cek lokasi sebelum membawa rombongan segini banyak. Meski kepala pening, tentu saja menantang. They made it. Salut!

Well, jadilah hari pertama menjadi pengalaman tak terencana. Rombongan mengunjungi Monumen Kapal Selam, sebuah museum dari kapal selam sungguhan yang berlokasi di pusat Kota Surabaya. Wisata pendidikan ini menjadi seru, adik-adik bisa menyaksikan interior kapal selam, mencoba berbagai fasilitas di dalamnya, juga mendapat pengetahuan tentang sejarah peperangan di Laut Aru, dimana kapal selam ini turut serta dalam proses pertempuran membebaskan Irian Barat dari kekuasaan Belanda.


Uniknya, dari museum ini terdapat akses menuju Tunjungan Plaza Surabaya. Para petualang pun melanjutkan petualangannya ke dalam pusat perbelanjaan besar ini. Baru hari pertama sudah belanja apa saja nih adik-adik? Hihi. Ada yang berburu buku, pakaian, bahkan menambah koleksi hotwheels-nya di TP ini. Dawi,peserta Field Trip kelas VIII, menyayangkan kunjungan ke TP ini diawal field trip karena tidak bisa bebas berbelanja. Karena mesti berhemat, masih akan banyak cobaan jajan pada destinasi selanjutnya. Hihi.


Hari yang cukup melelahkan tentunya menaklukkan Tunjungan Plaza yang sangat luas, mengingat waktu istirahat yang terbatas malam tadi. Setelah puas berjalan-jalan, waktunya merebahkan badan untuk mempersiapkan tubuh menuju ke Kota Malang esok hari.

0