SEARCH
Your address will show here +12 34 56 78
Artikel, Event, Lates News

Penyampaian report belajar siswa bukan menjadi satu-satunya laporan ‘hasil belajar’ yang dipertanggungjawabkan oleh peserta didik dan kakak guru di Le Cendekia dihadapan orang tua juga masyarakat. Sebuah pameran karya, menampilkan hasil kerja tangan dan ide brilliant dari mereka di kelas-kelas pengembangan diri menjadi pusat pelaksanaan event besar di penghujung semester kali ini. 


Pagi-pagi, diawali dengan sebuah pertunjukan cara membuat Eco Enzyme oleh calon alumni. Eco Enzyme ini merupakan salah satu produk unggulan dari proyek mengumpulkan sampah kulit buah menjadi cairan pembersih rumah tangga. Pengunjung yang menyaksikan bisa mempraktekkannya untuk dibuat juga di rumah masing-masing. Ada juga hasil panen yang dibuat 4 bulan lalu bisa pengunjung dapatkan pada pameran ini. 


Pada tenda-tenda yang meramaikan acara juga diisi pameran hasil karya buatan siswa. Kelas crafting seperti biasa menjajakan hasil tangan yang unik dan bermanfaat untuk digunakan maupun menjadi dikoleksi bagi penggemarnya. Kelas agrotek tidak lupa menjajakan hasil praktik baiknya berupa jajanan pelepas lapar dan dahaga. Serta ada foto-foto hasil belajar memotret dari kelas fotografi yang bisa dinikmati visualnya.


Panitia juga mengajak pengusaha lokal untuk meramaikan kegiatan ini. Tujuannya, tidak lain tidak bukan untuk mengenalkan produk-produknya kepada masyarakat luas serta menjalin silaturrahim yang baik.

0

Artikel, Event, Lates News

Perhelatan akhir tahun ajaran bertajuk ‘Cendekiawan Nusantata’ ini merupakan rangkaian dari pelaksanaan Pameran Karya Akhir Tahun sebagai hasil belajar para pemakmur bumi di Sekolah Alam Le Cendekia ditemani oleh kakak guru yang selalu setia menemani.


Perhelatan paling akbar satu kali satu tahun ajaran, Mahakarya Cendekia telah terlaksana dari pagi hingga sore hari Sabtu, 25 Juni 2023 yang lalu. Melalui persiapan yang tidak sedikit, pelaksanaan acara walau tidak selalu sempurna tetap saja menyimpan ribuan kenangan, terkhusus bagi ‘cendekiawan’ muda yang menamatkan jenjang sekolah menengah tingkat pertamanya.


Semua sibuk, semua terlibat. Kakak guru mendampingi adik-adik menyiapkan acara, juga orang tua siswa yang mengajak keluarga untuk melihat-lihat pameran sekaligus mengintip keberadaan sekolah. Sebuah open house dan penerimaan report belajar yang dikemas ciamik. 


Diawali dengan pertunjukan cara pembuatan Eco Enzyme dan sosialisasi Mammiri Go Green (sebuah terobosan pengurangan limbah plastik rumah tangga), peluncuran buku yang ditulis oleh salah seorang siswa, proses penamatan kelas IX, serta pelepasan mahasiswa magang. Sebuah rangkaian acara, pilihan tepat diakhir pekan. 


Tak lupa, ada jejeran tenant dari para pengusaha lokal yang siap memenuhi kantong belanjaan pengunjung. 


Check It Out!

0

Event, Lates News, Student Corner

Tidak sah rasanya ke Malang tanpa mengunjungi tempat-tempat wisata ‘wajib’nya.
Kemanakah rombongan Field Trip menjelajah pada hari ke-6 dan ke-7? 


Kemana lagi selain ke Jatim Park I, Jatim Park II, Jatim Park III dan Museum Angkut. Bukan, bukan sehari langsung ke 3 lokasi ini.Hari ke-6 adalah hari bebas, jadi ada sebagian kelompok yang memilih lokasi lain dan ada juga sekelompok yang begitu bahagia menghabiskan waktu seharian di Jatim Park II.


Lanjut…

Nah, kabarnya sekelompok generasi pemakmur bumi puas sekali menjelajahi lokasi seluas 14 hektar di Jatim Park 2 atau yang juga dikenal Batu Secret Zoo ini. Sesuai namanya, disini pengunjung bisa melihat berbagai satwa dari berbagai habitat. Masya Allah, Allah menunjukkan kekuasaan-Nya mengizinkan para satwa ini bisa tetap hidup diluar habitat aslinya. Tidak lupa, ada sejumlah wahana yang seru untuk dijelajahi bersama teman disini.


Keesokan harinya menjelajah ke Jatim Park I tak kalah seru karena sudah full team. Disana, adik-adik belajar tentang suku dan kebudayaan Indonesia, sejarah, dan menikmati wahana permainan yang cukup menantang. Permainan seru usia remaja adalah permainan yang berhasil mengocok perut 🥴 Mamak-mamak macam minweb silakan melipir istirahat.


Puas di Jatim Park, lanjut ke Museum Angkut. Rayhan (kelas IX) cukup menikmati kunjungan ke museum ini. “Saya suka mobil-mobilnya“.


Museum Angkut ini memamerkan beraneka ragam alat transportasi kuno dan modern, bukan hanya mobil. Ada juga kendaraan lainnya. Allah berikan kemampuan berupa ilmu kepada manusia untuk merakit ratusan kendaraan yang ada disini, sebagai tanda kebesaran-Nya untuk kita bersyukur dan terus menempa diri agar juga bisa menghasilkan karya yang bermanfaat. Insyaa Allah.
0

Artikel, Event, Lates News

Penginapan pertama yang terpilih pada perjalanan menjelajah Malang ini bukan sekadar penginapan biasa. Kalau tidak biasa, berarti istimewa dong?


Penginapan bukan sekadar tempat menumpang istirahat, Petungsewu Wildlife Education Center  (P-WEC, dibaca ‘piwek’) ini merupakan lembaga training centre pendidikan tentang konservasi alam dan outbound. Jadi sekalian numpang istirahat, rombongan field trip juga berkesempatan mengikuti pelatihan singkat lebih dekat dengan alam.


Pada hari ke-5 Field Trip, berlokasi di P-WEC ini, adik-adik mengikuti sejumlah permainan outbound yang seru.  ‘Peluang’ (pemuda petualang) belajar mengenal pohon, bentuk daun, dan menghitung tinggi pohon. Secara berkelompok mereka menggambar manfaat sungai, secara tidak langsung diajak mensyukuri nikmat Allah berupa sungai agar terus dijaga. 


Salah satu permainannya adalah adik-adik diberikan daun untuk dicari pohonnya. Setelah pohonnya ketemu, masing-masing kelompok diminta menghitung tinggi pohon dengan melangkah 11 kali ditambah 1, lali berbaring di atas tanah untuk memperkirakan tinggi pohon dengan bambu.


 Belajar di alam selalu menyenangkan bagi anak sekolah alam, bukan?

0

Artikel, Event, Lates News

Pagi hari di stasiun, waktunya melanjutkan perjalanan ke tujuan selanjutnya. Rombongan SA Le Cendekia siap menjelajahi kota Malang! Tiga jam naik kereta bukan waktu yang singkat, “pemulang” (pemuda petualang) wajib menikmatinya karena ada banyak tujuan menarik siap untuk dijelajahi disana.


San Tera de Laponte menjadi tujuan utama setibanya rombongan di Malang. Tempat wisata apakah ini? Mengapa namanya semacam berada di Eropa sana?


Ternyata, benar! Disana banyak replika bangunan ala eropa, dibuat sebagai spot foto agar pengunjung seperti terlihat berada di Eropa sana. Menikmati pemandangan indahnya bunga berwarna-warni pada lokasi yang cukup luas menjadi tujuan utama ke flora wisata ini. Adik-adik ‘peluang’ jadi banyak mengenal jenis bunga ciptaan Allah. 


Dengan waktu yang terbatas, adik-adik dan kakak guru memanfaatkannya dengan mengambil gambar pada banyak titik yang pas. Peserta dengan cadangan energi cukup banyak sih, tetap kuat mencoba wahana yang ada. Mengingat perjalanan dari Surabaya tadi cukup melelahkan.


Wah, tidak perlu jauh-jauh ke benua nun jauh disana lagi nih kalau cuma buat foto-foto.

0

Artikel, Event, Lates News

Rombongan tiba di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya lebih cepat dari perkiraan membuat rencana perjalanan menjadi tidak sesuai. Bagaimana tidak, kapal diperkirakan tiba keesokan harinya (perkiraan 32-36 jam menjadi hanya 25 jam). Kakak guru penanggung jawab harus melakukan gerak cepat mencari penginapan agar pemuda-pemudi petualang bisa mendapat tempat nyaman beristirahat setelah perjalanan panjangnya membelah lautan.


Perjalanan laut memang agak tricky ya, belum lagi jadwal pemberangkatan kapal yang sedianya tanggal 24 Juni, dimajukan sehari ke 23 Juni dengan pemberitahuan pada 3 hari sebelum berangkat. Minweb yakin, kakak guru penanggung jawab mesti pening kepalanya mengatur perjalanan ini. Belum lagi, tidak sempat melakukan cek lokasi sebelum membawa rombongan segini banyak. Meski kepala pening, tentu saja menantang. They made it. Salut!

Well, jadilah hari pertama menjadi pengalaman tak terencana. Rombongan mengunjungi Monumen Kapal Selam, sebuah museum dari kapal selam sungguhan yang berlokasi di pusat Kota Surabaya. Wisata pendidikan ini menjadi seru, adik-adik bisa menyaksikan interior kapal selam, mencoba berbagai fasilitas di dalamnya, juga mendapat pengetahuan tentang sejarah peperangan di Laut Aru, dimana kapal selam ini turut serta dalam proses pertempuran membebaskan Irian Barat dari kekuasaan Belanda.


Uniknya, dari museum ini terdapat akses menuju Tunjungan Plaza Surabaya. Para petualang pun melanjutkan petualangannya ke dalam pusat perbelanjaan besar ini. Baru hari pertama sudah belanja apa saja nih adik-adik? Hihi. Ada yang berburu buku, pakaian, bahkan menambah koleksi hotwheels-nya di TP ini. Dawi,peserta Field Trip kelas VIII, menyayangkan kunjungan ke TP ini diawal field trip karena tidak bisa bebas berbelanja. Karena mesti berhemat, masih akan banyak cobaan jajan pada destinasi selanjutnya. Hihi.


Hari yang cukup melelahkan tentunya menaklukkan Tunjungan Plaza yang sangat luas, mengingat waktu istirahat yang terbatas malam tadi. Setelah puas berjalan-jalan, waktunya merebahkan badan untuk mempersiapkan tubuh menuju ke Kota Malang esok hari.

0

Artikel, Event, Lates News

Pertanyaan pertama yang mungkin akan muncul, mengapa memilih klenteng untuk dikunjungi oleh peserta #eduwisatagowamakassar2023 kali ini?

Datangnya kelompok etnis Tionghoa ke Makassar (dulu Ujung Pandang) tentu mengambil peran yang cukup erat dalam pembangunan Makassar sebagai kota terbesar di kawasan Indonesia Timur saat ini. Kawasan Pecinan menjadi pusat perniagaan yang menjadi cikal bakal Makassar menjadi sebuah kota. Mengunjungi Klenteng sebagai tempat peribadatan kelompok etnis ini diharapkan mampu membuka wawasan adik-adik mengenai sejarah Makassar, terkhusus Klenteng Xian Ma..

Mengunjungi Klenteng ini benar membuka mata peserta kunjungan mengenai tempat peribadatan yang terdiri 5 lantai ini. Adik-adik diperbolehkan masuk, bisa melihat-lihat area dalam klenteng dan mengambil gambar. Namun tidak mendapat kesempatan untuk menggali informasi dari siapapun di sana. Meski tidak bisa mendapat narasumber atas pertanyaan-pertanyaan mereka, adik-adik tetap bersemangat mengamati gedung.


Jadilah sekelompok gadis-gadis yang didampingi oleh kakak guru mengeskplor bangunan megah dengan warna merah khas ini tanpa pemandu dan membawa pulang pertanyaan yang tak terjawab. Syukurnya, mereka bisa mendapat informasi dari petunjuk berupa tulisan pada bagian-bagian tertentu termasuk nama-nama dewa dan nama ruangan-ruangannya.  


Sebagai gambaran, gedung peribadatan ini terdiri dari 5 lantai. Lantai 1 sampai lantai 3 terdapat tempat sembahyang, lantai 4 terdiri dari ruang perpustakaan, ruang pertemuan, dan dapur kecil. Di lantai 5, patung-patung yang ada berukuran lebih besar. Dari sini, adik-adik mendapat kesempatan melihat Makassar dari ketinggian. Karena lokasinya dekat dengan pelabuhan, maka pemandangan dari atas adalah kapal-kapal dan hamparan laut luas. Masya Allah, ini sepertinya bonus tak terduga.


Seperti yang minweb sampaikan diawal cerita perjalanan eduwisata ini, tentu akan banyak pengalaman yang menjadi pelajaran bagi seluruh peserta. Alhamdulillah..

0

Artikel, Lates News, Student Corner

Sahabat Le Cendekia yang kalau ke Benteng Rotterdam hanya berkeliling di halamannya, ayo ngacung… Hehe. 


Dear readers, dengan mempelajari sejarah pemahaman kita tentang sebuah tempat menjadi lebih dekat. Kita jadi bisa menemukan kisah yang sudah terjadi ribuan tahun lamanya, belajar akan perjuangan hidup masa lampau, dan mensyukuri nikmat yang kita jalani hari ini. Di dalam Al-Quran pun banyak diceritakan sejarah-sejarah perjuangan Islam. 

Hari terakhir kegiatan #eduwisatagowamakassar2023 Senin, 29 Mei 2023 diikuti oleh seluruh peserta eduwisata (tidak lagi dibagi per-kelompok) karena Benteng Rotterdam adalah tujuan kunjungan terakhir. Mereka berkumpul di Benteng Rotterdam yang beralamat di jalan Ujung Pandang, Bulo Gading, Kec. Ujung Pandang, Kota Makassar. Untuk mencapai lokasi ini, anak-anak petualang ada yang menggunakan moda transportasi #temanbus Transmamminasata dari halte Mal Panakukang menuju Halte Karebosi kemudian melanjutkan perjalanan dengan bus dan turun di Halte Toko Oleh-Oleh. Dengan berjalan kaki sebentar, tiba deh di lokasi.


FYI, tiket masuk ke benteng pertahanan pada masa penjajahan Belanda ini dibanderol dengan harga Rp 5000,- untuk orang dewasa dan Rp 3000,- untuk anak-anak (termasuk pelajar), jika ingin sepaket dengan pemandu wisatanya maka perlu merogoh kantong lebih dalam sebesar Rp 200.000,-. Kalau mau benar-benar mendapatkan informasi lebih dalam direkomendasikan untuk bersama pemandu. Sekian informasinya, yuk lanjut…


Well, sebelum masuk, ada briefing yang dikawal oleh Ustadz Fauzan (penanggung jawab eduwisata Gowa-Makassar) dan ada pengarahan juga dari pemandu dari pengelola museum. Yes! Di dalam benteng ini merupakan museum yaitu Museum La Galigo yang di dalamnya pengunjung bisa mengulik sejarah Gowa dan Makassar lebih dalam. 


Bangga sekali melihat anak muda yang bersemangat belajar sejarah, Masya Allah… Lebih bangga lagi karena mereka bahkan bisa menjawab beberapa pertanyaan pemandu tentang sejarah sebelum masuk museum🤩 Sekolah dimana dek? Di Le Cendekia dong yaa. Alhamdulillah…


Berkeliling museum mungkin bukan hal baru bagi adik-adik ini, kehadiran pemandu sangat membantu mereka melengkapi pengetahuannya tentang Gowa dan Makassar. Berkunjung ke Museum La Galigo semacam merangkum kunjungan ke tempat sejarah lainnya di hari sebelumnya. Sejarah Masjid Katangka sebagai masjid pertama, diceritakan disini. Juga Balla Lompoa sebagai peninggalan kerajaan Gowa Tallo,  disampaikan disini. 


Yang tidak terpikirkan, adik-adik mengenakan seragam rompi biru disangka mahasiswa oleh pengunjung lainnya.


 Apakah mereka terlihat sudah cukup dewasa dalam bersikap sebagai pengunjung museum? 🤭

0

Artikel, Lates News
Agenda tahunan menjelang akhir tahun ajaran, waktunya LIBURAN!!!
Liburan tak sekadar liburan, perjalanan bersama teman seperjuangan akan menjadi kenang tak terlupa.
Perjalanan mana yang tak sarat akan pelajaran?

Mari ikuti perjalanan panjang pemuda-pemudi Le Cendekia dalam menaklukkan wilayah timur Pulau Jawa. Bukan, bukan. Ini bukan sekadar liburan, atau jalan-jalan ya. Sesuai namanya, Field Trip, yaitu pembelajaran luar kelas berkedok kunjungan wisata dimana para pesertanya diharapkan mampu memetik makna perjalanan mereka baik yang disampaikan oleh pemberi materi dalam rangkaian perjalanan, maupun makna perjalanan yang mereka jalani dan alami secara langsung.



Tujuan lokasi Field Trip kali ini adalah Kota Surabaya dan Kota Malang, telah diketahui bahwa kota-kota tersebut memiliki banyak tempat-tempat yang tepat menjadi tujuan eduwisata. Perjalanan diawali dengan menyeberang lautan dengan mengendarai KM Dharma Ferry V pada tanggal 23 Mei 2023 dan berlabuh di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Kabarnya, adik-adik menikmati perjalanannya di atas kapal dengan riang membuat vlog dan melakukan wawancara dengan penumpang beserta awak kapal. 



Selama kurang lebih satu pekan, 24 adik siswa dan 9 kakak guru akan berpetualang menemukan pengalaman barunya. Dalam perjalanan ini, adik-adik penjelajah bumi-Nya ini menuliskan jurnal perjalanan mereka untuk dikumpulkan nantinya menjadi sebuah buku perjalanan. Can’t wait!

Kita tunggu yuk cerita pengalaman serunya pada rangkaian #fieltripsurabayamalang2023 
Stay tune!
0

Artikel, Event, Lates News
Bagaimanakah cara terbaik mengenal seseorang?
Tentu dengan berkenalan, bertukar cerita, serta pengalaman bersamanya. 

Bagaimanakah cara terbaik mengenal suatu tempat?
Tentu dengan berkunjung langsung ke tempat tersebut, menggali informasi dari yang benar-benar mengenalnya.

Ayo warga Gowa dan Makassar, sudahkah berkunjung ke tempat-tempat sarat akan sejarah dan mengenalnya lebih dekat?

Pengembara muda siap menginjakkan kaki di beberapa tempat sekitar Gowa dan Makassar. Mereka adalah 22 siswa-siswi Le Cendekia yang memilih melakukan pengembaraannya mengenal sejarah perjalanan bangsa sebagai ikhtiar mentadabburi kebesaran Sang Maha Kuasa. Dalam Eduwisata Gowa Makassar ini muda-mudi SALC mendapatkan pengalaman dan pemahaman baru yang dekat dengan kehidupan mereka sendiri.

Bisa jadi, tempat yang mereka kunjungi adalah tempat yang sering dilewati tapi tidak disinggahi. Atau bisa jadi merupakan tempat yang tidak ada dalam daftar tempat yang perlu mereka kunjungi selama hidup. Namun bukankah semua tempat adalah sekolah?

Tujuan terpilih dalam trip kali ini adalah tempat bersejarah di sekitaran Kota Sungguminasa dan Makassar, yaitu Fort Rotterdam, Museum Kota Makassar, Masjid Katangka Gowa, Balla Lompoa, dan Klenteng Xian Ma. Bagaimanakah perjalanan seru adik-adik petualang ini berlangsung? Nantikan keseruan mereka dalam #ceritafieldtripgowamakassar ya.

See yaa
0