SEARCH
Your address will show here +12 34 56 78
informasi
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Seminar PARENTING AS TEACHER (PAT) Bersama ABAH IHSAN -CENDEKIA FAMILIES- LE CENDEKIA (LC) x RUMAH SEKOLAH CENDEKIA (RSC)
📆 Ahad, 05 Maret 2023
🕰️ Jam 08.30 – 12.00 WITA
📍 Baruga Anging Mamiri, Kantor Pemerintah Kota Makassar.
Jl. H.I.A Shaleh Dg Tompo No.33 Makassar

*Tiket _Early Bird_ masih berlaku hingga 15 Feb 2023 🤗
*Terbatas untuk orang tua siswa LC & RSC
Link Pendaftaran Peserta:
Contact Person: LC : Kak Ria (0852-9986-8341) RSC : Bu Yani (0813-4271-3508)

0

informasi
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Sekolah Alam Le Cendekia Boarding School membuka kesempatan untuk mengikuti Trial Class. Hal ini dilakukan untuk mengenalkan program, visi misi, dan konsep pembelajaran. Ayah Bunda tentu ingin menyaksikan tumbuh kembang ananda dengan penuh kebanggaan.

Mengenalkan kepada ananda tentang Akhlak, Logika, Leadership, dan Entrepreneur. Sehingga menjadi bekal ananda nanti dalam menjalani kehidupan di masa yang akan datang yang menguasai Ilmu Pengetahuan, Iman dan Taqwa, Serta Enterpreneur yang berbasis Islam.

Yuk, tunggu apa lagi.
Daftarkan ananda segera dalam program Trial Class SMP dan SMA di Le Cendekia Boarding School melalui link berikut:

Ayo Tumbuh Bersama Generasi Pemakmur Bumi.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Informasi lebih lanjut:
Admin: 082324940009
Kak Agus: 085825345412
0

Artikel, Lates News
Selama 4 hari berkegiatan bersama guru-guru sekolah alam se-Nusantara, kakak guru mendapatkan pengalaman berharga. Diawal acara ditampilkan performance dari Regio IV yang membuat terpukau karena menyaksikan penampilan dari siswa, guru sekolah alam yang mengandung makna luhur yang ingin disampaikan kepada peserta serta kreatifitas dan keahlian yang tidak dibatasi oleh keterbatasan dari salah satu guru yang berkebutuhan khusus. Penampilan ini juga mengandung unsur pelestarian budaya setempat.

Untuk materi yang didapatkan juga cukup bermakna seperti Assabikunal Awwalun sekolah alam yakni sejarah terbentuknya sekolah alam, Guru Relawan, Gaya hidup Abdullah dan Rahmatal Lil alamin, Wirausaha (Akhlak), serta kurikulum sekolah alam yang semua itu memberikan semangat dan spirit kepada guru sekolah alam selaku pembentuk perubahan. Para guru juga dikenalkan diberikan informasi tentang sekolah alam melalui lagu-lagu tematik sekolah alam. Bagian ini minweb penasaran mau ikut mendengarnya nih. Tak ketinggalan, hasil-hasil karya serta produk yang dihasilkan sekolah-sekolah turut dipamerkan. SALC membawa produk andalannya yaitu teh herbal alami Bunga Telang.



Terakhir, ada kegiatan refleksi berupa aktivitas renungan, yaitu muhasabah tentang apa yang telah di dapatkan di kegiatan Jambore V JSAN dan apa yang telah dilaksanakan dalam proses membentuk peradaban yang mampu membuka wawasan dan kesadaran akan apa yang harus diperbaiki dan dilaksanakan selanjutnya. Satu lagi, ada pembuatan proyek berupa belajar bersama alam,  melihat potensi dan menghasilkan sebuah karya nyata. Kegiatan langsung di alam ini bisa menjadi inspirasi membersamai generasi pemakmur bumi di SALC ya!


Jambore JSAN serta kegiatan-kegiatan positif untuk pengembangan kapasitas guru sangat penting untuk guru-guru khususnya kakak-kakak guru Sekolah Alam Le Cendekia Boarding School ikuti. Kakak guru penting nih turut aktif melibatkan diri demi peningkatan kapasitas diri sendiri dalam menguatkan akar sekolah alam, menambah pengalaman, meluaskan dampak dengan banyak belajar dan berbagi dengan sekolah-sekolah alam lainnya sehingga semua bisa saling satu visi dan pemikiran untuk diaplikasikan di SALC tercinta.

Sampai jumpa pada Jambore Guru JSAN selanjutnya. Insyaa Allah.
0

Artikel, Lates News
Jambore JSAN V, Ciwidey Bandung

Jaringan Sekolah Alam Nusantara (JSAN) merupakan jejaring para guru dan pegiat sekolah alam se-nusantara sebagai wadah berbagi semangat, inspirasi, pengetahuan, dan gagasan. Le Cendekia berafiliasi sebagai sekolah alam dan menjadi anggota JSAN pada tahun 2020. JSAN memiliki beberapa agenda rutin diantaranya Leaders Meeting yang tahun lalu diikuti oleh Ibu Andi Olle di Bukittinggi, Sumatera Barat. Agenda rutin yang lainnya adalah jambore guru. Tahun ini  SALC mengutus Kak Andi Agus dan Ustadz Muhammad Shahib untuk mengikuti Jambore JSAN V di Ciwidey, Bandung.



Sebelum berangkat, kakak guru yang akan menjadi perwakilan melakukan beberapa persiapan diantaranya membuat paper dan penjelasan karya inovasi sebagai syarat pendaftaran peserta. Paper berjudul “Sekolah Alam Inklusi Dari Timur Indonesia Mengambil Peran Sebagai Generasi Pemakmur Bumi” serta karya inovasi berupa program literasi yang menghasilkan karya “Buku Antologi Benang Merah” yang telah terbit. Kedua kakak guru perwakilan berharap bisa menemukan pemahaman secara utuh tentang sekolah alam juga dapat memperkenalkan SALC beserta karya inovasi dan produk yang dihasilkannya pada pertemuan skala nasional.



Jambore Guru JSAN 2023  terlaksana pada tanggal 24-27 Januari 2023 di eMTe Higland Resort, Ciwidey, Bandung. Keikutsertaan sebagai peserta Jambore Guru memberikan kesan tersendiri bagi Kak Agus dan Ustadz Shahib. Dua guru muda utusan SALC ini bersyukur karena terpilih sebagai peserta yang bisa mempresentasikan karya paper sebagai salah satu langkah memperkenalkan praktik baik yang telah dilakukan oleh SALC yang diharapkan memberikan kesan lebih serta mampu meluaskan dampak kepada semua rekan guru sekolah alam.

Pulang dari jambore tentu saja perlu membawa oleh-oleh dong. Yuk simak rencana aksi Kakak Guru yang sedang bersemangat mengokohkan Le Cendekia sebagai sekolah alam.

Pertama dan utama, kita perlu mengokohkan 4 pilar sekolah alam dalam segalah aktivitas di sekolah serta jargon sekolah sebagai Generasi Pemakmur Bumi (Abdullah dan Khalifah fil Ard). Selanjutnya menerapkan metode BBA (Belajar Bersama Alam) dalam setiap aktivitas pembelajaran yang berbasis PjBl (Project), membentuk dan memperkuat aktifitas kerelawanan (Guru dan siswa), menerapkan SSAS dalam aktifitas keperamukaan (Akhlak Leadership), menerapkan pertanian/ perkebunan konservatif/ regeneratif (HAYATAN THOYYIBAH), menerapkan aktifitas spirit di pagi hari dan diakhiri dengan aktifitas refleksi.

Masya Allah tabarakallah, rencana aksi yang sepertinya cukup mudah terlaksana jika setiap yang terlibat benar-benar memahami hakikat serta serius dalam mengupayakannya. Tentu saja dua orang kakak guru perwakilan membutuhkan kerja sama, konsistensi, keseriusan, serta pengembangan bersama seluruh tim.


Semangat terus, tim!
0

Artikel, Event, Lates News

Le Food Fest 2022 dimeriahkan dengan pelaksanaan beberapa lomba yang targetnya adalah siswa SD, SMP, SMA, juga siswa LC dan keluarga. Ada lomba Rangking I dan Lomba Poster. Kami juga merencanakan Lomba Masak Bareng Ayah lho, namun sayang sekali hanya satu pendaftar. Dear Ayah, momen ini langka, namun, semoga tahun depan ada lagi ya.


Lomba Rangking I diadakan langsung di lokasi kegiatan. Lomba ini di-handle langsung oleh siswa dan kakak guru dengan mengajukan pertanyaan seputar pengetahuan umum. Dari 20 peserta yang mengikuti lomba, keluar sebagai pemenang Ahmad Rindra Avicenna dari SDIT AL FITYAN GOWA, Adelia Janeeta Sakir asal SDI Bontomanai, dan Rifka Nur Aqilah dari SDI Bontomanai. Barakallahu fiikum anak-anak hebat.

Selain rangkaian acara yang pada di hari Sabtu yang terik, ada juga lomba yang bisa diikuti oleh siswa-siswi SMP dan SMA seluruh dunia. Syaratnya cukup memiliki kartu tanda siswa, memiliki akun instagram, dan membuat poster. Poster apakah itu? Poster digital dengan tema Natural Food Colorong; A Healthier Alternative to Artificial Food. Jadi peserta diminta membuat poster dengan tema pewarna alami untuk makanan yang sehat dan tentu saja indah dipandang. Menantang nih, apalagi pesertanya usia pemuda-pemudi yang terpapar banyak sekali jajanan warna-warni yang belum tentu sehat diluar sana.


Surprisingly, banyak dong anak muda yang masih melek dengan pewarna alami. Selamat kepada Faris Aprillah dari SMK SMTI Makassar sebagai pemenang pertama lomba poster digital ini. Ia memperkenalkan Umbi Bit yang bisa menjadi pewarna es krim, bolu, dan puding. Selanjutnya pemenang kedua ada pewarna biru dengan sejuta khasiat yaitu Kembang Telang yang posternya dibuat menarik dibaca oleh Afiiqa Zahra Asyura Khomeiny dari SMA Hello Motion, Tangerang Selatan. Juga ada Syaikah Asilkah dari SMK SMTI Makassar sebagai pemenang ketiga yang mengangkat Labu Kuning alias Waluh sebagai pigmen alami yang bisa dibuat menjadi pasta lalu dicampurkan diberbagai bahan makanan. Selamat telah memperluas cakrawala orang-orang yang membaca poster digital yang telah kalian buat ya, adik-adik.

Dibalik kegiatan hebat yang berjalan sukses ini, ada peluh semangat tim, kakak-kakak guru dan adik-adik Le Cendekia. Allah balas pahala berlipat ganda, Insyaa Allah. Aaamiin.

Izinkan minweb mengetikkan pesan dari kakak guru Lisa Angriani sebagai Penanggung Jawab Event Le Food Fest, “Alhamdulillah. Kegiatan Le Food Fest 2022 berjalan dengan baik. Terima kasih kepada para pembicara yang keren dan inspiratif, tamu undangan, panitia, serta seluruh pihak yang telah bekerja sama menyukseskan kegiatan ini. Semoga Le Food Fest 2022 memberikan banyak ilmu, oengalaman, dan inspirasi untuk terus berkarya, lebih hijak dalam memanfaatkan sumber daya alam, dan semangat terus mewujudkan pangan yang lebih baik.”

Sampai jumpa di festival hari pangan Le Cendekia tahun depan, datang ya!

0

Artikel, Event, Lates News

Wahai Manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi…” (Q.S Al Baqarah 2:168.)

Pelangi Nusantara diangkat sebagai tema Le Food Fest 2022. Warna-warni pangan yang tersebar di setiap titik bumi Indonesia menandakan kekayaan pangan negeri kita. Kaya warna, tentu saja kaya manfaat karena setiap warna pada makanan mempresentasikan kandungan yang dimilikinya. Saat makanan tersaji di hadapan kita, indra pertama yang merespon adalah penglihatan. Jika yang tersaji adalah makanan yang tertata rapi dengan warna-warni yang memanjakan mata, lidah akan penasaran mencicipinya. Makanan enak dan rasa yang pas di lidah adalah kesukaan setiap kita.

Pas sekali, dialog interaktif yang diadakan sebagai pembuka festival ini membahas Food and Flavors. Pembicara yang diundang sebagai Keynote Speaker adalah bapak Ir. H. Imran Jauzi, M.Pd (Kepala Dinas THBun Sulawesi Selatan) yang diwakili oleh bapak Syarifuddin (Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Dinas THBun Sul-Sel). Hal pertama yang ia kemukakan adalah apresiasinya terhadap kemampuan siswa-siswi kami yang mampu membuat produk yang meyakinkan untuk dipasarkan. Selanjutnya beliau lebih banyak membahas ketersediaan pangan yang melimpah di Sulawesi Selatan.

Prof.Dr.Ir. Meta Mahendradatta (Ketua Pusat Unggulan Ipteks Diversifikasi Produk Pangan Universitas Hasanuddin) sebagai Narasumber I membahas lebih banyak mengenai bagaimana makanan yang tersaji dipiring membuat manusia yang membutuhkannya tertarik menikmati. Baik dari segi tampilan (warna), rasa, serta kandungan gizinya. Beliau mengajak peserta untuk memperhatikan warna-warna makanannya saat makan. Menurut paparan beliau, semakin banyak warna dalam piring tentu semakin kaya pula kandungan gizi yang disantap jika itu berasal dari pewarna alami.

Narasumber kedua, Ibu Arie Hijriyah (Owner IKM CV. LARS Makassar, Olahan Rumput Laut) menceritakan pengalaman dalam usaha olahan rumput miliknya. Selain itu, beliau juga senang mengeksplorasi bahan makanan yang bisa digunakan sebagai pewarna alami untuk menambah khasanah pengetahuan dan pengalamannya. Ia membagikan pengalamannya dalam uji coba pewarna alami ini.

Bincang-bincang ini dimoderatori oleh Kak Sul (Wakil Direktur SA  Le Cendekia Bidang Humas) membicarakan pangan-pangan lokal yang memiliki cita rasa lezat juga sedap dipandang. Hadirin yang hadir menunjukkan antusiasmenya dengan ikut berkomentar dan mengajukan pertanyaan. Dalam kesempatan berharga ini, Kepala Kecamatan Bontomanai, Kabupaten Gowa turut mengemukakan rasa takjubnya. Ini adalah kesempatan pertama beliau berkunjung ke SA Le Cendekia dan bersedia mendukung praktik-praktik baik yang diselenggarakan oleh sekolah demi mewujudkan kepentingan bersama, baik wilayah juga untuk masyarakat Pakatto.

Siang hari setelah istirahat siang, dilaksanakan pelatihan membuat Kombucha. Kombucha, sudah kenalkah teman-teman dengannya? Fyi, Kombucha adalah jenis minuman probiotik lezat dan baik untuk pencernaan yang dibuat dengan cara difermentasi namun tidak memabukkan. Sebagai salah satu rangkaian Le Food Fest, diadakan Workshop Pembuatan Kombucha yang dibawakan oleh Kebun Tetangga Samata, sebuah proyek kampanye menanam di kebun. Peserta workshop dijelaskan dan diajak menyaksikan langsung langkah-langkah pembuatannya. Sepulang dari LC bisa produksi langsung sendiri di rumah nih. Oleh-oleh tak berwujud namun berharga.

 

Alhamduillah. Semoga dengan paparan dalam dialog dan workshop ini terus memotivasi kita untuk menyediakan makanan sehat untuk tubuh kita.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

0

Artikel, Event, Lates News

Pangan adalah salah satu kebutuhan dasar setiap kita untuk hidup sehat, aktif dan produktif.

 

Hari Pangan Sedunia (World Food Day) diperingati setiap tanggal 16 Oktober sejak tahun 1981. Peringatan ini ditetapkan untuk meningkatkan kesadaran akan kelaparan dunia dan kemiskinan yang menginspirasi solusi untuk perubahan dunia serta mengampanyekan sebuah transformasi cara memproduksi dan mengkonsumsi makanan guna mencapai tujuan pembanguan berkelanjutan.

Setelah sukses mengadakan festival hari pangan tahun 2021 lalu, Le Cendekia kembali turut memperingati World Food Day dalam event bertajuk Le Food Fest : Pelangi Nusantara pada tanggal 15 Oktober 2022 di gedung Sekolah Alam Le Cendekia (Boarding School) Pakkatto, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk partisipasi aktif yang bertujuan untuk meningkatkan dampak kolektif kepada masyarakat agar bisa memanfaatkan pangan lokal dan menyediakan makanan sehat yang diproduksi dan diproses secara berkelanjutan. Kami menyadari bahwa transformasi sistem pangan dan solusi yang inovatif yang bergerak lebih dari sekadar solusi teknis, sangat diperlukan.

Adapun rangkaian kegiatan yang terlaksana yaitu dialog interaktif sebagai pembuka acara, peluncuran produk Agroteknologi oleh masing-masing kelompok kelas agrotek, workshop pembuatan minuman probiotik yaitu Minuman Kombucha, serta beberapa lomba yang dilaksanakan di lokasi maupun yang dilaksanakan secara daring. Tidak lupa, tetap ada pameran karya dari kelas-kelas PKBM.

Food Fest, tentu saja ada acara makan-makannya. Disela rangkaian acara dialog, workshop, dan lomba, pengunjung bisa sekalian jajan-jajan. Beberapa tenant yang diajak bergabung adalah Yukai Kitchen dengan jajanan khas Jepang yang selalu hadir di event kami, Nirvana Food yang menjajakan makanan frozen dan fast sehat tanpa MSG-nya, Dayyan’s Snack n Drink dengan jajanan penunda lapar dan pelega tenggorokannya, Kedai Trigi dengan makanan berkuah tak tertolak saat lapar seperti bakso dan sop ubi, Kebun Tetangga Samata yang membawa hasil kebun beserta tempe organik dan sambal roa, Dapur Manis yang juga belum pernah absen dari setiap kegiatan kami, serta Palembang Pride (makanan khas Palembang yang dibuat oleh orang Palembang asli) yang digawangi oleh salah seorang almuni SALC yang melanjutkan sekolahnya di salah satu sekolah kejuruan jurusan tata boga. Kenyang deh pokoknya para pengunjung. Bahagia pula keluarga yang menunggu di rumah karena tentunya bisa take away dengan catatan membawa kotak bekal sendiri.

Nah, yang utama adalah pameran produk Tim Agroteknologi siswa-siswi SALC yang diluncurkan pada awal acara dialog interaktif. Ada produk pizza, Creamy Jelly Bunga Telang, Sandwich Buah Mangga, Creamy Mangga, Risol Mayo dan Puding Sedot, Lumpia Pisang,dan aneka minuman. Semakin beragam nih produk-produknya para pengusaha muda kita. Mereka sudah punya brand masing-masing secara berkelompok. Diawal acara, satu persatu perwakilan kelompok memperkenalkan produknya dengan membawa sampelnya di atas panggung.


Yuk ikuti keseruan rangkaian Le Food Fest 2022!

0

Artikel, Event, Lates News

KolaborAksi antara lembaga Bahasa Inggris LIA Makassar dan Sekolah Alam Le Cendekia dalam  LIA X Le Cendekia Talks “Join Our Topics Today” digelar hari Ahad, 25 September 2022 di Trans Studi Mall Makassar. Event ini menghadirkan 16 presenter dengan ide topik sebagian besar dari topik yang ditawarkan oleh Le Cendekia. Nah beberapa topik yang terpilih adalah Eco brick, Eco Enzyme, Cream Rosella, dan Jelly Kembang Telang. 

Eco brick yaitu botol plastik yang diisi dengan limbah sampah plastik secara padat. Pada presentasinya, siswa LIA menjelaskan dampak negatif sampah plastik terlebih dahulu. Sama dengan topik Eco Enzyme yaitu larutan dari hasil fermentasi limbah kulit buah, mereka menjelaskan langkah pembuatan serta manfaatnya yang tentu saja menjadi salah satu jalan kampanye kepada masyarakat untuk lebih memperhatikan lingkungan yang ‘penuh’ sampah ini. Kampanye kepada masyarakat, terkhusus untuk diri sendiri pastinya ya. 

Kembang Telang kini mulai dikenal oleh masyarakat sebagai tanaman sejuta manfaat, namun mungkin hanya sedikit diantara kita yang memanfaatkannya menjadi bahan jelly sehingga tidak perlu pewarna tambahan lagi. Nah, siswa LIA memperkenalkan produk ini di depan khalayak. Untuk diketahui, kembang telang ini sangat mudah tumbuh. Kami membudidayakannya di kebun asrama, ‘Le Keboon’. 


Tanaman lain yang kaya manfaat dan juga dibudidayakan di Le Keboon adalah Rosella. Salah satu produk Le Cendekia, Cream dari Bunga Rosella juga dipresentasikan dalam LIA Talks. Saat ini begitu banyak minuman kekinian yang beredar. Bahan bakunya pun banyak dari bahan-bahan pabrikan. Le Cendekia memperkenalkan produk kekinian dari bahan alami yang tentunya aman dari segi kesehatan. Siswa LIA memaparkan langkah pembuatannya kepada penonton LIA Talks. 

Selain memperkenalkan Le Cendekia diawal acara, para presenter turut serta membagikan praktik yang kami lakukan di sekolah sebagai pemakmur bumi.  Kak Putri, salah seorang kakak guru yang turut serta mengambil peran dari kerja sama ini berharap semoga Le Cendekia mampu berkolaborasi dengan berbagai pihak dan segala praktik baik yang dilakukan bukan hanya bermanfaat bagi siswa dan keluarga tapi juga masyarakat luas. Aamiin.

Kepada pihak LIA, terima kasih telah mewadahi kampanye cinta lingkungan ini. Minweb kagum deh, siswa-siswinya tampak percaya diri tampil berbicara di depan umum dengan berbahasa Inggris. Adik-adik LC mau belajar juga dong kak… 

Ah iya! Fyi, program kerja sama ini belum berakhir. Sampai jumpa di Bulan Desember, Insya Allah.

0

Artikel, Event, Lates News

Dua lembaga pendidikan berikhtiar melaksanakan salah satu perintah Allah dalam  Q.S Al-Maidah ayat 2 “dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran”.  Lembaga Kursus Bahasa Inggris LIA mengajak Le Cendekia saling berpegangan tangan dalam sebuah event untuk sama-sama melebarkan sayap agar bisa terbang tinggi demi pendidikan anak Indonesia.

Lembaga Bahasa LIA memiliki program bertajuk LIA Talks, sebuah acara yang menunjukkan kemampuan presentasi Bahasa Inggris siswa-siswinya. Mereka biasanya membicarakan topik yang telah ditentukan sesuai tema. LIA Talks ini digelar setiap tiga bulan sekali di Trans Studio Mall Makassar.

 

Melihat praktik-praktik baik yang di lakukan oleh Le Cendekia melalui Social Media, pihak LIA menawarkan kerjasama. Kesempatan ‘KolaborAksi’ part 1 ini bertema “Join Our Topics Day”. Kakak guru Le Cendekia memaparkan beberapa produknya di depan siswa-siswi LIA yang mendapat kesempatan presentasi pada event LIA Talks bulan September.


Produk-produk dari program yang berjalan di sekolah berupa pembuatan Oshibana, Ecobrick, Jelly dari kembang Telang, Ice Cream dari Bunga Rosella, Le Sejatea, Eco Enzyme, serta karya lainnya ditawarkan. Kakak Guru menjelaskan bentuk produk, manfaat, cara membuat, dan memberikan gambaran umum mengenai produk tersebut kepada siswa LIA kemudian nantinya mereka akan mencari tahu sendiri lalu menyusunnya dalam bentuk presentasi berbahasa Inggris.

Nah, siswa LIA akan menujukkan kemampuan Public Speakingnya dari materi riset produk siswa Le Cendekia ini. KolaborAksi yang sungguh nyata demi tujuan pendidikan yang sama bermanfaat. Barakallahu fiikum. 

0

Artikel, Event, Lates News

“Barang siapa yang beriman pada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya.” (HR. Bukhari)

Datang jauh-jauh dan memilih Le Cendekia sebagai salah satu tujuan menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami. Setiap ada kabar bahwa akan ada yang datang berkunjung ke sekolah, tentu akan selalu kami sambut dengan antusias. Menyambut tamu dengan memuliakan mereka adalah salah satu usaha kami untuk terus menjalin silaturrahim sebagai sesama makhluk Allah.

TIM LPDP Kemenkeu beserta beberapa alumni awardee LPDP berkunjung ke sekolah. Sebagai informasi, LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) merupakan satuan kerja di bawah Kementrian Keuangan Republik Indonesia yang mengelola dana pendidikan. Penerima beasiswanya tersebar di berbagai penjuru dunia.

Hari Kamis, 1 September 2022 Tim Monitoring Alumni Awardee LPDP melakukan kunjungan ke berbagai kampus negeri di Indonesia Timur khususnya Kota Makassar. Mereka berkunjung ke UNHAS, UNM, dan UIN.  Tujuan kedatanganya adalah ingin memonitor perkembangan alumni pasca studi, apa saja kontribusi alumni setelah disekolahkan oleh negara. Kunjungan ini menjadi ajang silaturrahim, diskusi, dan berbagi kisah selepas studi dan pengabdian sebagai dosen/ tenaga pendidik di kampus-kampus negeri di Makassar.

Selain berkunjung ke kampus-kampus tersebut, Le Cendekia juga terpilih untuk dikunjungi. For your information, Kak Asdi (Direktur Sekolah Alam Le Cendekia) merupakan salah seorang alumni awardee LPDP ini. Beliau mengajak tim LPDP untuk berkunjung ke LC sebagai tempatnya mengabdi selain menjadi dosen di Unhas. LC dianggap mampu mewakili ranah pendidikan berkelanjutan untuk masyarakat.

Disambut dengan suguhan khas Le Cendekia berupa sajian Teh Rosela dan Teh Kembang Telang yang dipetik dari kebun sekolah lalu diolah oleh kelas PKBM Agroteknologi ditemani berbagai jajanan khas Bugis-Makassar, perjamuan singkat berlangsung hangat. Pertemuan ini diharapkan bisa melahirkan kolaborasi para alumni awardee dari berbagai disiplin ilmu. “Semoga dengan kesempatan ini kami bisa berkolaborasi lebih banyak dengan para alumni LPDP dari berbagai sektor dan disiplin keilmuan,” ungkap Kak Asdi.

Dalam kunjungan tersebut, Mohammad Kamiluddin dan Mohammad Makhrus selaku PIC Pengelolaan Alumni LPDP menyampaikan harapannya kepada Le Cendekia. “Dahsyat, ini adalah contoh nyata bahwa alumni kembali untuk membangun negeri pasca menyelesaikan studi di Luar Negeri. Terus tingkatkan kolaborasi serta inovasi. Semoga Le Cendekia lekas berkembang memberi dampak nyata kepada masyarakat sekitar. Aamiin.


Sebagai langkah awal pasca kunjungan, Tim LPDP Pusat akan mengirimkan paket buku bacaan untuk perpustakaan LC melihat pentingnya literasi untuk warga belajar. Kabarnya akan tiba dalam waktu dekat.

Alhamdulillah, rejeki adik-adik sholeh sholihah pemakmur bumi nih.
Terima kasih pak, sudah berkunjung.

 

0