SEARCH
Your address will show here +12 34 56 78
VirusĀ  Covid-19 telah mewabah di Indonesia kurang lebih 8 bulan lamanya. Sekolah Alam Le CendekiaĀ memulai kembali aktivitas pembelajaran secara langsung di asrama. Orang tua dan siswa yang memilih belajar secara langsung, disambut di asrama dengan syarat sehat dan aman dari kontak langsung penderita COVID-19 serta tetap di rumah selama 14 hari atau menyetorkan surat bukti hasil pemeriksaan swab PCR negatif.

Tentu, tidak semua siswa memilih belajar langsung di asrama. Bagi siswa dan orang tua yang memilih tetap belajar daring di rumah saja, sekolah memfasilitasi dengan blended class. Kakak guru yang mengajar langsung di kelas juga disaksikan langsung oleh adik siswa di rumah melalui aplikasi Zoom Cloud Meeting. Begitupun aktivitas bersama lainnya, seperti kajian malam dan malam evaluasi Le Share and Care.

Aktivitas new normal di asrama tetap mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19 tentu dengan tetap memakai masker, mencuci tangan setelah beraktivitas, menjaga jarak, serta ruang kelas dipindahkan ke ruang belajar terbuka. Untuk menjaga kebugaran fisik, diadakan senam sehat di pagi hari yang diikuti oleh semua warga belajar.
Aktivitas berkebun dan beternak juga tetap berlangsung. Bahkan, sayuran dan buah-buahan yang diolah menjadi lauk sehat untuk disantap bersama berasal dari hasil kebun Le Cendekia. Alhamdulillah.

Berbeda dengan aturan berasrama sebelum pandemi yang mewajibkan adik siswa berasrama dari hari Ahad kemudian dijemput hari Jumat sore, saat ini adik siswa berasrama selama satu bulan kemudian pulang untuk belajar daring di rumah dengan tetap menjaga kontak dengan orang luar agar tetap aman kembali berasrama sepekan kemudian. Tentu akan menjadi pengalaman baru bagi adik-adik juga orang tua yang saat ini memilih belajar langsung di asrama. Semoga tetap dikuatkan hatinya demi hal-hal baik yang menanti di masa depan.
0

Satu hari lagi, kami akan menyambut adik-adik siswa untuk belajar di sekolah kembali. Sebagai sekolah berasrama, Tim Le Cendekia merasa tak kesulitan menyiapkan pembelajaran luring kembali di tengah Pandemi Covid-19 ini. Tentu, mesti disertai persiapan yang matang agar pelaksanaan pembelajaran benar-benar sesuai dengan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19.

Persiapan pertama dan utama yaitu penyusunan panduan Penerimaan Siswa Belajar Luring di Asrama yang mengatur mulai dari proses pengantaran dan penyambutan siswa di asrama, pelaksanaan pembelajaran blended learning (daring dan luring), aktivitas keseharian di asrama, hingga proses penjemputan siswa kembali oleh orang tua masing-masing.
Sebelum belajar kembali di asrama, seluruh adik siswa juga tim guru dan staf diwajibkan memastikan dirinya bebas dari penularan virus Covid-19 serta gejala penyakit yang dapat menimbulkan penyebaran meluas di asrama nantinya. Seluruh adik siswa wajib stay at home selama 14 hari sebelum masuk asrama atau menyetorkan surat pernyataan hasil pemeriksaan swab negatif.

Hari Ahad, 18 Oktober 2020, kakak guru menanti kehadiran adik-adik yang sehat untuk memulai aktivitas di asrama hingga satu bulan ke depan. Tentu akan menjadi pengalaman pertama boarding di Le Cendekia bagi adik-adik siswa kelas VII dan menjadi pengalaman yang dirindukan bagi adik-adik siswa kelas VIII dan kelas IX.
Sampai jumpa di asrama, adik-adik.

Sampai bertemu pada kabar berita pelaksanaan pembelajaran di Sekolah Alam Le Cendekia, readers!
0

Aktivitas ketahanan pangan kali ini adalah full outdoor dengan memanfaatkan lahan kosong di asrama untuk briefing, penguatan keilmuan lingkungan hidup dan dilanjutkan dengan panen raya singkong dan juga cabe, tomat, terong serta kacang panjang 🤩⁣⁣Adik-adik juga belajar teknik ā€˜Drip Irigasi’ yang membuat mereka sangat antusias untuk mengetahui serta praktik buka tutup katup saluran air menuju tanaman-tanaman tomat dan juga pepaya.⁣⁣

Di part akhir kegiatan, adik-adik tak lupa untuk membagi-bagi hasil panen kepada seluruh siswa yang hadir. Yang pasti semua wajib kebagian untuk dipersembahkan kepada Ayah/Bunda di rumah. Insya Allah meski sedikit semoga senantiasa berberkah, kita berdoa semoga kelak panen raya nya bisa kebagian jauh lebih banyak. Aamiin ⁣⁣.Cerita seru lainnya adalah beberapa siswa tidak membawa wadah hasil panen, nah sebagai Sekolah Alam maka kita harus mampu mewujudkan hal yang solutif dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai wadah pangan. Alhamdulillah di sekeliling asrama Pakatto, Gowa banyak ditumbuhi pohon jati, alhasil adik-adik memakai daun jati tersebut sebagai wadah organik dan aman bagi lingkungan.

Alhamdulillah 😊⁣⁣Sampai jumpa di cerita ketahanan pangan berikutnya šŸƒā£

0

Pembelajaran jarak jauh di Le Cendekia telah berlangsung selama kurang lebih enamĀ  bulan. Telah banyak metode belajar yang diusahakan oleh kakak guru demi terlaksananya pembelajaran efektif walaupun belajar #tetapdirumah. Menuju pertengahan semester, ā€œBagaimana tanggapan adik-adik LC selama belajar daring?ā€ Tentu menjadi pertanyaan yang membuat kakak guru penasaran. Melalui beberapa adik siswa yang dihubungi melalui pesan WhatsApp, kami mendapat beberapa pandangan yang semoga cukup mewakili. Meski tetap akan berdiskusi lagi bersama adik siswa yang lain pada kesempatan selanjutnya.

Adik siswa mengaku pembelajaran jarak jauh ini agak susah dipahami dan jika akan bertanya, kalimatnya susah terangkai. Walaupun susah dipahami, pembelajaran tetap seru karena kakak guru selalu memiliki cara yang menarik. ā€œKakak Guru sangat interaktif, memperhatikan kami saat belajar. Metode belajarnya juga seruā€ komentar Syauqi, kelas VII.Ā 


Teman Syauqi, Amal, katanya mewakili teman-temannya, senang jika pembelajaran daring dilakukan melalui video tatap muka secara langsung. ā€œKalau melalui
WhatsApp Grup, waktu belajarnya tidak cukup. Saya harus bertanya ulang ke teman atau ke kakak guru dulu, jadi kadang terlambat mengumpulkan tugas.ā€ Hal yang sama juga diakui Bintang (kelas IX). Ia berharap pelajaran Matematika lebih sering dilangsungkan melalui aplikasi Zoom Cloud Meeting. ā€œPelajarannya agak susah dipahami jika tidak langsung melihat guru menjelaskan.ā€

Sama seperti tenaga kesehatan yang berjuang merawat pasien terinfeksi Covid-19, adik-adik siswa juga tetap harus memperjuangkan hak pendidikannya dengan penuh semangat. Adik-adik siswa Le Cendekia tentu sangat berharap pandemi Covid-19 segera mereda sehingga dapat belajar langsung bersama teman-teman dan kakak guru di sekolah. Namun, bagaimanapun kondisi belajar, semoga kita semua tetap menjadi hamba yang selalu bersyukur.
0

Students Corner kali ini mengajak pembaca untuk #Kenalanyuk dengan online shop yang dirintis oleh 3 adik siswi Le Cendekia, Athursdye. Awalnya Athursdye diperkenalkan dengan nama Oskitabertiga yang digawangi oleh tiga orang, Afiiqa dan Raihanah kelas VIII serta Izzah kelas IX. Kemudian Oskitabertiga ini memilih nama baru Athursdye, dengan harapan agar lebih simple, mudah dikenal dan bisa mendunia.

Athursdye mengeluarkan produk utamanya berupa baju kaos warna warni dengan teknik ikat celup (tie dye). ā€œKami memilih produk ini karena fashion tie dye kini sedang trend, sehingga banyak peminatnya,ā€ jawab mereka saat ditanya mengapa memilih produk tie dye. Terbukti, dalam waktu sebulan, mereka telah memproduksi kurang lebih 200 lembar Ā t-shirt tie-dye dengan pemesanan paling banyak hingga 70 lembar. Masya Allah.

Meski mereka mengakui cukup sulit membagi antara waktu belajar dan waktu produksi, mereka selalu bersemangat karena semua tugas dilakukan bersama. Pembagian kerja promosi dibagi rata sebagai admin Instagram, Line, dan Shopee chat. Proses produksi mulai dari mewarnai, mencuci, dan menjemur juga dilakukan bersama-sama. Pembelajaran dari rumah juga memudahkan siswi-siswi ini untuk tetap bisa bertanggung jawab atas kewajiban belajarnya, juga kewajiban dari keputusan mereka untuk merintis usaha.

Disamping pembagian waktu belajar, mereka juga berjuang ditengah maraknya penjual tie dye di pasaran. Dengan dukungan penuh dari orang tua berupa izin melakukan usaha serta modal awal, mereka sangat bahagia saat menerima notifikasi transfer bukti pembayaran produk. ā€œPaling menyenangkan saat mewarnai baju dan packing. Apalagi sudah dapat notifikasi transferā€, kata Izzah.

Proses produksi sangat membutuhkan ketelatenan dan kehati-hatian. Jika ada baju yang rusak atau salah warna, mereka harus mencari cara agar tidak rugi banyak. Salah satunya dengan menjual baju rusak dengan harga lebih murah.

Hebat ya. Seusia mereka sudah bisa berbisnis dengan omset 5 juta rupiah dan produknya sudah ke berbagai kota di Indonesia sejak mulai rilis tanggal 5 September 2020 lalu. Selain dalam kota Makassar dan Gowa, juga sudah terbang ke Palu, Toli-Toli, hingga Tangerang.

Saat menutup sesi wawancara, mereka berpesan, ā€œPokoknya buat semua anak-anak Indonesia, tetap semangat untuk berkarya. Kalian berhak untuk bahagia.ā€

ā€œJangan insecure, lo keren!ā€ tambahnya. Sukses selalu untuk aset bangsa berkualitas seperti mereka. Semoga semakin banyak lagi anak muda Indonesia yang semakin percaya dengan kemampuan dirinya untuk berkolaborasi. Minweb bangga!
0

Kakak Guru dibuat terkagum-kagum lagi melihat karya adik Le Cendekia. Seorang adik kelas VII, Syauqi, mengirimkan karya desain gedung sekolah yang dibuatnya dengan aplikasi Minecraft. Sangat mirip.

Kakak Guru akhirnya tertarik mengadakan wawancara singkat dengan sang desainer ini. Syauqi, akrab dipanggil Uqi, mengaku memang menyenangi dunia teknologi dan mengakui dirinya sebagai seorang gamers. Sejak 2013, Uqi berkenalan dengan game minecraft dan mulai belajar membuat desain dari game ini. Uqi senang bermain game karena selain bisa melakoni kegemarannya, ia juga bisa belajar bahasa asing dari teman bermain onlinenya dari berbagai negara.

Selain bermain game, Uqi juga senang merekam video lalu mengedit tampilan video tersebut. Di Le Cendekia, kakak guru berusaha mendukung minat dan bakat adik-adik dengan tetap memperhatikan rambu-rambu agar tetap bermanfaat bagi diri sendiri juga sekitar.

Temukan versi terbaik dirimu bersama kami, di Le Cendekia.
0

Lates News

Indonesia bahkan dunia kini tengah menghadapi pandemi covid-19 yang memaksa masyarakat untuk tetap bisa bertahan hidup sementara banyak yang akhirnya kehilangan pekerjaan dan kesulitan bertahan hidup. Adik-adik siswa dibekali kebiasaan yaitu bercocok tanam untuk memenuhi kebutuhan pokok manusia yaitu makan.

Alhamdulillah terlaksana kegiatan rutin selama pandemi covid-19, yakni program Ketahanan Pangan yang dilaksanakan tiap hari Sabtu di kebun Le Cendekia, Pakatto Caddi Gowa, tentunya dengan protap kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah.

Adapun agenda hari ini 15/08/2020 adalah sebagai berikut:

1. Gardening Tour

2. Memanen

3. Menanam

4. Menebar Benih Ikan

5.Mengolah Hasil Panen


Antusiasme adik-adik siswa sangat terlihat ketika briefing dimulai , beberapa siswa menyahut ā€œayok kak, kita keluarā€, rupanya mereka sudah tak sabar untuk melihat hasil semaian dan juga hasil tanam beberapa pekan lalu. Alhamdulillah terbukti ketika adik-adik keluar gardening tour sembari memanen tomat, terong juga diakhiri dengan panen pakcoy putih. Puncak dari proses berkebun adalah ketika ā€œPanen Rayaā€ tiba , apalagi tanaman yang dipanen adalah hasil semaian dan hasil tanam sendiri. Bahagianya tiada tara, Alhamdulillah.

Tak lupa pula kakak guru PLH, Kak Asdi selaku mentor selama program Ketahanan Pangan mengingatkan untuk tetap selalu menjaga jarak, dan tentunya menyiapkan air minum dalam botol masing-masing untuk diminum di sela kegiatan berkebun. Bagian yang paling ditunggu selain memanen adalah menebar benih ikan Nila sebanyak 150 ekor ke dalam kolam ikan tepat berdampingan dengan kebun Le Cendekia. Setiap siswa diminta mengambil peran tanpa terkecuali, dan Raihan paling terakhir memindahkan ikan agak sedikit kewalahan mengingat ikannya sisa sedikit dan cukup lincah untuk menghindar dari jaring ikan.

Kebahagiaan mereka tak berhenti sampai disitu namun masih ada proses mengolah hasil panen bayam merah serta bayam hijau menjadi keripik bayam , Alhamdulillah berkat bimbingan dan pendampingan kakak guru di dapur, mereka mampu menghasilkan rasa yang sungguh enak, gurih, garing tepat sekali untuk disantap siang jelang sore hari sebelum balik ke rumah masing-masing.

Harapannya semoga program ini terus berlanjut, bahkan tidak hanya pandemi saja melainkan setelah pandemi berakhir sekalipun ā€œKetahanan Panganā€ menjadi aktivitas rutin yang mampu mendorong semangat berkebun adik-adik siswa baik di rumah maupun di sekolah. Selain semangat, mereka pun dituntut untuk mencintai lingkungan melalui aktivitas berkebun ini, karena salah satu prinsip pekebun adalah ā€œMenunda menanam sehari maka akan menunda memanen sehariā€.

0

Memasuki Bulan Dzulhijjah, pembelajaran di Le Cendekia menyesuaikan materi belajar agar sesuai konteks, yakni tentang BERKURBAN. Tema ini menyusup mulai dari mata pelajaran logika dan problem solving hingga kajian Islam daring.

Pada pelajaran logika problem solving, siswa diminta pendapatnya setelah diputarkan sebuah video tentang ā€˜konflik’ seorang anak dengan ayahnya yang bekerja sebagai badut penghibur bagi para yatim dan orang-orang sakit. Satu pekerjaan yang dianggap tak bernilai oleh sang anak. Video pendeknya sendiri berakhir manis, dengan menekankan pada pemahaman bahwa,


ā€œHidup bahagia itu, bukan seberapa banyak yang engkau miliki, namun seberapa banyak yang engkau berikan.ā€

Kajian Islam yang di asrama kami biasanya dilakukan setelah sholat Isya – pukul 9 malam, selama daring tetap dilakukan pada jam yang sama. Semalam membahas tentang perintah berkurban serta perintah untuk tidak memotong kuku dan rambut bagi mereka yang akan berqurban.

Sejumlah anak mengajukan pertanyaan yang menggelitik, mereka benar-benar memfungsikan kemampuan berfikir logisnya.

ā€œUstadz, kenapa hanya beberapa hewan yang dikurbankan (selain yang haram)?ā€

ā€œBagaimana dengan hukum-hukum seperti potong rambut, potong kuku… Bapakku pernah menunggu dulu kambing yang dibelinya disembelih, baru mau potong kukunya. Nah.. mengapa ?

ā€œApa tidak ada alasan lain selain karena sunnah?ā€

Apa nyambungnya potong kuku sama qurban?

Luar biasa pertanyaan-pertanyaan mereka. Kajian daring saja sampai serius itu mereka gentian bertanya, bahkan mengejar dengan pertanyaan berikutnya demi menuntaskan pemahaman.

Semangat belajar, semangat mencari dan menuntut ilmu, dengan terus mempedomani Al Qur’an dan Sunnah, semoga terus mewarnai aktifitas belajar di LC agar kelak menjadi Generasi Pemakmur Bumi.

0

Home Economy merupakan salah satu program Unggulan dari Le Cendekia. Sebuah upaya menggaungkan pentingnya berwirausaha sejak muda, sebagaimana Rasulullah yang memulai berdagang di usianya yang masih muda. Salah satu produk Home Economy yang lahir di tengah Covid-19 adalah @de.sruput.

Owner @de.sruput mendapatkan kehormatan untuk mempresentasikan Home Economy, salah satu program unggulan Le Cendekia di depan para orangtua siswa baru dan keluarganya saat penerimaan siswa baru secara resmi, kemarin di Kampus Pakatto Gowa.

Dengan penuh percaya diri, putri ibu Surdatwiyati Khomeiny ini (SMP, kelas 8) menguraikan bagaimana ia menjalankan usahanya berbekal modal seratus ribu yang dipinjamkan dari sekolah. Ia melakukan semuanya, mulai dari memikirkan ide ā€˜sesuatu’ yang akan dibuat, lalu mencari dan membeli kemasan yang dianggapnya cocok, mendesain sendiri label kemasan, hingga memasarkannya di instagram.

Apa hanya dia seorang yang melakukannya? Tentu tidak, Hal yang sama juga dilakukan oleh putra ibu Tenri Baharuddin nun jauh di Bone sana, juga siswa siswi lainnya. Kami mendorong semua siswa untuk mengmbangkan kemampuan enterpreunership-nya melalui program home economy, bahkan di tengah pandemic. Home Economy adalah bagian dari aktivitas kurikulum Bisnis yang dijalankan di Sekolah Alam, termasuk Le Cendekia. Aktivitas ini didukung dengan sangat baik oleh semua orangtua siswa, dengan ramai-ramai membeli produk yang turut memeriahkan kegiatan PSB kemarin.

Keren ya… Sukses terus buat @de.sruput, semoga terus berkembang yaaa..

0

Event

ā€œBu, jadi semua ā€˜tumpengan’ ini sudah dari hasil halaman sekolah?ā€

Salah seorang dari orangtua siswa menghampiri kami dengan takjub. Ini kedatangannya yang kedua kalinya. Yang pertama saat penamatan putra pertamanya. Kedatangannya yang kedua saat penerimaan raport siswa untuk putra keduanya.

ā€œBelum Pak. Hasil dari sekolah baru singkong, labu, serta daun pisangnya. šŸ˜ Insyaa Allah, bila kita semua masih ada usia dan dalam keadaan sehat, milad ke 4 yang akan datang, yang terhidang adalah hasil dari halaman semua.ā€

Optimis sekaliiii… Mesti begituuu. Optimis itu booster semangat bukan? Apalagi, kami beserta semua siswa tidak berpangku tangan. Aktivitas ketahanan pangan yang kami giatkan belakangan ini, mulai memperlihatkan hasil.

Saya berkeliling di sekitar asrama, tanaman melon mulai dibuatkan rambatan, calon buah lemon yang tanamannya disumbangkan oleh orangtua siswa buahnya makin membesar, juga 3 pohon pisang cavendish yang makin menghijau. Aneka tanaman buah mengelilingi asrama kami, Pepohonan jangka panjang, yang kerimbunan daunnya kelak akan meneduhi halaman tempat para siswa beraktifitas. Aneka sayuran, kami kenalkan pada para siswa. Mulai dari membedakan benih, menyiapkan lahan, membuat persemaian hingga menanam dan merawatnya, kami latihkan. Di antara mereka, mungkin ada yang baru pertama kali itu ā€˜bermain’ tanah. Tak mengapa, semua memang ada pertama kalinya. Bahkan Anda yang sekarang bisa berlari kencang, juga mengawalinya dengan langkah pertama bukan? Dengan tertatih-tatih, bahkan jatuh bangun, tapi Anda, saya, kita semua … tak pernah menyerah.

Tiga tahun sudah kami bertumbuh. Mulai dari belajar di ruko, dengan ruangan disekat-sekat, yang kadang kemasukan air bila hujan serius mengguyur bumi. Namun kami memiliki halaman belajar dan praktek yang seluas kompleks ā˜ŗļø karena digunakan bareng-bareng dengan warga kompleks lainnya, 😁😁 Lalu waktu terus bergulir. Kami lantunkan doa, agar segera bisa menempati sekolah baru. Maka kami pun boyongan pindah di akhir tahun pelajaran dan menempatinya setahun lalu. Memaksakan agar bisa segera ditempati, walaupun … ā€œBelajar sains berbarengan ketukan palu para tukang,ā€ begitu kata Andi Tabriah salah seorang dari orangtua siswa

Dan kini, saya di sini, berdiri di atas Masjid Le Zaharah yang masih sepertiga rampung. Masjid yang selain digunakan untuk sholat berjamaah para siswa dan warga sekitar, juga difungsikan sebagai ruang kelas, ruang kantor, UKS, perpustakaan, pokoknya ruang serbaguna. Fungsi masjid aslinya memang seperti itu bukan? Ruangan yang benar-benar layak, baru asrama siswa, demi memberikan kenyamanan, dan terutama keamanan, bagi para siswa yang dipercayakan oleh orangtuanya kepada kami.

Doakan kami agar terus bertumbuh dengan sehat. . Doakan kami agar Le Cendekia bisa ikut memberi solusi dari berbagai ketimpangan sistem pendidikan kita. Doakan agar kami terus bisa mengemban amanah, mendampingi siswa-siswi kami agar kelak menjadi Generasi Pemakmur Bumi, Rahmatan lil ā€˜Alamin.

Oleh: Olle Hamid

Ā 

0