SEARCH
Your address will show here +12 34 56 78
Artikel, Event, Lates News

It is time to show off! 

Telah dilaksanakan pada tanggal 3 Maret 2022 di kampus Le Cendekia, Desa Pakkatto, Kabupaten Gowa Pameran Karya dan Parenting #batch1. Siswa-siswi memamerkan hasil belajarnya sembari orang tua mengikuti sesi Parenting bulanan yang rutin dilaksanakan. Acara ini terbuka untuk umum, terkhusus bagi keluarga yang ingin mengunjungi sekolah sekaligus menyaksikan aktifitas para siswa secara langsung.

Le Cendekia sebagai institusi pendidikan non formal mengedepankan keterampilan bagi peserta didiknya dalam program PKBM. Program keterampilan ini setiap semesternya dikaji dan dievaluasi pelaksanaannya agar sesuai dengan minat siswa. Tim dan kakak guru tentu terus berinovasi demi tercapainya tujuan pendidikan ala Le Cendekia. Akhir semester ini, yang paling dinanti-nantikan adalah Maha Karya Le Cendekia yang sebagai pemantiknya diadakan pameran karya setiap bulan.

Menyadari bahwa rentang usia remaja yang penuh dengan perubahan yang signifikan termasuk pencarian jati diri, maka kami terus berusaha mengiringi para generasi muda ini untuk melahirkan karya sesuai dengan potensi masing-masing untuk membangun kepercayaan dirinya. Semester genap tahun ini terlaksana 4 kelas program keterampilan yang dipilih oleh seluruh siswa yang penuh bakat ini. Program tersebut adalah PKBM Oshibana dan Lettering, PKBM Menulis, PKBM Fotografi dan Videografi, serta PKBM Agroteknologi. Keempat program ini terpilih setelah kakak guru mentor melakukan presentasi gambaran kegiatan yang akan dilaksanakan dalam kelas. 

Diawali dengan agenda Parenting, dimana orang tua anak didik diajak duduk bersama mendengar kajian sebagai penguatan dalam bekerja sama mendampingi anak serta bermusyawarah membicarakan hal-hal yang penting diperhatikan terkait program sekolah dan keseharian siswa di asrama. Kemudian dilanjutkan dengan agenda Pameran Karya, orang tua dan pengunjung memasuki area Pameran yang telah dibagi setiap kelas PKBM. 

Pameran Karya Batch 1 ini menampilkan karya para siswa dalam program PKBM  yang merupakan hasil berlatih selama kurang lebih dua bulan. PKBM Oshibana dan Lettering mewadahi para pemilik bakat seni rupa yang mampu menuangkan ide kreasi mereka dalam kertas maupun kanvas baik berupa coretan tangan juga kombinasi crafting yang indah. Mereka memajang karya terbaiknya berupa gambar, lettering, oshibana, dan kertas daur ulang. Tentunya dengan pendampingan kakak guru dengan bakat dan minat yang sama.

Adik-adik yang senang merangkai kata dan menuangkannya dalam bentuk cerita berkumpul di kelas PKBM Menulis. Dalam beberapa pertemuan saja, mereka telah menghasilkan karya berupa cerita pendek yang tentunya merupakan hasil karya orisinil dari otak-otak cemerlang anak muda keren ini.  Ada kakak guru yang gigih sebagai penyunting dibalik karya mereka ini. Kabarnya, mereka akan segera menerbitkan buku!

Bahkan, salah seorang siswa kami yang dulunya bergabung di Le Cendekia  terlihat sangat rendah diri, kini menemukan dirinya dalam urusan menulis. Inilah yang kami harap dari setiap program yang ditawarkan, agar anak didik menemukan minat dan bakatnya sendiri. 

Siswa dengan minat mengambil gambar baik bergerak maupun tidak bergerak bergabung dalam kelas PKBM Fotografi dan Videografi yang tentunya didampingi oleh mentor yang mengajak mereka mengambil gambar dengan teknik yang benar. Bagi yang senang memotret gambar, menyajikan hasil jepretannya di ruangan khusus dengan settingan sedemikian rupa hingga pengunjung serasa masuk ke pameran galeri. “Dengan pencahayaan minim, lampu-lampu sorot, dan alunan suara musik yang mendukung. Penyajian ruangannya keren banget,” kata salah seorang pengunjung. 

Adik-adik yang memilih konsen membuat video juga tak kalah hebatnya. Mereka meluncurkan film singkat perdana mereka di channel YouTube Le Cendekia berjudul POKOKNYA yang bisa disaksikan bersama. Tentu saja, akan ada pengetahuan yang terus ditingkatkan dan keterampilan yang terus dilatih untuk karya-karya selanjutnya nanti.

Dalam rangkaian Pameran Karya dan Parenting kemarin, diadakan demonstrasi pembuatan jelly oleh adik Nabila dan Elzha serta teman-temannya dari PKBM Agroteknologi. Pembuatan jelly ini memang sangat sederhana, namun berhasil membuat salah seorang pengunjung pameran merekam proses yang didemonstrasikan. Didampingi oleh mentor yang ahli di bidangnya, telah tercipta produk-produk inovasi dari hasil kebun sekolah. Ada Es Krim Bunga Rosella, Roti Kukus Bunga Telang, Salad Buah dengan jelly Bunga Telang dan Rosella, serta Creamy Bunga Telang. Dari namanya, minweb penasaran ingin mencicipi semuanya! 

Tak ketinggalan, ada juga karya mengagumkan dari hasil belajar di kelas Baca Tulis al Quran berupa kaligrafi indah yang dipajang sebagai pemanis di lokasi Parenting. 

Alhamdulillah. Pemuda-pemudi Le Cendekia telah menunjukkan kepada kita semua bahwa semua kita mampu berkarya. Dengan dukungan yang tepat, karya-karya besar Insya Allah akan terus tercipta. 

Jangan lelah untuk terus menempa diri, ya!

0

Artikel, Event, Lates News

Kembali ke hari Jumat, Le Muamalah (dulu Le Cafe ‘Food n Drink’ yang kemudian berubah menjadi Le Shop) hadir dalam versi berbeda dengan dagangan yang semakin bervariasi. Diawal diadakannya Le Cafe, hari Jumat pagi adalah waktu paling sibuk dimana adik-adik belajar mempersiapkan lapaknya sendiri mulai dari menyusun meja, memasang tenda, serta menyiapkan administrasi catatan penjualan. Dalam versi terbaru kini, hari Jumat pagi di grup Family LC akan ada informasi mengenai jenis dagangan yang siap dijual kepada khalayak yang selanjutnya direspon oleh orang tua siswa berupa daftar belanjaan yang di’keep’ untuk dititipkan ke adik siswa yang hari ini jadwalnya pulang ke rumah.



Walau dengan konsep berbeda, tujuan tetap sama yaitu membangun kepercayaan diri peserta didik dalam berwirausaha. Jika hasil kebun laku, mereka akan bersemangat merawat kebun yang tentunya melatih keterampilan berkebunnya. Apalagi jika menjual produk hasil tangan sendiri, semangatnya menjadi berkali-kali lipat Insyaa Allah.


Dalam proses belajar berdagang, diharapkan para entrepreneur muda LC ini mampu mengasah banyak keterampilan yang telah didapatnya. Bukan sekadar keterampilan memasak atau membuat karya. Namun lebih dari itu, misalnya mereka mampu memahami konsep matematika dalam menakar bahan yang digunakan, atau menerapkan hasil pelajaran bahasanya dalam membuat iklan atau nama jenis jajanan yang juga berkaitan dengan pelajaran TIK.


Ada pelapak yang hampir tidak pernah absen menjajakan produk tangannya di pasar Le Muamalah semester lalu. Seorang murid SMA kelas X yang baru bergabung diawal tahun ajaran baru 2021 lalu, Alif. Alif mulai senang berjualan makanan sejak SMP dan memilih melanjutkan sekolahnya di Le Cendekia untuk mengembangkan minatnya ini. Ia senang berjualan diawali karena senang memasak. Hobby memasak ini telah mendarah daging sejak duduk di kelas 2 SD.

Dari hobby jadi cuan. Alhamdulillah. Jualan Alif yang sudah dicicipi oleh warga Le Cendekia berupa bola-bola ubi frozen, selai pepaya, pisang nugget frozen, dan sambal sotong ini selalu laku keras setiap dijajakan. Saat ditanya ide jenis jualan ini dari mana, ia mengaku memikirkan sendiri. Untuk resep-resepnya, ia coba dulu di rumah beberapa kali. Jika enak, dijual. Cara membuatnya ia dapat dari internet juga ada dari neneknya langsung.



Sejak mulai berjualan di Le Muamalah, Alif telah mengantongi keuntungan kurang lebih satu juta rupiah. Hasilnya ada yang ia gunakan untuk keperluan sendiri, sebagian diberikan ke orang tua juga ada yang di tabung. Untuk semester ini, Alif memiliki target penghasilan sendiri sehingga ia mencoba terus berinovasi. “Mungkin tahun ini saya akan konsisten dengan satu produk dan ingin membuat brand sendiri”, ungkap Alif yang mengaku senang bisa berpenghasilan sendiri meski kadang lelah menyiapkan produknya ditengah-tengah kepadatan aktifitas di asrama.

Ada juga yang tidak solo karir, mereka berhasil berkolaborasi. Adik-adik kelas VII berhasil bekerja sama untuk menghasilkan produk. Mereka pernah menjual Es Lilin dan Pizza Roti. Bukan hanya produk siswa, ada juga hasil olahan kakak guru yang turut meramaikan. Juga bukan hanya produk makanan yang bisa dijajakan ya… Adik Zidan (Kelas VII) menjual hasil tangannya berupa gelang, tali masker, kalung, gelang, dan kartu kuartet.



Hasil kebun pun selalu diburu oleh orang tua siswa. Hasil kebun organik dan dirawat langsung oleh anak-anak dan kakak guru berupa sereh, jagung pulut, benih/ biji rosella, benih/ biji bunga matahari dan kembang telang, sayur daun singkong, pepaya, dan lainnya. Penghasilan dari penjualan hasil kebun ini dimanfaatkan untuk perawatan kebun.


Ada banyak sekali produk yang telah dijajakan yang tidak sempat minweb tuliskan satu per satu. Sekian yang sempat tercatat membuktikan bahwa kegiatan wirausaha di Sekolah Alam Le Cendekia tetap berjalan sebagai salah satu langkah perwujudan visi kehadiran kami untuk peserta didik. Semoga adik-adik tetap bersemangat dan selalu meneladani Rasulullah yang telah belajar berdagang sejak usia remajanya. Aaamiin.


Nantikan terus ya produk-produk kami🙂

0

Artikel, Event, Lates News, Student Corner

Awal tahun selalu identik dengan musyawarah tahunan atau rapat kerja (RAKER) yang diadakan oleh institusi maupun organisasi sebagai tanda dimulainya harapan baru selama setahun kedepan. Dalam rapat ini, biasanya diadakan refleksi program kerja yang telah dilakukan sebelumnya dilanjutkan dengan penyusunan program-program baru yang lebih segar. Harapan yang tersusun dalam rapat kerja diharapkan menjadi semangat baru bagi seluruh anggota untuk dilaksanakan sebaik-baiknya.

Rapat kerja guru  dan tim Le  Cendekia yang dilaksanakan diakhir tahun, tanggal 28 – 31 Desember 2021 melahirkan program-program yang tentunya lebih fresh untuk disugukan kepada penikmat pendidikan Le Cendekia, siswa-siswi tercinta. Kakak guru terus berinovasi demi tercapainya tujuan pendidikan bagi seluruh warga belajar termasuk memberikan rasa aman dan nyaman di sekolah. Salah satunya adalah dilaksanakannya Rapat Kerja Siswa yang difasilitatori oleh kakak guru untuk menyusun aturan kehidupan berasrama.


Selama sepekan diawal semester genap, diadakan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) ala anak sekolahan yang diperkenalkan dengan istilah Rapat Kerja Siswa Le Cendekia. Ya, kini giliran adik siswa yang melakukan musyawarah untuk keberlangsungan kehidupan mereka di asrama. Minweb tegaskan, siswanya yang rapat, bukan kakak gurunya. Waktunya siswa yang membuat aturan, bukan kakak guru lagi. Mengapa di Le Cendekia berbeda?

Secara sadar, hidup berasrama bagi anak-anak yang membawa kebiasaan dari berbagai latar kehidupan keluarga yang berbeda tentu memerlukan aturan yang seragam yang berlaku di sekolah dan diharapkan menjadi kebiasaan baik untuk dibawa pulang ke rumah. Selama Le Cendekia berdiri, siswa selalu dilibatkan dalam penyusunan aturan bersama kakak guru. Namun pada semester ini, dengan harapan agar siswa benar-benar memeluk aturan bersama maka dibuatlah Rapat Kerja Siswa dimana siswa sendiri yang memimpin dan mengatur berjalannya rapat, serta mencatat dan membuat keputusannya secara musyawarah. Kakak guru mendampingi jika dibutuhkan.



Pokok pembahasan pertama dalam Rapat Kerja Siswa ini adalah Adab Pergaulan, mereka membahas hal-hal yang mereka sukai dan tidak sukai dalam berteman sehingga lingkungan pertemanan yang sehat dan menyenangkan bisa tercipta. Para pemimpin muda ini kemudian memutuskan beberapa hal yang perlu diberikan konsekuensi jika ada yang melanggar diantaranya berkata kasar dan menyentuh/ memakan barang teman tanpa izin. Selanjutnya, adik-adik membahas pembatasan area antara siswa laki-laki dan perempuan demi tidak bercampur baurnya mereka dalam berkegiatan.

Siswa siswi juga membahas mengenai santapan menu harian mereka agar tetap bervariasi dan memberi saran menu kepada penanggung jawab dapur. Keteraturan alat-alat yang dipakai bersama serta jadwal keseharian dan pembelajaran tidak luput dari pembahasan. Termasuk juga ketertiban barang-barang yang dibawa dari rumah, semua dibahas secara detil.

Pembahasan tanggung jawab bersama dalam pemeliharaan fasilitas dan asrama melahirkan daftar panjang saran/ permintaan pemenuhan fasilitas kepada pihak sekolah. Permintaan fasilitasnya cukup sederhana seperti jam dinding yang belum semua kamar miliki juga gantungan baju. Tidak lupa, mereka juga membahas proses pembelajaran sekolah dan aktifitas hari Jumat yang dirasa cukup padat.

Poin-poin pembahasan dalam Rapat Kerja Siswa ini kemudian disosialisasikan kepada seluruh warga LC untuk diperhatikan dan dilaksanakan sebagaimana hasil yang tekah disepakati. Begitulah kami berusaha membangun kepercayaan diri, semangat bermusyawarah, serta memupuk rasa tanggung jawab peserta didik. Semoga dengan langkah yang ditempuh ini, anak bangsa yang dipercayakan orang tuanya untuk tumbuh bersama Le Cendekia memetik hikmah pembelajaran yang bermanfaat bagi kehidupan mereka kini dan nanti.



Itu harapan kami sebagai tim, lalu apa tanggapan adik siswa mengenai Raker ini? Minweb mencoba menggali sedikit kabar dari mereka lho. “Di raker, kami membuat aturan asrama dan konsekuensinya agar kita lebih nyaman berasrama dan bisa menerima konsekuensi lebih ikhlas jika melanggar aturan”. Ocha, kelas IX berharap ini akan efektif karena teman-teman peserta rapat cukup antusias dalam pembahasan meski kadang merasa bosan. Adik-adik merasa sangat berkesan saat menjadi moderator atau notulen rapat karena bisa memimpin rapat. Terima kasih atas kesempatan yang berharga ini, ya, kakak Guru!

0

Artikel, Lates News

Semester ganjil tahun ajaran 2021/2022 berakhir. Hari Jumat, 17 Desember 2021 Sekolah Alam Le Cendekia (Boarding School) mengadakan Le Open House dimana kami mengundang siapa saja yang ingin hadir untuk menyaksikan langsung aktifitas di sekolah termasuk fasilitas yang ada. Kami juga bersiap untuk menjawab pertanyaan mengenai keberlangsungan sekolah kami, tentunya dengan harapan bisa menggaet calon siswa pada tahun ajaran baru mendatang.

Le Open House ini dirancang dengan konsep pameran hasil belajar siswa baik berupa karya, hasil kebun, serta produk makanan. Tamu yang hadir melihat-lihat pameran sembari menikmati produk makanan yang dijajakan di area Le Food. Selain merupakan produk hasil tangan kolaborasi siswa dan kakak guru, tenant langganan juga diajak turut meramaikan.

Le Open House terbuka untuk umum. Seluruh yang hadir boleh melihat-lihat langsung aktifitas siswa serta seluruh area sekolah. Selain keluarga atau kerabat orang tua siswa, turut hadir juga rombongan kelas VI dari Rumah Sekolah Cendekia bersama kakak mahasiswa yang magang. Tamu dari RSC ini melakukan school tour yang didampingi oleh adik siswa LC, rombongan laki-laki dipandu oleh adik Thariq (kelas 8) dan rombongan perempuan dipandu oleh adik Dawi (kelas VII). Selain ruang kelas, mereka diajak berkeliling asrama, kebun, dan kolam ikan.

Adik-adik juga kedatangan tamu special yang datang jauh-jauh dari negeri Jerman. Beliau adalah kak Muflih, seorang engineer di Bidang Mekatronika lulusan Karlsruhe University of Applied Science yang sedang pulang berlibur ke Makassar. Kak Muflih ini berbagi mengenai pengalamannya saat sekolah berasrama diusia SMP dan SMA, saat seusia siswa LC kini. Adik-adik juga mendapat cerita kehidupan Kak Muflih di Jerman, How to Survive in Germany.

Paling special dalam rangkaian acara Le Open House ini adalah tamu yang hadir mendapatkan voucher diskon hingga 50% Uang Pangkal untuk pendaftar siswa baru tahun ajaran 2022/2023. Sebagai informasi, Sekolah Alam Le Cendekia (Boarding School) telah membuka pendaftaran siswa baru sejak November lalu. Ada banyak diskon yang berlaku jika calon siswa mendaftar sebelum akhir tahun ini. Pendaftar bisa mendapat diskon 50% untuk Hafidz 3 juz, diskon 40% untuk siswa berprestasi, dan 30% untuk siswa diluar kategori tadi. Bahkan, khusus untuk alumni Le Cendekia dan Rumah Sekolah Cendekia mendapat tambahan diskon lagi. Sebarkan informasi berharga ini kepada yang membutuhkan ya, teman-teman!

Le Food area adalah titik yang selalu ramai. Hari bisa jajan sehat mulai dari makanan lokal, khas Jepang, hingga barat. Untuk produk siswa dan guru, hadir kembali Num Noms (kolaborasi siswa kelas VIII dan IX) yang menjual puding sedot rasa mangga dan coklat, thai tea, dan risoles. Cabe risolesnya dipetik langsung di kebun sekolah, lho. Ada juga jualan Faigan (kelas VII) dan Amal (kelas VIII) berupa mpek-mpek yang rasanya gurih dengan saos pedas manis yang bikin nagih. Siswa kelas VII tidak ketinggalan, mereka menghadirkan Es Lilin yang mereka olah dari kembang telang dan ubi ungu hasil kebun sekolah. Xaabir (kelas VII) yang menjual bakso pentolan lengkap dengan sambal super pedas, kecap, dan saos kacangnya. Selain produk makanan dan minuman, Naufal (kelas VIII) menjual karyanya berupa gambar. Ada juga karya Oshibana yang dibingkai mirip lukisan serta sampul buku catatan. Sirup Rosella dan Tortilla Singkong hasil kolaborasi siswa dan guru juga tidak ketinggalan.

Le Food Area pun diramaikan oleh tenant langganan yaitu Dapur Mam Denisa yang menjual bakso goreng dan brownies. Yukai Kitchen hadir kembali dengan Tuna Mentai yang cocok jadi santapan siang serta menu barunya, Hotteok dengan varian coklan dan green tea. Mother Prayer yang menjual aneka burger dengan isian yang enak serta minuman kopi, coklat, lemon tea, dan soda tetap mengambil bagian dengan Food Trucknya yang langsung mengambil perhatian. Yang tidak kalah mencuri perhatian adalah kehadiran Fatahillah (alumni Angkatan II) yang menjual martabak kari ayam yang sudah akrab dengan lidah keluarga LC. Tentunya ludes terjual dalam waktu singkat. Didukung dengan cuaca yang cerah, pengunjung bisa menikmati hasil jajannya di gazebo yang tersebar di halaman sekolah ditemani semilir angin dan sejuknya udara.


Siang hari, tibalah waktu adik-adik dijemput oleh orang tua. Hari ini adalah hari terkahir bersekolah di semester ganjil, penjemputannya tentu berbeda. Sebelum pulang, mereka mempresentasikan hasil belajar selama semester dari report belajar yang telah disusun oleh kakak guru. Yap, pemuda pemudi tangguh ini yang menjelaskan hasil belajarnya kepada orang tua masing-masing karena merekalah yang bertanggung jawab atas perjalanan menuntut ilmunya di sekolah. Kelak, seluruh yang dijalani akan dipertanggungjawabkan oleh masing-masing kita, bukan?


Le Open House hadir atas kerja sama siswa dan kakak guru yang mempersiapkan banyak hal. Terima kasih kakak guru, adik siswa, dan pengunjung yang hadir. Selamat berlibur, sampai bertemu di semester genap yang penuh kejutan.

0

Artikel, Event, Lates News

Hari Pangan Sedunia diperingati setiap tahun pada tanggal 16 Oktober di lebih dari 150 negara untuk menciptakan kesadaran dan tindakan dalam rangka pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang merupakan komitmen global dan nasional sebagai upaya untuk menyejahterakan masyarakat. Salah satu poin SDGs bertujuan untuk mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan, memperbaiki nutrisi dan mempromosikan pertanian yang berkelanjutan.

Hari Sabtu, 16 Oktober 2021, Sekolah Alam Le Cendekia (Boarding School) menyelenggarakan Peringatan Hari Pangan Sedunia 2021 sebagai bentuk partisipasi aktif yang bertujuan untuk meningkatkan dampak kolektif kepada masyarakat sekitar Desa Pakatto Kecamatan Bontomarannu Kabupaten Gowa untuk turut mengawal aksesibilitas dan keterjangkauan makanan sehat untuk semua, diproduksi dan diproses secara berkelanjutan. Transformasi sistem pangan dan solusi inovatif kita yang bergerak lebih dari sekadar solusi teknis.

Peringatan Hari Pangan Sedunia yang bertajuk Le Food Fest 2021 ini diawali dengan sambutan dari pembina sekolah dari Yayasan Hexa Mulia Cendekia, Andi Olle Mashurah yang memaparkan pandangan dan harapan mengenai program olahan pangan. Selanjutnya Kepala Desa Pakkatto memberikan sambutan yang hangat serta dukungannya kepada Sekolah Alam Le Cendekia untuk terus melaksanakan fungsi edukasinya yang tentu berdampak pada masyarakat setempat. Dukungan yang sama juga disampaikan oleh Kepala Camat Bontomarannu (mewakili) untuk berkolaborasi dan memanfaatkan sumber daya alam yang kaya khususnya di daerah kecamatan Bontomarannu ini.


Ungkapan kebanggaan pun terlontar dari Kepala Dinas Pendidikan Gowa (mewakili) yang mengaku bangga bisa menyaksikan acara festival dengan berbagai macam hasil kebun sekolah yang tersaji dalam berbagai olahan.

Diakhir acara pembukaan, diadakan peluncuran logo produk kebun sekolah dengan nama “Le Keboon”. Sebelumnya, sekolah mengadakan sayembara pembuatan logo yang terbuka untuk kakak guru, siswa, dan alumni. Pemenang sayembara ini adalah Bulqis, siswa kelas X yang memang sangat mencintai dunia desain grafis. Selamat ya adik Bulqis. Semoga hadiahnya bermanfaat dan memotivasi untuk terus berkarya, juga bisa menginspirasi teman-teman lain untuk terus mengasah potensi yang ada pada diri masing-masing.



Setelah acara pembukaan, beberapa rangkaian acara yang telah dipersiapkan dengan matang pun dimulai. Rangakaian acara pertama adalah dialog interaktif bertema Mandiri dan Berdaya dengan Bahan Pangan Lokal dengan pembicara Prof. Dr. Ir. Amran Laga, MS (Dosen Ilmu Teknologi dan Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin) dan Ferdi Mochtar, S.Pt, M.Sc, PhD. (Plt ka Dinas Ketahanan Pengan Kota Makassar). Dialog ini mengajak para peserta untuk melek pangan dan memanfaatkan potensi yang ada disekitar untuk diolah. Potensi bahan lokal di sekitar kita banyak yang tidak digunakan, bahkan diabaikan karena ketidaktahuan, serta ketergantungan masyarakat yang sangat besar pada terigu yang semua bahan bakunya diimpor.

Diselingi dengan lomba mewarnai Totebag dan membuat Oshibana (merangkai bunga kering), acara selanjutnya yang tidak kalah menarik adalah Meracik Teh dan Tisane bersama artani.id. Dari workshop ini, peserta dibikin melek lagi tentang racik meracik teh yang perlu tips dan trik dengan bahan macam-macam, bukan hanya teh yang selama ini lazim dikenal.

Kalau menurut minweb nih, yang paling sayang dilewatkan di Le Food Fest ini selain welcome drink (teh sereh jahe dan teh kembang telang) serta sajian nasi pelangi yang diwarnai dengan pewarna alami, ada cindermata alias souvenir yang dibagikan kepada tamu undangan yang hadir. Souvenirnya berisi aneka bibit (stevia, mint, rosella, bunga matahari mini), benih bunga telang dan rosella, serta 250 ml ecoenzym. Jika benih dan bibit tumbuh subur serta ecoenzymnya digunakan sesuai fungsi, kemudian nanti tanamannya bermanfaat bagi yang menanam lalu menghasilkan benih dan bibit baru lagi, tercapailah salah satu mimpi sederhana, ketahanan pangan.

Rangkaian acara dari pagi hingga menjelang sore ini tentu tidak lengkap tanpa kehadiran para tenan yang menyediakan berbagai penganan untuk dinikmati para tamu, tentunya dengan merogoh isi dompet. Hadir Yukai Kitchen yang menyediakan jajanan khas Jepang, Mother Prayer dengan berbagai macam jenis burgernya, Diz’ drink dengan korean milknya, Dayyan Kitchen dengan minuman dan snacknya, juga tenat-tenant lainnya yang digawangi oleh kakak guru dan adik-adik siswa termasuk hasil belajar kelas X dalam program Agroteknologi yaitu T-Preneur, Magis Shop, Remedy, LePaya, Dapur Denisa, NumNom, Athursdye, Dimsum dan Kebab.

Kegiatan ini tentunya adalah hasil kerja kreatif kolaborasi antar kakak guru dan adik-adik siswa yang turut aktif dalam persiapan hingga berjalannya acara. Ada yang menjadi pembawa acara, tim dokumentasi, tim keamanan, dan lainnya. Satu lagi proses belajar langsung yang tidak didapatkan di dalam kelas untuk adik-adik siswa tercinta. Semoga selalu bersyukur menjadi siswa Le Cendekia ya dik.


Akhir kata, Bijak Konsumsi, Sehatkan Bumi!

0

Artikel, Event, Lates News

Sampah dan pengelolaannya adalah hal yang esensial untuk diperhatikan bagi kita semua, khususnya kami sekolah berasrama. Dari bangun tidur hingga tidur lagi, tentu dalam sehari ada saja sampah yang dihasilkan. Di Le Cendekia, kami menghasilkan cukup banyak sampah walau telah berusaha menguranginya.

Untuk limbah dapur, telah disediakan komposter sehingga limbah organik dapur dapat melalui pengomposan yang dimanfaatkan untuk tanaman di kebun sekolah. Juga pembuatan Eco Enzym dari kulit buah yang hadir setiap hari dari snack buah untuk adik siswa dan kakak guru. 


Untuk sampah plastik, kaleng, dan lainnya kami akui, kami belum mampu mengelolanya dalam jumlah cukup banyak. Program Reuse, Recycle, dan Reduce telah diupayakan seperti pemanfaatan jerigen bekas sebagai wadah pembibitan serta digunakan untuk pembelajaran dengan membuat prakarya dan bahan praktikum. Jika sangat menumpuk, sampah plastik akan dibakar.

Kami sadari tentu tindakan ini merusak ekosistem, kami terus mengupayakan pengurangan sampah dengan mengajak adik siswa untuk membuat ecobricks dari sampah  snack yang dibawa dari rumah. Bahkan adik-adik berusaha membawa snack tanpa sampah ke asrama. Namun sampah masih terus menumpuk.

Mall Sampah sebagai wadah platform digital dalam sektor pengelolaan sampah daur ulang kami rasa telah menjadi jawaban terbaik bagi kami untuk mengatasi masalah sampah yang menumpuk dan minim pengelolaan di asrama saat ini. Alhamdulillah, gayung bersambut. Pihak Mall Sampah bersedia memaksimalkan pengelolaan sampah di asrama secara rutin dengan melakukan penjemputan setiap bulan dan melakukan daur ulang. Sama seperti jika parents menggunakan aplikasi mall sampah pada gawai masing-masing, pengepul sebagai mitra Mall Sampah akan menjemput sampah parents. Sampah tersebuh ditukar dengan nominal rupiah sesuai dengan kriteria sampah yang dijemput. Alhamdulillah, dari sampah jadi cuan 🤑

Ceremonial bentuk kerja sama ini terlaksana di asrama Le Cendekia Pakkatto, tanggal 25 September 2021. Diawali dengan sambutan oleh Wakil Direktur bagian Humas Sekolah Alam Le Cendekia kak Nur Syamsul, dilanjutkan dengan sharing session tentang urgensi dan kepedulian terhadap sampah masa kini oleh dosen Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin Kak Nurul Masyiah Rani Harusi serta penandatangan perjanjian kerja sama antara kak Adi Saifullah Putra selaku Direktur Utama Mall Sampah dan kak Asriadi Sakka selaku Direktur Sekolah Alam Le Cendekia. Diakhir acara, ada juga penjelasan mengenai kriteria sampah yang bisa dijemput oleh pengepul berikut harga perkilonya serta penjelasan singkat mengenai proses daur ulangnya. Jadi sampah botol plastik bahkan ada kriteria juga lho, ada yang termasuk botol plastik berwarna dan tidak.

Adik-adik dan kakak guru mendapat ilmu dan pengalaman lagi. Alhamdulillah… Semoga kelak Le Cendekia bisa mengelola sampahnya sendiri deh. Biar sampah-sampah masyarakat umum saja yang dikelola Mall Sampah😬 Sukses terus Mall Sampah, terima kasih telah bekerja keras untuk bumi yaa.

0

Artikel, Event, Lates News

Usia berapa panitia pemotongan hewan qurban di tempat parents? Di tempat minweb sih panitianya rata-rata usia dewasa. Usia remaja cukup membantu sedikit-sedikit, paling banyak kebagian menjadi tim distribusi daging ke rumah warga.


Di Le Cendekia, panitia utamanya justru usia SMP dan kelas X SMA. Mereka bisa apa? Dari proses membantu pemotohan hewan qurban, menguliti, memotong kecil-kecil, menimbang, mengemas, hingga pendistribusian termasuk pengawasan dan dokumentasi semua dipercayakan ke adik siswa dengan pendampingan kakak guru. Terkecuali tukang jagalnya, ini didatangkan khusus. Tugas ini perlu pengalaman yang mumpuni, tapi bukan tidak mungkin beberapa tahun kedepan ada adik siswa yang berlatih menjadi jagal setelah menyaksikan proses penyembelihan qurban secara langsung.



Setelah berlebaran bersama keluarga di rumah masing-masing, sore harinya adik-adik kembali ke asrama untuk mempersiapkan proses pemotongan daging qurban yang akan dilaksanakan esok hari di asrama. Ini adalah kegiatan yang dinanti-nantikan setiap tahunnya. Pengalaman berbagi yang sungguh mengesankan.


Sebanyak 2 ekor sapi dan seekor kambing yang disembelih. Kita intip yuk pelaksanaan pemotongan hewan qurban di asrama Sekolah Alam Le Cendekia…

 

Proses penyembelihan hewan qurban oleh tenaga berpengalaman.

Menguliti kulit kambing tentu perlu keahlian khusus, hati-hati dagingnya ikut terpisah…


Area penimbangan sekaligus belajar berat daging yang pelu dibagi.

Area pemotongan kecil.

Area pengemasan. Setelah ditimbang, daging dikemas untuk siap didistribusikan.


Ada divisi menghias juga ternyata. Ini akan Menambah nilai lebih kepuasan memberi jika kemasan terlihat indah.

Daging qurban siap didistribusikan. Masya Allah. Pengemasan daging qurbannya sungguh ciamik ya. Dihias seperti hampers kekinian dengan hiasan rangkaian ilalang dan kartu ucapan. Rangkaian ilalang ini dikumpulkan dari halaman sekolah loh…


Wadah daging yang akan dibagikan sangat menarik perhatian minweb. Bentukannya berbeda-beda karena ini adalah hasil karya adik-adik bersama keluarga saat pulang ke rumah untuk lebaran. Macam-macam idenya sesuai syarat dan ketentuan dari kakak guru, yaitu terbuat dari bahan alam dan tidak dibeli. Ada yang dari anyaman daun pandan, daun pisang, daun kelapa, daun mangga, juga ada yang membuatnya dengan buah labu. “Biar sekalian jadi sop daging labu”, katanya.  Unik dan tidak ada lagi sampah plastik dari pendistribusian daging ini.

Alhamdulillah.

Daging-daging dengan kemasan menarik hati kemudian dibagikan ke rumah warga di sekitar asrama.

 


Alhamdulillah, saatnya menikmati olahan masakan daging qurban. Semoga lelah-lelah hari ini mendapat berkah dan terhitung pahala disisi Allah.

Terima kasih atas kerja ikhlasnya adik-adik!

0

Artikel, Lates News, Student Corner

Siapa bilang hanya negara yang butuh wakil rakyat? Di sekolah, tempat anak belajar bermasyarakat pertama kali tentu butuh wakil yang dapat mewakili aspirasi dan membantu penyelesaian masalah yang kerap terjadi antar siswa dan warga sekolah yang lain.


Di Le Cendekia, kami menyebutnya wakil siswa. Mereka dipilih secara langsung oleh seluruh warga sekolah. Tugas utama wakil siswa ini sendiri adalah menyampaikan aspirasi siswa kepada kakak guru, menjadi jembatan informasi dari kakak guru ke teman siswa yang lain, termasuk memandu pelaksanaan rapat besar se-warga  Le Cendekia yang dikenal dalam agenda Le Share n Care.

 

Telah berlangsung Pemilu Raya se-LC pada hari Kamis, 15 Juli 2021 untuk memilih wakil siswa periode tahun ajaran 2021-2022. Sebanyak 10 siswa menjadi kandidat wakil siswa dalam pemilihan ini, ada yang dicalonkan teman juga ada yang mencalonkan dirinya sendiri. Ya, mereka bisa mencalonkan dirinya sendiri untuk dipilih, tanda adik-adik percaya akan kemampuannya menjadi wakil siswa. Bahkan, pada Pemilu kemarin, ada salah seorang adik siswa yang mengaku menyesali dirinya saat SD tidak berani mencalonkan diri karena merasa malu. Saat ini ia berhasil menjebol tembok rasa malunya. Proud!



Para calon wakil siswa ini masing-masing memaparkan visinya jika terpilih sebagai wakil siswa sebagai pertimbangan bagi warga untuk memilihnya. Ada yang ingin menciptakan LC yang lebih baik, menjadi contoh yang baik,mengakui dirinya telah berpengalaman, akan berlaku adil, dan ada juga yang ingin mencari pengalaman baru. Pengalaman sebagai wakil siswa tentu tidak akan terlupakan ya, siapa yang tahu akan ada juga yang akan menjadi wakil rakyat nanti.

Pemilu raya ini berlangsung semi daring karena sebagian warga masih belajar di rumah. Salah seorang kandidat bahkan mengenalkan dirinya melalui video call. Siswa yang masih belajar daring di rumah memenuhi hak suaranya melalui chat whatsapp. Kakak guru, staf, dan tim juga mendapat hak suara loh. Bagi yang sedang tidak berada di asrama, juga memenuhi hak suaranya melalui pesan teks. Adik spesial pun ikut memilih dibantu oleh kakak guru pendamping khusus. Semua memilih.

Adik Siswa Spesial Memilih Dengan Bantuan Pendamping

 

Hebat sekali para kandidat wakil siswa Le Cendekia ini, saat perhitungan suara berlangsung, mereka duduk berdekatan. Seperti saling mendukung satu sama lain dan ikhlas atas apapun hasil akhirnya. Mereka tahu, mereka bukan bersaing. Mereka paham, mereka sedang belajar.


Akhirnya terpilihlah 5 wakil siswa yang akan menjalankan amanah ini dengan penuh dedikasi. Wakil siswa dengan jumlah pemilih terbanyak dicalonkan oleh teman-temannya, bahkan yang bersangkutan tidak hadir di tempat pemilihan. Selamat menempa diri sebagai wakil dari teman-temanmu, adik-adik! Semoga dengan tanggung jawab yang diemban ini menjadi jalan tumbuhnya pemimpin-pemimpin terbaik umat Islam dan Indonesia di masa depan. Paling penting, menjadi pemimpin yang baik bagi diri sendiri sebagai hamba Allah. Barakallahu fiikum.


0

Artikel, Lates News

Hari libur sekolah dimanfaatkan dengan baik oleh tujuh siswa Le Cendekia bersama siswa Sekolah Alam lainnya dengan jalan-jalan ke luar negeri secara virtual. Mereka berkumpul dalam aplikasi zoom, mendengar kisah seorang teman muslim yang bermukim di Toronto, Kanada.


Sekolah Alam Indonesia dalam event English Sharing Session mengadakan diskusi bertema “Living as Moslem in Florida USA and Toronto Canada”. Event ini bertujuan untuk melatih keterampilan mendengar dan berbicara dalam Bahasa Inggris para pesertanya.


Pembicaranya adalah Sister Aifa, ia bersekolah di Toronto. Aifa menceritakan kehidupannya sebagai seorang muslimah di Toronto dan Florida, terutama saat Ramadhan tiba.


Saat sesi tanya jawab, Annisa, salah seorang siswi Le Cendekia yang mengikuti seminar ini, menanyakan secara langsung perihal bagaimana kehidupan muslim di Toronto terutama dalam hal berhijab bagi perempuan. Adik-adik siswa Le Cendekia lainnya juga turut memberikan sejumlah pertanyaan dalam kolom obrolan zoom dalam berbahasa Inggris.


Alhamdulillah, selain melatih kemampuan speaking dan listening, adik-adik siswa juga melatih keberanian dan kepercayaan dirinya.Tujuh Siswa Le Cendekia Ke Luar Negeri.


Hari libur sekolah dimanfaatkan dengan baik oleh tujuh siswa Le Cendekia bersama siswa Sekolah Alam lainnya dengan jalan-jalan ke luar negeri secara virtual. Mereka berkumpul dalam aplikasi zoom, mendengar kisah seorang teman muslim yang bermukim di Toronto, Kanada.


Sekolah Alam Indonesia dalam event English Sharing Session mengadakan diskusi bertema “Living as Moslem in Florida USA and Toronto Canada”. Event ini bertujuan untuk melatih keterampilan mendengar dan berbicara dalam Bahasa Inggris para pesertanya.


Pembicaranya adalah Sister Aifa, ia bersekolah di Toronto. Aifa menceritakan kehidupannya sebagai seorang muslimah di Toronto dan Florida, terutama saat Ramadhan tiba.


Saat sesi tanya jawab, Annisa, salah seorang siswi Le Cendekia yang mengikuti seminar ini, menanyakan secara langsung perihal bagaimana kehidupan muslim di Toronto terutama dalam hal berhijab bagi perempuan. Adik-adik siswa Le Cendekia lainnya juga turut memberikan sejumlah pertanyaan dalam kolom obrolan zoom dalam berbahasa Inggris.

Bahasa Inggris sebagai bahasa Internasional menjadi salah satu keterampilan yang diharapkan dapat dikuasai oleh siswa kami. Di Le Cendekia, diadakan English Day yang dilaksanakan dihari-hari tertentu. Tentunya untuk melatih siswa meningkatkan keterampilan berbahasa inggrisnya dengan baik dan percaya diri.


Adanya event yang diadakan oleh Sekolah Alam Indonesia (SAI) ini menjadi wadah bagi siswa kami untuk terus berlatih. Kami tentu juga sangat bersyukur telah mendapat kesempatan bergabung pada kegiatan yang diinisiasi oleh siswa jenjang kelas VII SAI. Sekolah Alam Indonesia ini merupakan sekolah alam pertama di Indonesia yang kini sekarang tersebar di beberapa kota di Indonesia.


Sekolah Alam Le Cendekia baru menginjak tahun ke 4 -nya. Kami berharap bisa terus bersinergi bersama jaringan sekolah-sekolah alam di Indonesia dalam ikhtiar mewadahi pendidikan anak Indonesia.

0

Artikel

Home Economy merupakan salah satu program Unggulan dari Le Cendekia. Sebuah upaya menggaungkan pentingnya berwirausaha sejak muda, sebagaimana Rasulullah yang memulai berdagang di usianya yang masih muda. Salah satu produk Home Economy yang lahir di tengah Covid-19 adalah @de.sruput.

Owner @de.sruput mendapatkan kehormatan untuk mempresentasikan Home Economy, salah satu program unggulan Le Cendekia di depan para orangtua siswa baru dan keluarganya saat penerimaan siswa baru secara resmi, kemarin di Kampus Pakatto Gowa.

Dengan penuh percaya diri, putri ibu Surdatwiyati Khomeiny ini (SMP, kelas 8) menguraikan bagaimana ia menjalankan usahanya berbekal modal seratus ribu yang dipinjamkan dari sekolah. Ia melakukan semuanya, mulai dari memikirkan ide ‘sesuatu’ yang akan dibuat, lalu mencari dan membeli kemasan yang dianggapnya cocok, mendesain sendiri label kemasan, hingga memasarkannya di instagram.

Apa hanya dia seorang yang melakukannya? Tentu tidak, Hal yang sama juga dilakukan oleh putra ibu Tenri Baharuddin nun jauh di Bone sana, juga siswa siswi lainnya. Kami mendorong semua siswa untuk mengmbangkan kemampuan enterpreunership-nya melalui program home economy, bahkan di tengah pandemic. Home Economy adalah bagian dari aktivitas kurikulum Bisnis yang dijalankan di Sekolah Alam, termasuk Le Cendekia. Aktivitas ini didukung dengan sangat baik oleh semua orangtua siswa, dengan ramai-ramai membeli produk yang turut memeriahkan kegiatan PSB kemarin.

Keren ya… Sukses terus buat @de.sruput, semoga terus berkembang yaaa..

0