SEARCH
Your address will show here +12 34 56 78
Artikel, Event, Lates News
Momentum Ramadan bersama keluarga selalu membawa jejak rindu ketika kita sudah memiliki kehidupan sendiri yang jauh dari rumah. Begitu pula yang dirasakan oleh beberapa siswa kami yang menjalani hari-hari berpuasanya bersama keluarga (teman-teman dan kakak guru) di asrama. Namun, hanya pemuda pemudi tangguh yang mampu melaluinya.

Program Ramadhan di Le Cendekia menyajikan kegiatan yang berbeda pada bulan Ramadhan tahun ini. Siswa-siswi dijadwalkan berada di asrama selama 3 pekan tanpa pulang diakhir pekan sebagaimana jadwal biasanya. Duh, rindu rumah banget nggak tuh?


Ternyata hanya bayangan minweb saja. Coba pandangi wajah-wajah sumringah dari foto-foto mereka dibalik kamera pada tulisan-tulisan minweb selama bulan Ramadhan, bahagia bukan?


Kerja keras kakak guru nih, menjadikan hari-hari di asrama lebih menyenangkan. Masya Allah. Aktivitas apa sajakah yang berhasil membakar semangat mereka? Minweb paparkan dalam beberapa tulisan setelah postingan ini ya.

Check it out...
0

Event, Lates News

Sekolah dan orang tua bermitra untuk menyediakan fasilitas pendidikan bagi anak. Pengasuhan bukan melulu urusan orang tua, juga bukan sepenuhnya diserahkan kepada sekolah ketika orang tua memutuskan untuk menyekolahkan anaknya di sebuah lembaga pendidikan tertentu. Pendidikan adalah tanggung jawab kita bersama.

Konsep berasrama selama 5 hari yang dilaksanakan di Sekolah Alam Le Cendekia dan selebihnya siswa pulang ke rumah, merupakan salah satu ikhtiar kerja sama dalam pengasuhan seorang anak. Orang tua diharapkan tetap mengambil perannya dalam membersamai tumbuh kembang ananda di usia remajanya.

Le Cendekia dan Rumah Sekolah Cendekia baru-baru ini melaksanakan training parenting yang mengajak orang tua kembali memaknai perannya sebagai orang tua yang membesarkan calon generasi pemakmur bumi. Seminar bertajuk “Orang tua shalih siap mengemban amanah sebagai khalifatullah fil ardh” mengundang Abah Ihsan, penulis 5 buku best seller bertema pengasuhan dan pendidikan anak, sebagai pemateri.

Training parenting as teacher ini dilaksanakan hari Ahad, 5 Maret 2023 di Baruga Anging Mamiri, Kantor Pemerintah Kota Makassar. Event ini berhasil membuka mata orang tua yang selalu haus belajar demi tanggung jawab di hadapanNya. Mewakili orang tua yang hadir, salah seorang peserta minta diberi kabar jika Le Cendekia mengadakan kegiatan serupa. Ada juga yang memberi saran agar rutin diadakan setiap tahun.

Yang tak pernah ketinggalan, siswa Le Cendekia khususnya siswa SMA turut melibatkan diri. Mereka berinisiatif menjadi pendamping pada kids corner. Masya Allah orang tua jadi tenang deh belajarnya.

Alhamdulillah, minweb turut bersyukur atas pelaksanaan acara yang  memuaskan.

Semoga kita semua tidak pernah  berhenti belajar.

0

Event, Lates News

Jadwal kegiatan selama pelaksanaan kelas percobaan ini diatur agar sama dengan jadwal keseharian siswa-siswi di asrama seperti makan malam di sore menjelang malam dilanjutkan bersih-bersih diri lalu bersiap kegiatan di Masjid yaitu sholat Magrib kemudian halaqoh mengaji lalu sholat Isya dilanjutkan kajian ayat dan ditutup dengan nonton film bareng. Tidak lupa, peserta mendapatkan waktu untuk menelpon orang tuanya memberi kabar baik atas keseruan yang dialami satu hari.

Setelah beristirahat, merasakan kenyamanan tidur di asrama, adik-adik memulai harinya dengan sholat Lail lalu menunggu sholat subuh dan dzikir pagi di masjid. Cerita kak Agus (kakak guru pendamping), ada salah seorang peserta yang begitu bersemangat ke Masjid untuk sholat Lail bahkan sebelum waktunya. Bahkan saat tiba waktu ke masjid, adik-adik begitu bersemangat.

Pagi harinya, adik-adik ikut mengurus kebun dan memberi makan hewan ternak. Perkara kegiatan beternak, saat ditanya kegiatan yang kurang menyenangkan, beberapa peserta putri mengaku tidak senang masuk ke kandang ayam. Bahkan mungkin menjadi pengalaman pertama mereka masuk ke kandang ayam. Berbeda dengan peserta putra yang begitu senang memberi makan ayam, terutama bayi-bayi ayam.

Akhir kata, Alhamdulillah pelaksanaan kelas uji coba untuk calon siswa telah terlaksana. Sampai bertemu di program seru lainnya.

0

Event, Lates News

Toppa adalah nama bukit yang menjadi tempat yang banyak dikunjungi oleh masyarakat untuk sekadar menguji nyali menaiki bukit, pun healing menikmati indahnya pemandangan Kabupaten Gowa dari atas bukit. Jalan menuju Bukit Toppa cukup dekat dari asrama.

Dihari kedua, aktivitas yang ditunggu-tunggu adalah rihlah ke Bukit Toppa, bukit terdekat dari asrama Le Cendekia yang jika berhasil didaki, maka pemandangan sekitar tersajikan dengan sangat indah. Perjalanan ke Bukit Toppa membutuhkan keberanian menghadapi tantangan jalan yang mendaki serta kaki yang cukup kuat untuk menaiki anak tangga yang jumlahnya tidak sedikit.

Tidak sedikit peserta mengeluhkan medan yang tidak mudah namun mereka juga mensyukuri nikmat yang tersajikan saat berada di atas. “Pergi ke bukit Toppa melelahkan, tapi menyenangkan”, ungkap Aulya, salah seorang peserta.

Dzizi peserta calon siswa SMP juga mengungkapkan bahwa perjalanan ke Bukit Toppa membuatnya lelah dan merasa sesak namun “Pemandangan di atas bukit keren-keren”, katanya.

Semoga menjadi pengalaman berkesan sekaligus liburan yang menyenangkan, ya adik-adik.

Nah, pulang dari Bukit Toppa, ada agenda permainan seru yang berhadiah yang juga dirangkaikan denganpengenalan kelas-kelas dan aktivitas khas Le Cendekia yaitu Kelas Fotografi/Vidiografi, Memasak, Crafting, Agroteknologi, Menulis, dan lainnya.

Sekali lagi, ini ikhtiar kami untuk memperkenalkan kehidupan berasrama sebelum benar-benar hidup sebagai warga asrama nantinya Insya Allah. Semoga Allah ridhoi dan berkahi, Aaamiin.

0

Event, Lates News

Siang hari setelah sholat dan makan siang, peserta diperkenalkan dengan lingkungan sekitar sekolah termasuk asrama dan bagian-bagiannya, area kebun, area kelas, serta area peternakan dan komposter. Selanjutnya peserta mengikuti rangkaian jelajah Oshibana.

Oshibana merupakan seni merangkai bunga dari Jepang. Dalam jelajah Oshibana ini, peserta  mengumpulkan bagian-bagian tanaman yang menarik untuk dikeringkan lalu dirangkai menjadi hiasan yang indah. Pada kesempatan ini, mereka merangkai daun dan bunga yang telah dipersiapkan oleh tim.

Bagi beberapa peserta, kegiatan membuat Oshibana menjadi kegiatan yang disukai. “Bunganya bagus, saya senang memetik bunga”, cerita Asha. Adik-adik menjelajah sekitar asrama untuk mencari bahan yang dibutuhkan sekaligus mempelajari berbagai jenis tanaman.

Alhamdulillah, membuat hiasan menarik yang bisa dibawa pulang sebagai oleh-oleh.

0

Artikel, Event

Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru Sekolah Alam Le Cendekia mengadakan Trial Class untuk mengenalkan sebagian besar aktivitas di asrama kepada calon peserta didiknya. Kelas Percobaan tahap pertama untuk tahun ajaran 2023/2034 ini terlaksana pada tanggal 24-25 Februari 2023 kemarin. Peserta kelas terdiri dari 11 calon siswa termasuk calon siswa SMP dan SMA baik yang telah mendaftar sebagai calon siswa maupun yang masih ingin memantapkan hatinya.

Trial Class  ini diadakan untuk memperkenalkan para calon peserta didik bagaimana keseharian di asrama mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali. Karena sudah merasakan keseruan di asrama, mereka diharapkan telah bisa membayangkan kehidupan barunya sebagai siswa Le Cendekia. Bakal siswa nantinya tidak serba kaget saat menjalani hari-harinya sebagai warga asrama.

Persiapan trial class dilakukan sungguh-sungguh sebagai ikhtiar untuk menarik hati calon peserta didik maupun orang tuanya. Peserta disambut dengan hangat oleh kakak guru yang bertugas, wakil siswa, serta mahasiswa peserta magang dari Universitas Negeri Makassar. Sebelum penyambutan secara resmi, peserta mengikuti kegiatan sesuai jadwal siswa dihari Jumat yaitu Sholat Jumat berjamaah di Masjid Le Zahara, makan siang, dan Ladies Talk bagi siswa perempuan.

Minweb akan menjabarkan keseruan Trial Class ini dalam beberapa kiriman.
Silakan dibaca pada artikel selanjutnya ya.

0

Artikel, Event, Lates News

Le Food Fest 2022 dimeriahkan dengan pelaksanaan beberapa lomba yang targetnya adalah siswa SD, SMP, SMA, juga siswa LC dan keluarga. Ada lomba Rangking I dan Lomba Poster. Kami juga merencanakan Lomba Masak Bareng Ayah lho, namun sayang sekali hanya satu pendaftar. Dear Ayah, momen ini langka, namun, semoga tahun depan ada lagi ya.


Lomba Rangking I diadakan langsung di lokasi kegiatan. Lomba ini di-handle langsung oleh siswa dan kakak guru dengan mengajukan pertanyaan seputar pengetahuan umum. Dari 20 peserta yang mengikuti lomba, keluar sebagai pemenang Ahmad Rindra Avicenna dari SDIT AL FITYAN GOWA, Adelia Janeeta Sakir asal SDI Bontomanai, dan Rifka Nur Aqilah dari SDI Bontomanai. Barakallahu fiikum anak-anak hebat.

Selain rangkaian acara yang pada di hari Sabtu yang terik, ada juga lomba yang bisa diikuti oleh siswa-siswi SMP dan SMA seluruh dunia. Syaratnya cukup memiliki kartu tanda siswa, memiliki akun instagram, dan membuat poster. Poster apakah itu? Poster digital dengan tema Natural Food Colorong; A Healthier Alternative to Artificial Food. Jadi peserta diminta membuat poster dengan tema pewarna alami untuk makanan yang sehat dan tentu saja indah dipandang. Menantang nih, apalagi pesertanya usia pemuda-pemudi yang terpapar banyak sekali jajanan warna-warni yang belum tentu sehat diluar sana.


Surprisingly, banyak dong anak muda yang masih melek dengan pewarna alami. Selamat kepada Faris Aprillah dari SMK SMTI Makassar sebagai pemenang pertama lomba poster digital ini. Ia memperkenalkan Umbi Bit yang bisa menjadi pewarna es krim, bolu, dan puding. Selanjutnya pemenang kedua ada pewarna biru dengan sejuta khasiat yaitu Kembang Telang yang posternya dibuat menarik dibaca oleh Afiiqa Zahra Asyura Khomeiny dari SMA Hello Motion, Tangerang Selatan. Juga ada Syaikah Asilkah dari SMK SMTI Makassar sebagai pemenang ketiga yang mengangkat Labu Kuning alias Waluh sebagai pigmen alami yang bisa dibuat menjadi pasta lalu dicampurkan diberbagai bahan makanan. Selamat telah memperluas cakrawala orang-orang yang membaca poster digital yang telah kalian buat ya, adik-adik.

Dibalik kegiatan hebat yang berjalan sukses ini, ada peluh semangat tim, kakak-kakak guru dan adik-adik Le Cendekia. Allah balas pahala berlipat ganda, Insyaa Allah. Aaamiin.

Izinkan minweb mengetikkan pesan dari kakak guru Lisa Angriani sebagai Penanggung Jawab Event Le Food Fest, “Alhamdulillah. Kegiatan Le Food Fest 2022 berjalan dengan baik. Terima kasih kepada para pembicara yang keren dan inspiratif, tamu undangan, panitia, serta seluruh pihak yang telah bekerja sama menyukseskan kegiatan ini. Semoga Le Food Fest 2022 memberikan banyak ilmu, oengalaman, dan inspirasi untuk terus berkarya, lebih hijak dalam memanfaatkan sumber daya alam, dan semangat terus mewujudkan pangan yang lebih baik.”

Sampai jumpa di festival hari pangan Le Cendekia tahun depan, datang ya!

0

Artikel, Event, Lates News

Wahai Manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi…” (Q.S Al Baqarah 2:168.)

Pelangi Nusantara diangkat sebagai tema Le Food Fest 2022. Warna-warni pangan yang tersebar di setiap titik bumi Indonesia menandakan kekayaan pangan negeri kita. Kaya warna, tentu saja kaya manfaat karena setiap warna pada makanan mempresentasikan kandungan yang dimilikinya. Saat makanan tersaji di hadapan kita, indra pertama yang merespon adalah penglihatan. Jika yang tersaji adalah makanan yang tertata rapi dengan warna-warni yang memanjakan mata, lidah akan penasaran mencicipinya. Makanan enak dan rasa yang pas di lidah adalah kesukaan setiap kita.

Pas sekali, dialog interaktif yang diadakan sebagai pembuka festival ini membahas Food and Flavors. Pembicara yang diundang sebagai Keynote Speaker adalah bapak Ir. H. Imran Jauzi, M.Pd (Kepala Dinas THBun Sulawesi Selatan) yang diwakili oleh bapak Syarifuddin (Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Dinas THBun Sul-Sel). Hal pertama yang ia kemukakan adalah apresiasinya terhadap kemampuan siswa-siswi kami yang mampu membuat produk yang meyakinkan untuk dipasarkan. Selanjutnya beliau lebih banyak membahas ketersediaan pangan yang melimpah di Sulawesi Selatan.

Prof.Dr.Ir. Meta Mahendradatta (Ketua Pusat Unggulan Ipteks Diversifikasi Produk Pangan Universitas Hasanuddin) sebagai Narasumber I membahas lebih banyak mengenai bagaimana makanan yang tersaji dipiring membuat manusia yang membutuhkannya tertarik menikmati. Baik dari segi tampilan (warna), rasa, serta kandungan gizinya. Beliau mengajak peserta untuk memperhatikan warna-warna makanannya saat makan. Menurut paparan beliau, semakin banyak warna dalam piring tentu semakin kaya pula kandungan gizi yang disantap jika itu berasal dari pewarna alami.

Narasumber kedua, Ibu Arie Hijriyah (Owner IKM CV. LARS Makassar, Olahan Rumput Laut) menceritakan pengalaman dalam usaha olahan rumput miliknya. Selain itu, beliau juga senang mengeksplorasi bahan makanan yang bisa digunakan sebagai pewarna alami untuk menambah khasanah pengetahuan dan pengalamannya. Ia membagikan pengalamannya dalam uji coba pewarna alami ini.

Bincang-bincang ini dimoderatori oleh Kak Sul (Wakil Direktur SA  Le Cendekia Bidang Humas) membicarakan pangan-pangan lokal yang memiliki cita rasa lezat juga sedap dipandang. Hadirin yang hadir menunjukkan antusiasmenya dengan ikut berkomentar dan mengajukan pertanyaan. Dalam kesempatan berharga ini, Kepala Kecamatan Bontomanai, Kabupaten Gowa turut mengemukakan rasa takjubnya. Ini adalah kesempatan pertama beliau berkunjung ke SA Le Cendekia dan bersedia mendukung praktik-praktik baik yang diselenggarakan oleh sekolah demi mewujudkan kepentingan bersama, baik wilayah juga untuk masyarakat Pakatto.

Siang hari setelah istirahat siang, dilaksanakan pelatihan membuat Kombucha. Kombucha, sudah kenalkah teman-teman dengannya? Fyi, Kombucha adalah jenis minuman probiotik lezat dan baik untuk pencernaan yang dibuat dengan cara difermentasi namun tidak memabukkan. Sebagai salah satu rangkaian Le Food Fest, diadakan Workshop Pembuatan Kombucha yang dibawakan oleh Kebun Tetangga Samata, sebuah proyek kampanye menanam di kebun. Peserta workshop dijelaskan dan diajak menyaksikan langsung langkah-langkah pembuatannya. Sepulang dari LC bisa produksi langsung sendiri di rumah nih. Oleh-oleh tak berwujud namun berharga.

 

Alhamduillah. Semoga dengan paparan dalam dialog dan workshop ini terus memotivasi kita untuk menyediakan makanan sehat untuk tubuh kita.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

0

Artikel, Event, Lates News

Pangan adalah salah satu kebutuhan dasar setiap kita untuk hidup sehat, aktif dan produktif.

 

Hari Pangan Sedunia (World Food Day) diperingati setiap tanggal 16 Oktober sejak tahun 1981. Peringatan ini ditetapkan untuk meningkatkan kesadaran akan kelaparan dunia dan kemiskinan yang menginspirasi solusi untuk perubahan dunia serta mengampanyekan sebuah transformasi cara memproduksi dan mengkonsumsi makanan guna mencapai tujuan pembanguan berkelanjutan.

Setelah sukses mengadakan festival hari pangan tahun 2021 lalu, Le Cendekia kembali turut memperingati World Food Day dalam event bertajuk Le Food Fest : Pelangi Nusantara pada tanggal 15 Oktober 2022 di gedung Sekolah Alam Le Cendekia (Boarding School) Pakkatto, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk partisipasi aktif yang bertujuan untuk meningkatkan dampak kolektif kepada masyarakat agar bisa memanfaatkan pangan lokal dan menyediakan makanan sehat yang diproduksi dan diproses secara berkelanjutan. Kami menyadari bahwa transformasi sistem pangan dan solusi yang inovatif yang bergerak lebih dari sekadar solusi teknis, sangat diperlukan.

Adapun rangkaian kegiatan yang terlaksana yaitu dialog interaktif sebagai pembuka acara, peluncuran produk Agroteknologi oleh masing-masing kelompok kelas agrotek, workshop pembuatan minuman probiotik yaitu Minuman Kombucha, serta beberapa lomba yang dilaksanakan di lokasi maupun yang dilaksanakan secara daring. Tidak lupa, tetap ada pameran karya dari kelas-kelas PKBM.

Food Fest, tentu saja ada acara makan-makannya. Disela rangkaian acara dialog, workshop, dan lomba, pengunjung bisa sekalian jajan-jajan. Beberapa tenant yang diajak bergabung adalah Yukai Kitchen dengan jajanan khas Jepang yang selalu hadir di event kami, Nirvana Food yang menjajakan makanan frozen dan fast sehat tanpa MSG-nya, Dayyan’s Snack n Drink dengan jajanan penunda lapar dan pelega tenggorokannya, Kedai Trigi dengan makanan berkuah tak tertolak saat lapar seperti bakso dan sop ubi, Kebun Tetangga Samata yang membawa hasil kebun beserta tempe organik dan sambal roa, Dapur Manis yang juga belum pernah absen dari setiap kegiatan kami, serta Palembang Pride (makanan khas Palembang yang dibuat oleh orang Palembang asli) yang digawangi oleh salah seorang almuni SALC yang melanjutkan sekolahnya di salah satu sekolah kejuruan jurusan tata boga. Kenyang deh pokoknya para pengunjung. Bahagia pula keluarga yang menunggu di rumah karena tentunya bisa take away dengan catatan membawa kotak bekal sendiri.

Nah, yang utama adalah pameran produk Tim Agroteknologi siswa-siswi SALC yang diluncurkan pada awal acara dialog interaktif. Ada produk pizza, Creamy Jelly Bunga Telang, Sandwich Buah Mangga, Creamy Mangga, Risol Mayo dan Puding Sedot, Lumpia Pisang,dan aneka minuman. Semakin beragam nih produk-produknya para pengusaha muda kita. Mereka sudah punya brand masing-masing secara berkelompok. Diawal acara, satu persatu perwakilan kelompok memperkenalkan produknya dengan membawa sampelnya di atas panggung.


Yuk ikuti keseruan rangkaian Le Food Fest 2022!

0

Artikel, Event, Lates News

KolaborAksi antara lembaga Bahasa Inggris LIA Makassar dan Sekolah Alam Le Cendekia dalam  LIA X Le Cendekia Talks “Join Our Topics Today” digelar hari Ahad, 25 September 2022 di Trans Studi Mall Makassar. Event ini menghadirkan 16 presenter dengan ide topik sebagian besar dari topik yang ditawarkan oleh Le Cendekia. Nah beberapa topik yang terpilih adalah Eco brick, Eco Enzyme, Cream Rosella, dan Jelly Kembang Telang. 

Eco brick yaitu botol plastik yang diisi dengan limbah sampah plastik secara padat. Pada presentasinya, siswa LIA menjelaskan dampak negatif sampah plastik terlebih dahulu. Sama dengan topik Eco Enzyme yaitu larutan dari hasil fermentasi limbah kulit buah, mereka menjelaskan langkah pembuatan serta manfaatnya yang tentu saja menjadi salah satu jalan kampanye kepada masyarakat untuk lebih memperhatikan lingkungan yang ‘penuh’ sampah ini. Kampanye kepada masyarakat, terkhusus untuk diri sendiri pastinya ya. 

Kembang Telang kini mulai dikenal oleh masyarakat sebagai tanaman sejuta manfaat, namun mungkin hanya sedikit diantara kita yang memanfaatkannya menjadi bahan jelly sehingga tidak perlu pewarna tambahan lagi. Nah, siswa LIA memperkenalkan produk ini di depan khalayak. Untuk diketahui, kembang telang ini sangat mudah tumbuh. Kami membudidayakannya di kebun asrama, ‘Le Keboon’. 


Tanaman lain yang kaya manfaat dan juga dibudidayakan di Le Keboon adalah Rosella. Salah satu produk Le Cendekia, Cream dari Bunga Rosella juga dipresentasikan dalam LIA Talks. Saat ini begitu banyak minuman kekinian yang beredar. Bahan bakunya pun banyak dari bahan-bahan pabrikan. Le Cendekia memperkenalkan produk kekinian dari bahan alami yang tentunya aman dari segi kesehatan. Siswa LIA memaparkan langkah pembuatannya kepada penonton LIA Talks. 

Selain memperkenalkan Le Cendekia diawal acara, para presenter turut serta membagikan praktik yang kami lakukan di sekolah sebagai pemakmur bumi.  Kak Putri, salah seorang kakak guru yang turut serta mengambil peran dari kerja sama ini berharap semoga Le Cendekia mampu berkolaborasi dengan berbagai pihak dan segala praktik baik yang dilakukan bukan hanya bermanfaat bagi siswa dan keluarga tapi juga masyarakat luas. Aamiin.

Kepada pihak LIA, terima kasih telah mewadahi kampanye cinta lingkungan ini. Minweb kagum deh, siswa-siswinya tampak percaya diri tampil berbicara di depan umum dengan berbahasa Inggris. Adik-adik LC mau belajar juga dong kak… 

Ah iya! Fyi, program kerja sama ini belum berakhir. Sampai jumpa di Bulan Desember, Insya Allah.

0