SEARCH
Your address will show here +12 34 56 78

Alhamdulillah, Allah Maha Baik mempertemukan kita dengan bulan mulia. Waktunya menempa diri dengan melakukan kebaikan demi kebaikan sebagai tabungan menuju tempat pulang paling akhir nanti.

Di Le Cendekia, kami mendampingi siswa-siswi untuk memaknai Ramadhan dengan tetap melakukan aktifitas keseharian seperti biasanya. Aktifitas sekolah di bulan Ramadhan tetap berlangsung dengan berbagai keseruan program khusus bulan suci.

Kakak guru telah menyiapkan jadwal keseharian yang mampu menyibukkan para pengumpul pahala bulan suci mulai dari pagi hari hingga malam. Seperti biasa pagi hari diisi dengan kegiatan berkebun dan dihari lainnya ada jadwal rihlah pagi ke sekitar asrama juga ke pasar. Ilmu-ilmu dasar dalam beribadah juga tak henti diingatkan kepada anak didik seperti tata cara bersuci (thaharoh), berwudhu, tayammum, mandi wajib, serta bersuci dari najis ringan, sedang, hingga najis besar.

Tata cara sholat (wajib, witir, tasbih, taubah, dan gerhana) juga terus diulang diajarkan agar siswa senantiasa memperbaiki kualitas ibadahnya. Mereka juga belajar praktik ibadah zakat dan mengurus jenazah sebagai pengingat bahwa kita semua akan menghadapi kematian. 

Pelaksanaan Le Inspirasi ke sekolah dasar terdekat menambah keseruan Ramadhan bagi para siswa. Yang tidak pernah absen dari momen-momen spesial di sekolah adalah pelaksanaan lomba-lomba yang membuat kita semakin dekat kepada-Nya. Ada lomba adzan dan tilawah, quiz spesial Ramadhan, serta lomba sambung ayat Juz 30.

Tak ketinggalan aktifitas muamalah berupa penjualan takjil buka puasa satu kali sepekan di Le Shop yang berlokasi di ruko Kompleks Citra Garden, Manggarupi, Sungguminasa, Kab. Gowa.

Yuk, kita intip bagaimana siswa Le Cendekia mengumpulkan puing-puing pahala bulan Ramadhan di asrama…

Kuis sambung ayat

Tadabbur Al Quran

Tadabbur Al Quran

Tadabbur Al Quran

Tadabbur Al QUran

LC Mengajar di SD Inpres Pakatto Caddi

LC Mengajar di SD Inpres Pakatto Caddi

Berbuka puasa sambil menyaksikan keindahan alam-Nya

Menikmati buka puasa bersama sahabat seperjuangan

.Menyiapkan hampers lebaran yang akan dibagikan kepada warga.

Sebagian hampers yang dibuat, dijual kepada khalayak.

Membuat selai bunga rosella sebagai isian kue lebaran

Bersama-sama membuat kue lebaran sebagai isian hampers.

0

Artikel, Lates News

Anak Le Cendekia naik bus!

Setelah beberapa pekan digalakkan program naik bus pergi dan pulang kampus bagi warga Le Cendekia yang melatih kemandirian anak didik serta memudahkan orang tua menjemput dari titik halte terdekat, saatnya pemuda pemudi pemakmur bumi belajar dari dalam bus. Belajar kok di bus? 

Sebagai sekolah alam, maka dirasa penting untuk memasyarakatkan penggunaan transportasi publik, untuk mengurangi jejak karbon di muka bumi. Bagi kami, belajar tidak terbatas di ruang kelas. Ruang-ruang publik adalah ruang belajar paling luas untuk menempa diri. Bukan sekadar naik bus, siswa siswi kami membawa misi untuk mendapatkan data keinginan atau harapan serta kritik dan saran dari warga masyarakat pengguna alat transportasi publik Trans Maminasata yang nantinya akan diteruskan kepada pihak terkait yakni perusahaan penyelenggara transportasi PT Borlindo Mandiri Jaya, pemerintah provinsi, pemerintah daerah yang mencakup area MAMMINASATA, dan Dinas Perhubungan. Selain itu, mereka juga membuat video berupa ajakan naik bus demi lingkungan yang lebih sehat.

Perlu diketahui bahwa tanggal 18-23 Maret 2022 berlangsung agenda Field Trip ke Yogyakarta yang diikuti siswa dan kakak guru. Siswa jenjang SMP dan tim yang tidak ikut agenda ini mendapat misi khusus yaitu berkeliling Makassar dengan naik Bus Trans Mamminasata bagi siswa SMP dan magang di salah satu gerai makanan bagi siswa SMA. 

Sebelum terjun ke lapangan, tentu peneliti muda ini diberi bekal terlebih dahulu. Mereka diberikan informasi mengenai Bus Trans Mamminasata dan cara melakukan riset sederhana dengan menggunakan kuisioner. Selanjutnya,  oleh kakak guru Bahasa Indonesia mereka diajar membuat kuisioner kemudian membuat daftar pertanyaan yang memungkinkan untuk ditanyakan kepada penumpang bus. Tak lupa, tim sekolah mengirimkan surat pemberitahuan kepada pengelola bus Trans Mamminasata  yakni   PT Borlindo Mandiri Jaya, untuk menginformasikan kegiatan yang akan dilaksanakan pada tanggal 21 dan 22 Maret 2022 ini. 

Periset muda SALC yang telah dibagi menjadi 5 kelompok berkumpul di halte/ koridor yang telah ditentukan. 4 kelompok di Halte Mall Panakukang (MP) dan 1 kelompok di Halte Kampus Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) dengan tujuan akhir di Halte Kampus Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP)Salodong.Keempat kelompok yang berkumpul di halte MP memiliki tujuan akhir yang berbeda, tentu mereka akan naik bus yang berbeda juga. Ada yang tujuan akhirnya di Halte Kampus Teknik Universitas Hasanuddin, Halte Pelabuhan Galesong, dan Bandara Sultan Hasanuddin. 

Hari pertama #minitrip, mereka melakukan observasi awal. Pertama-tama memperkenalkan diri kepada penumpang bus sekaligus memohon izin mengambil video untuk keperluan proyek video ajakan naik bus. Siswa juga mengamati kondisi bus termasuk fasilitas yang ada seperti tempat sampah dan tempat duduk bagi pengguna prioritas. Tak ketinggalan, mereka pun mengamati pengguna bus dan tujuan akhir bus. Trip ini membuka mata salah satu anak didik yang sehari-harinya diantar jemput dengan mobil pribadi, “saya akhirnya melihat sisi lain Makassar”. Yap, inilah salah satu bonus yang adik-adik dapatkan dari belajar di ruang publik.

Keesokan harinya, seluruh peserta trip berkumpul kembali di halte awal masing-masing. Mereka kini membawa kuisioner untuk dibagikan kepada pengguna bus. Penuh pembelajaran, kini bertambah lagi pengalaman belajar berkomunikasi dengan orang-orang dengan berbagai karakter. 

Setelah aksi, dilakukan evaluasi. Adik-adik telah selesai membagikan kuisioner, lalu membuat laporan dari jawaban-jawaban penumpang bus serta menyelesaikan proyek videonya kemudian berkumpul kembali untuk membahas suka duka perjalanan belajar mereka selama 2 hari naik bus. Siswa jadi paham pentingnya seat belt yang disediakan karaena ada yang terjatuh dari kursi bus saat driver berhenti mendadak dan ia dalam kondisi tidak mengenakan seat belt, ada yang bertemu penumpang baik yang membantu membagikan kuisioner, bahkan ada yang dikira sekelompok mahasiswa.


Satu lagi pengalaman berharga telah mereka peroleh, seperti aktifitas-aktifitas sebelumnya, kami selalu berharap dari aktifitas yang kami suguhkan untuk peserta didik selalu dikenang dan berkesan baik.

0

Alhamdulillah, siswa-siswi SMA Le Cendekia mendapat kesempatan perdananya untuk merasakan ‘bekerja’ di salah satu Japanese Street Food kekinian di Makassar, Yukai Kitchen. Ini adalah kesempatan magang perdana yang memang diprogramkan untuk siswa SMA untuk mengaplikasikan bekal ilmu agroteknologi dan TIK serta program life skill yang dipelajari di sekolah. Adik-adik peserta diharapkan mampu menyerap ilmu dan merasakan pengalaman sebanyak-banyaknya selama program Magang berlangsung. 

Magang ini dilaksanakan dari tanggal 21-25 Maret 2022 saat sebagian besar tim dan siswa berangkat Field Trip ke Yogyakarta. Pesertanya adalah tiga orang siswa SMA yang tidak berangkat Field Trip. Mereka adalah Alif, Annisa, dan Az Zahra. Sesuai dengan keterampilan masing-masing, mereka pun mendapat tanggung jawab berbeda selama bekerja di Yukai. 

Selama 5 hari magang, semua peserta magang antusias untuk hadir tepat waktu dimana jam kerja mereka adalah jam 11.00 – 16.00 WITA. Mereka mengikuti aktifitas kerja yang telah diarahkan sebelumnya oleh Owner maupun Manager SDM Yukai Kitchen. Meski hanya berlangsung selama hampir sepekan, angkatan pertama SMA SALC ini mendapatkan praktikal keilmuan cukup banyak. 


Dari proses belajar yang singkat, mereka mempelajari bagaimana flow proses penjualan, juga proses produksinya. Ada just yang bertugas melayani customers dan penjualan e-commerce. Untuk marketing, peserta membuat desain promosi yang menarik. Selanjutnya, untuk mengetahui kepuasan pelanggan, mereka meramu kuisioner dan membagikan langsung kepada pelanggan yang datang. Data yang terkumpul dari survei customer satisfaction akan dipakai oleh pihak Yukai dalam continuous improvement perusahaan. 

“Saya mendapatkan banyak pengalaman, terutama di bidang wirausaha yang memang adalah passion saya”, ucap Alif saat diminta testimoninya selama mengikuti program ini. Peserta Magang berharap agar Yukai semakin sukses dan dikenal oleh masyarakat. Semoga ilmu yang mereka peroleh dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. 

Sudah kenalkah teman-teman dengan Yukai Kitchen? Yukai ini sudah mulai dikenal lho oleh masyarakat kota Makassar dan sekitarnya, terutama para penikmat kuliner yang menYUKAI jajanan Jepang. Gerai jajanan Jepang ini berlokasi di Jalan Rappocini Raya 92, Makassar. Jika kamu berkunjung kesana, kamu bisa menikmati berbagai jenis jajanan yang memanjakan lidah seperti Taiyaki, Gyudon, Tuna Mentai, Gyoza, dan aneka minuman kekinian yang segar. Selain datang ke lokasi, kamu juga bisa memesan lewat aplikasi e-commerce langgananmu seperti Go Food, Grab Food, Shoopee Food. Satu lagi, pantau terus akun Yukai di Instagram agar tak ketinggalan info promo dan menu barunya ya.

0

Artikel, Event, Lates News

It is time to show off! 

Telah dilaksanakan pada tanggal 3 Maret 2022 di kampus Le Cendekia, Desa Pakkatto, Kabupaten Gowa Pameran Karya dan Parenting #batch1. Siswa-siswi memamerkan hasil belajarnya sembari orang tua mengikuti sesi Parenting bulanan yang rutin dilaksanakan. Acara ini terbuka untuk umum, terkhusus bagi keluarga yang ingin mengunjungi sekolah sekaligus menyaksikan aktifitas para siswa secara langsung.

Le Cendekia sebagai institusi pendidikan non formal mengedepankan keterampilan bagi peserta didiknya dalam program PKBM. Program keterampilan ini setiap semesternya dikaji dan dievaluasi pelaksanaannya agar sesuai dengan minat siswa. Tim dan kakak guru tentu terus berinovasi demi tercapainya tujuan pendidikan ala Le Cendekia. Akhir semester ini, yang paling dinanti-nantikan adalah Maha Karya Le Cendekia yang sebagai pemantiknya diadakan pameran karya setiap bulan.

Menyadari bahwa rentang usia remaja yang penuh dengan perubahan yang signifikan termasuk pencarian jati diri, maka kami terus berusaha mengiringi para generasi muda ini untuk melahirkan karya sesuai dengan potensi masing-masing untuk membangun kepercayaan dirinya. Semester genap tahun ini terlaksana 4 kelas program keterampilan yang dipilih oleh seluruh siswa yang penuh bakat ini. Program tersebut adalah PKBM Oshibana dan Lettering, PKBM Menulis, PKBM Fotografi dan Videografi, serta PKBM Agroteknologi. Keempat program ini terpilih setelah kakak guru mentor melakukan presentasi gambaran kegiatan yang akan dilaksanakan dalam kelas. 

Diawali dengan agenda Parenting, dimana orang tua anak didik diajak duduk bersama mendengar kajian sebagai penguatan dalam bekerja sama mendampingi anak serta bermusyawarah membicarakan hal-hal yang penting diperhatikan terkait program sekolah dan keseharian siswa di asrama. Kemudian dilanjutkan dengan agenda Pameran Karya, orang tua dan pengunjung memasuki area Pameran yang telah dibagi setiap kelas PKBM. 

Pameran Karya Batch 1 ini menampilkan karya para siswa dalam program PKBM  yang merupakan hasil berlatih selama kurang lebih dua bulan. PKBM Oshibana dan Lettering mewadahi para pemilik bakat seni rupa yang mampu menuangkan ide kreasi mereka dalam kertas maupun kanvas baik berupa coretan tangan juga kombinasi crafting yang indah. Mereka memajang karya terbaiknya berupa gambar, lettering, oshibana, dan kertas daur ulang. Tentunya dengan pendampingan kakak guru dengan bakat dan minat yang sama.

Adik-adik yang senang merangkai kata dan menuangkannya dalam bentuk cerita berkumpul di kelas PKBM Menulis. Dalam beberapa pertemuan saja, mereka telah menghasilkan karya berupa cerita pendek yang tentunya merupakan hasil karya orisinil dari otak-otak cemerlang anak muda keren ini.  Ada kakak guru yang gigih sebagai penyunting dibalik karya mereka ini. Kabarnya, mereka akan segera menerbitkan buku!

Bahkan, salah seorang siswa kami yang dulunya bergabung di Le Cendekia  terlihat sangat rendah diri, kini menemukan dirinya dalam urusan menulis. Inilah yang kami harap dari setiap program yang ditawarkan, agar anak didik menemukan minat dan bakatnya sendiri. 

Siswa dengan minat mengambil gambar baik bergerak maupun tidak bergerak bergabung dalam kelas PKBM Fotografi dan Videografi yang tentunya didampingi oleh mentor yang mengajak mereka mengambil gambar dengan teknik yang benar. Bagi yang senang memotret gambar, menyajikan hasil jepretannya di ruangan khusus dengan settingan sedemikian rupa hingga pengunjung serasa masuk ke pameran galeri. “Dengan pencahayaan minim, lampu-lampu sorot, dan alunan suara musik yang mendukung. Penyajian ruangannya keren banget,” kata salah seorang pengunjung. 

Adik-adik yang memilih konsen membuat video juga tak kalah hebatnya. Mereka meluncurkan film singkat perdana mereka di channel YouTube Le Cendekia berjudul POKOKNYA yang bisa disaksikan bersama. Tentu saja, akan ada pengetahuan yang terus ditingkatkan dan keterampilan yang terus dilatih untuk karya-karya selanjutnya nanti.

Dalam rangkaian Pameran Karya dan Parenting kemarin, diadakan demonstrasi pembuatan jelly oleh adik Nabila dan Elzha serta teman-temannya dari PKBM Agroteknologi. Pembuatan jelly ini memang sangat sederhana, namun berhasil membuat salah seorang pengunjung pameran merekam proses yang didemonstrasikan. Didampingi oleh mentor yang ahli di bidangnya, telah tercipta produk-produk inovasi dari hasil kebun sekolah. Ada Es Krim Bunga Rosella, Roti Kukus Bunga Telang, Salad Buah dengan jelly Bunga Telang dan Rosella, serta Creamy Bunga Telang. Dari namanya, minweb penasaran ingin mencicipi semuanya! 

Tak ketinggalan, ada juga karya mengagumkan dari hasil belajar di kelas Baca Tulis al Quran berupa kaligrafi indah yang dipajang sebagai pemanis di lokasi Parenting. 

Alhamdulillah. Pemuda-pemudi Le Cendekia telah menunjukkan kepada kita semua bahwa semua kita mampu berkarya. Dengan dukungan yang tepat, karya-karya besar Insya Allah akan terus tercipta. 

Jangan lelah untuk terus menempa diri, ya!

0

Artikel, Event, Lates News

Kembali ke hari Jumat, Le Muamalah (dulu Le Cafe ‘Food n Drink’ yang kemudian berubah menjadi Le Shop) hadir dalam versi berbeda dengan dagangan yang semakin bervariasi. Diawal diadakannya Le Cafe, hari Jumat pagi adalah waktu paling sibuk dimana adik-adik belajar mempersiapkan lapaknya sendiri mulai dari menyusun meja, memasang tenda, serta menyiapkan administrasi catatan penjualan. Dalam versi terbaru kini, hari Jumat pagi di grup Family LC akan ada informasi mengenai jenis dagangan yang siap dijual kepada khalayak yang selanjutnya direspon oleh orang tua siswa berupa daftar belanjaan yang di’keep’ untuk dititipkan ke adik siswa yang hari ini jadwalnya pulang ke rumah.



Walau dengan konsep berbeda, tujuan tetap sama yaitu membangun kepercayaan diri peserta didik dalam berwirausaha. Jika hasil kebun laku, mereka akan bersemangat merawat kebun yang tentunya melatih keterampilan berkebunnya. Apalagi jika menjual produk hasil tangan sendiri, semangatnya menjadi berkali-kali lipat Insyaa Allah.


Dalam proses belajar berdagang, diharapkan para entrepreneur muda LC ini mampu mengasah banyak keterampilan yang telah didapatnya. Bukan sekadar keterampilan memasak atau membuat karya. Namun lebih dari itu, misalnya mereka mampu memahami konsep matematika dalam menakar bahan yang digunakan, atau menerapkan hasil pelajaran bahasanya dalam membuat iklan atau nama jenis jajanan yang juga berkaitan dengan pelajaran TIK.


Ada pelapak yang hampir tidak pernah absen menjajakan produk tangannya di pasar Le Muamalah semester lalu. Seorang murid SMA kelas X yang baru bergabung diawal tahun ajaran baru 2021 lalu, Alif. Alif mulai senang berjualan makanan sejak SMP dan memilih melanjutkan sekolahnya di Le Cendekia untuk mengembangkan minatnya ini. Ia senang berjualan diawali karena senang memasak. Hobby memasak ini telah mendarah daging sejak duduk di kelas 2 SD.

Dari hobby jadi cuan. Alhamdulillah. Jualan Alif yang sudah dicicipi oleh warga Le Cendekia berupa bola-bola ubi frozen, selai pepaya, pisang nugget frozen, dan sambal sotong ini selalu laku keras setiap dijajakan. Saat ditanya ide jenis jualan ini dari mana, ia mengaku memikirkan sendiri. Untuk resep-resepnya, ia coba dulu di rumah beberapa kali. Jika enak, dijual. Cara membuatnya ia dapat dari internet juga ada dari neneknya langsung.



Sejak mulai berjualan di Le Muamalah, Alif telah mengantongi keuntungan kurang lebih satu juta rupiah. Hasilnya ada yang ia gunakan untuk keperluan sendiri, sebagian diberikan ke orang tua juga ada yang di tabung. Untuk semester ini, Alif memiliki target penghasilan sendiri sehingga ia mencoba terus berinovasi. “Mungkin tahun ini saya akan konsisten dengan satu produk dan ingin membuat brand sendiri”, ungkap Alif yang mengaku senang bisa berpenghasilan sendiri meski kadang lelah menyiapkan produknya ditengah-tengah kepadatan aktifitas di asrama.

Ada juga yang tidak solo karir, mereka berhasil berkolaborasi. Adik-adik kelas VII berhasil bekerja sama untuk menghasilkan produk. Mereka pernah menjual Es Lilin dan Pizza Roti. Bukan hanya produk siswa, ada juga hasil olahan kakak guru yang turut meramaikan. Juga bukan hanya produk makanan yang bisa dijajakan ya… Adik Zidan (Kelas VII) menjual hasil tangannya berupa gelang, tali masker, kalung, gelang, dan kartu kuartet.



Hasil kebun pun selalu diburu oleh orang tua siswa. Hasil kebun organik dan dirawat langsung oleh anak-anak dan kakak guru berupa sereh, jagung pulut, benih/ biji rosella, benih/ biji bunga matahari dan kembang telang, sayur daun singkong, pepaya, dan lainnya. Penghasilan dari penjualan hasil kebun ini dimanfaatkan untuk perawatan kebun.


Ada banyak sekali produk yang telah dijajakan yang tidak sempat minweb tuliskan satu per satu. Sekian yang sempat tercatat membuktikan bahwa kegiatan wirausaha di Sekolah Alam Le Cendekia tetap berjalan sebagai salah satu langkah perwujudan visi kehadiran kami untuk peserta didik. Semoga adik-adik tetap bersemangat dan selalu meneladani Rasulullah yang telah belajar berdagang sejak usia remajanya. Aaamiin.


Nantikan terus ya produk-produk kami🙂

0

Artikel, Event, Lates News, Student Corner

Awal tahun selalu identik dengan musyawarah tahunan atau rapat kerja (RAKER) yang diadakan oleh institusi maupun organisasi sebagai tanda dimulainya harapan baru selama setahun kedepan. Dalam rapat ini, biasanya diadakan refleksi program kerja yang telah dilakukan sebelumnya dilanjutkan dengan penyusunan program-program baru yang lebih segar. Harapan yang tersusun dalam rapat kerja diharapkan menjadi semangat baru bagi seluruh anggota untuk dilaksanakan sebaik-baiknya.

Rapat kerja guru  dan tim Le  Cendekia yang dilaksanakan diakhir tahun, tanggal 28 – 31 Desember 2021 melahirkan program-program yang tentunya lebih fresh untuk disugukan kepada penikmat pendidikan Le Cendekia, siswa-siswi tercinta. Kakak guru terus berinovasi demi tercapainya tujuan pendidikan bagi seluruh warga belajar termasuk memberikan rasa aman dan nyaman di sekolah. Salah satunya adalah dilaksanakannya Rapat Kerja Siswa yang difasilitatori oleh kakak guru untuk menyusun aturan kehidupan berasrama.


Selama sepekan diawal semester genap, diadakan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) ala anak sekolahan yang diperkenalkan dengan istilah Rapat Kerja Siswa Le Cendekia. Ya, kini giliran adik siswa yang melakukan musyawarah untuk keberlangsungan kehidupan mereka di asrama. Minweb tegaskan, siswanya yang rapat, bukan kakak gurunya. Waktunya siswa yang membuat aturan, bukan kakak guru lagi. Mengapa di Le Cendekia berbeda?

Secara sadar, hidup berasrama bagi anak-anak yang membawa kebiasaan dari berbagai latar kehidupan keluarga yang berbeda tentu memerlukan aturan yang seragam yang berlaku di sekolah dan diharapkan menjadi kebiasaan baik untuk dibawa pulang ke rumah. Selama Le Cendekia berdiri, siswa selalu dilibatkan dalam penyusunan aturan bersama kakak guru. Namun pada semester ini, dengan harapan agar siswa benar-benar memeluk aturan bersama maka dibuatlah Rapat Kerja Siswa dimana siswa sendiri yang memimpin dan mengatur berjalannya rapat, serta mencatat dan membuat keputusannya secara musyawarah. Kakak guru mendampingi jika dibutuhkan.



Pokok pembahasan pertama dalam Rapat Kerja Siswa ini adalah Adab Pergaulan, mereka membahas hal-hal yang mereka sukai dan tidak sukai dalam berteman sehingga lingkungan pertemanan yang sehat dan menyenangkan bisa tercipta. Para pemimpin muda ini kemudian memutuskan beberapa hal yang perlu diberikan konsekuensi jika ada yang melanggar diantaranya berkata kasar dan menyentuh/ memakan barang teman tanpa izin. Selanjutnya, adik-adik membahas pembatasan area antara siswa laki-laki dan perempuan demi tidak bercampur baurnya mereka dalam berkegiatan.

Siswa siswi juga membahas mengenai santapan menu harian mereka agar tetap bervariasi dan memberi saran menu kepada penanggung jawab dapur. Keteraturan alat-alat yang dipakai bersama serta jadwal keseharian dan pembelajaran tidak luput dari pembahasan. Termasuk juga ketertiban barang-barang yang dibawa dari rumah, semua dibahas secara detil.

Pembahasan tanggung jawab bersama dalam pemeliharaan fasilitas dan asrama melahirkan daftar panjang saran/ permintaan pemenuhan fasilitas kepada pihak sekolah. Permintaan fasilitasnya cukup sederhana seperti jam dinding yang belum semua kamar miliki juga gantungan baju. Tidak lupa, mereka juga membahas proses pembelajaran sekolah dan aktifitas hari Jumat yang dirasa cukup padat.

Poin-poin pembahasan dalam Rapat Kerja Siswa ini kemudian disosialisasikan kepada seluruh warga LC untuk diperhatikan dan dilaksanakan sebagaimana hasil yang tekah disepakati. Begitulah kami berusaha membangun kepercayaan diri, semangat bermusyawarah, serta memupuk rasa tanggung jawab peserta didik. Semoga dengan langkah yang ditempuh ini, anak bangsa yang dipercayakan orang tuanya untuk tumbuh bersama Le Cendekia memetik hikmah pembelajaran yang bermanfaat bagi kehidupan mereka kini dan nanti.



Itu harapan kami sebagai tim, lalu apa tanggapan adik siswa mengenai Raker ini? Minweb mencoba menggali sedikit kabar dari mereka lho. “Di raker, kami membuat aturan asrama dan konsekuensinya agar kita lebih nyaman berasrama dan bisa menerima konsekuensi lebih ikhlas jika melanggar aturan”. Ocha, kelas IX berharap ini akan efektif karena teman-teman peserta rapat cukup antusias dalam pembahasan meski kadang merasa bosan. Adik-adik merasa sangat berkesan saat menjadi moderator atau notulen rapat karena bisa memimpin rapat. Terima kasih atas kesempatan yang berharga ini, ya, kakak Guru!

0

Artikel, Lates News

Semester ganjil tahun ajaran 2021/2022 berakhir. Hari Jumat, 17 Desember 2021 Sekolah Alam Le Cendekia (Boarding School) mengadakan Le Open House dimana kami mengundang siapa saja yang ingin hadir untuk menyaksikan langsung aktifitas di sekolah termasuk fasilitas yang ada. Kami juga bersiap untuk menjawab pertanyaan mengenai keberlangsungan sekolah kami, tentunya dengan harapan bisa menggaet calon siswa pada tahun ajaran baru mendatang.

Le Open House ini dirancang dengan konsep pameran hasil belajar siswa baik berupa karya, hasil kebun, serta produk makanan. Tamu yang hadir melihat-lihat pameran sembari menikmati produk makanan yang dijajakan di area Le Food. Selain merupakan produk hasil tangan kolaborasi siswa dan kakak guru, tenant langganan juga diajak turut meramaikan.

Le Open House terbuka untuk umum. Seluruh yang hadir boleh melihat-lihat langsung aktifitas siswa serta seluruh area sekolah. Selain keluarga atau kerabat orang tua siswa, turut hadir juga rombongan kelas VI dari Rumah Sekolah Cendekia bersama kakak mahasiswa yang magang. Tamu dari RSC ini melakukan school tour yang didampingi oleh adik siswa LC, rombongan laki-laki dipandu oleh adik Thariq (kelas 8) dan rombongan perempuan dipandu oleh adik Dawi (kelas VII). Selain ruang kelas, mereka diajak berkeliling asrama, kebun, dan kolam ikan.

Adik-adik juga kedatangan tamu special yang datang jauh-jauh dari negeri Jerman. Beliau adalah kak Muflih, seorang engineer di Bidang Mekatronika lulusan Karlsruhe University of Applied Science yang sedang pulang berlibur ke Makassar. Kak Muflih ini berbagi mengenai pengalamannya saat sekolah berasrama diusia SMP dan SMA, saat seusia siswa LC kini. Adik-adik juga mendapat cerita kehidupan Kak Muflih di Jerman, How to Survive in Germany.

Paling special dalam rangkaian acara Le Open House ini adalah tamu yang hadir mendapatkan voucher diskon hingga 50% Uang Pangkal untuk pendaftar siswa baru tahun ajaran 2022/2023. Sebagai informasi, Sekolah Alam Le Cendekia (Boarding School) telah membuka pendaftaran siswa baru sejak November lalu. Ada banyak diskon yang berlaku jika calon siswa mendaftar sebelum akhir tahun ini. Pendaftar bisa mendapat diskon 50% untuk Hafidz 3 juz, diskon 40% untuk siswa berprestasi, dan 30% untuk siswa diluar kategori tadi. Bahkan, khusus untuk alumni Le Cendekia dan Rumah Sekolah Cendekia mendapat tambahan diskon lagi. Sebarkan informasi berharga ini kepada yang membutuhkan ya, teman-teman!

Le Food area adalah titik yang selalu ramai. Hari bisa jajan sehat mulai dari makanan lokal, khas Jepang, hingga barat. Untuk produk siswa dan guru, hadir kembali Num Noms (kolaborasi siswa kelas VIII dan IX) yang menjual puding sedot rasa mangga dan coklat, thai tea, dan risoles. Cabe risolesnya dipetik langsung di kebun sekolah, lho. Ada juga jualan Faigan (kelas VII) dan Amal (kelas VIII) berupa mpek-mpek yang rasanya gurih dengan saos pedas manis yang bikin nagih. Siswa kelas VII tidak ketinggalan, mereka menghadirkan Es Lilin yang mereka olah dari kembang telang dan ubi ungu hasil kebun sekolah. Xaabir (kelas VII) yang menjual bakso pentolan lengkap dengan sambal super pedas, kecap, dan saos kacangnya. Selain produk makanan dan minuman, Naufal (kelas VIII) menjual karyanya berupa gambar. Ada juga karya Oshibana yang dibingkai mirip lukisan serta sampul buku catatan. Sirup Rosella dan Tortilla Singkong hasil kolaborasi siswa dan guru juga tidak ketinggalan.

Le Food Area pun diramaikan oleh tenant langganan yaitu Dapur Mam Denisa yang menjual bakso goreng dan brownies. Yukai Kitchen hadir kembali dengan Tuna Mentai yang cocok jadi santapan siang serta menu barunya, Hotteok dengan varian coklan dan green tea. Mother Prayer yang menjual aneka burger dengan isian yang enak serta minuman kopi, coklat, lemon tea, dan soda tetap mengambil bagian dengan Food Trucknya yang langsung mengambil perhatian. Yang tidak kalah mencuri perhatian adalah kehadiran Fatahillah (alumni Angkatan II) yang menjual martabak kari ayam yang sudah akrab dengan lidah keluarga LC. Tentunya ludes terjual dalam waktu singkat. Didukung dengan cuaca yang cerah, pengunjung bisa menikmati hasil jajannya di gazebo yang tersebar di halaman sekolah ditemani semilir angin dan sejuknya udara.


Siang hari, tibalah waktu adik-adik dijemput oleh orang tua. Hari ini adalah hari terkahir bersekolah di semester ganjil, penjemputannya tentu berbeda. Sebelum pulang, mereka mempresentasikan hasil belajar selama semester dari report belajar yang telah disusun oleh kakak guru. Yap, pemuda pemudi tangguh ini yang menjelaskan hasil belajarnya kepada orang tua masing-masing karena merekalah yang bertanggung jawab atas perjalanan menuntut ilmunya di sekolah. Kelak, seluruh yang dijalani akan dipertanggungjawabkan oleh masing-masing kita, bukan?


Le Open House hadir atas kerja sama siswa dan kakak guru yang mempersiapkan banyak hal. Terima kasih kakak guru, adik siswa, dan pengunjung yang hadir. Selamat berlibur, sampai bertemu di semester genap yang penuh kejutan.

0

Event, Lates News

“Seru!” adalah jawaban terbanyak saat minweb meminta adik-adik peserta Eduperience menyebutkan satu kata yang mewakili untuk Eduperience Volume 3 ini.



“Sebelum berangkat, saya bayangkan akan rindu dengan orang tua dan keluarga besar. Ternyata Eduperience ini SERU!”, ungkap Zidan (kelas 7). Ini adalah Eduperience pertama yang ia ikuti. 




Alhamdulillah, siswa siswi kami menikmati program yang dimaksudkan untuk memberi ruang pembiasaan untuk sejenak keluar dari zona nyaman agar kelak bisa mempertahankan hidup bagaimanapun kondisi yang dialami di masa depan. Diharapkan pengalaman ini bisa menjadi bekal bagaimana hidup dengan fasilitas minim, tidak sama dengan segala fasilitas yang secara mudah didapatkan di rumah masing-masing.


Eduperience, Education and Experience
, adalah salah satu program tahunan Sekolah Alam Le Cendekia (Boarding School) yang mengajak adik-adik siswa mendapat pengalaman secara langsung dari masyarakat desa. Para generasi milenial ini diajak tinggal di rumah warga secara berkelompok dan mengikuti aktifitas keseharian warga di desa. 

Setelah dua kali dilaksanakan pada tahun 2018 dan 2019, lalu sempat vakum pada tahun 2020, tahun 2021 ini Eduperience Vol 3 kembali dilaksanakan hari Senin, 6 Desember 2021 hingga hari Kamis, 9 Desember 2021. Lokasinya kini diadakan di Dusun Balocci, Desa Benteng Gajah, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros. Rombongan Eduperience Vol 3 berangkat dari asrama sekolah di desa Pakkatto, Kab Gowa diantar oleh truk Dalmas ke lokasi pusat Desa kemudian berjalan kaki sejauh kurang lebih 700 meter. Setelah beristirahat di rumah warga (basecamp kakak guru), para pejuang tangguh secara berkelompok diantar ke rumah warga tempat siswa akan tinggal selama 3 hari kedepan.



Terpilihnya lokasi Eduperience kali ini tentu dengan banyak pertimbangan termasuk kondisi dusun dan pekerjaan masyarakat yang beragam sehingga bisa menjadi tambahan wawasan yang disaksikan dan dirasakan secara langsung. Pekerjaan masyarakat secara umum adalah penggembala sapi, penggiling padi, petani, pekebun sayur, peternak lele, penebang rumput gajah, peternak ayam potong, pekebun tanaman paku dan mengolahnya, melakukan praktek biogas, serta pekerjaan lainnya.

Peserta mengikuti aktifitas keseharian keluarga angkatnya termasuk membersihkan rumah dan memasak untuk dinikmati bersama. Membersihkan rumah dan memasak mungkin telah menjadi aktifitas keseharian di rumah maupun di asrama. Namun tentu berbeda dengan di desa, material, perabotan rumah, ataupun perlengkapan memasak. Bagi Fath (kelas X), ia mengaku senang bisa membantu pekerjaan rumah orang tua angkatnya. Termasuk membantu memasak dan membersihkan rumah. 



Selain beraktifitas di rumah masing-masing, diadakan aktifitas bersama. Pada malam hari, adik-adik laki-laki akan sholat berjamaah Magrib dan Isya di masjid. Diantara dua waktu sholat itu, mereka mengaji Al Quran bersama. Adik-adik perempuan juga melaksanakannya di rumah masing-masing.



Pagi hari dihari kedua, adik-adik melakukan kerja bakti membersihkan masjid kemudian siang harinya mengunjungi pabrik biogas. Ternyata, tidak hanya sekadar mengunjungi pabrik Biogas, adik peserta dikenalkan uji praktik proses pengolahan kotoran sapi menjadi energi terbarukan sebagai sumber gas memasak di rumah warga. 


Sesi belajar didampingi langsung oleh Kak Asdi, pengampuh mata pelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup di Le Cendekia yang juga merupakan seorang tenaga pengajar di Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin. Kabarnya, desa Benteng Gajah ini termasuk binaan “Desa Mandiri Energi” Pemprov Sul-Sel beberapa tahun silam. Namun, seiring berkurangnya jumlah kotoran sapi karena warga tidak lagi memelihara sapi, tersisa sekitar 30% dari total 55 reaktor biogas milik warga yang masih digunakan untuk keperluan memasak sehari-hari. 


Hari itu, generasi pemakmur bumi Allah belajar banyak. Menurut Zidan (kelas7), berkunjung dan belajar mengenai Biogas adalah kegiatan yang mengesankan baginya. Sore harinya pun jadi lebih berkesan karena diadakan permainan mini outbound yang seru bersama teman-teman.


Hari berikutnya, jadwalnya berbagi keceriaan dengan adik-adik di desa. Diadakan lomba yang memantik keakraban antara peserta dan adik-adik siswa MI DDI Sakeang.  Kegiatan porseni kecil-kecilan ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang berkesan bagi Bulqis (kelas X), “Lucu melihat adik-adik kecilnya lomba”, katanya. Setelah membangun keakraban dengan anak-anak desa, malam harinya diadakan acara nonton bareng. Warga dan seluruh peserta Eduperience berbaur. Pengalaman yang semoga selalu menjadi kenang indah dimasa depan. Aamiin.


Hari terakhir, waktunya pamit. Alhamdulillah. Tunai sudah ikhtiar belajar langsung melalui pengalaman hidup di desa. Haru, karena ternyata kehidupan desa begitu hangat. Sebelum pulang, dititipkan donasi untuk pembangunan masjid dari keluarga Le Cendekia. Semoga kehadiran kami di dusun Balocci ini mendapat kesan dan kenang baik dihati warga. 




Bagi salah seorang adik siswa peserta Eduperience Vol 3, hal yang paling berkesan baginya adalah saat bisa memasak nasi tanpa dandang yang hasilnya enak dan tidak gosong. “Hari pertama, saya dan teman-teman kelompok mau masak nasi, biasanya di sekolah pake dandang. Saat ingin masak nasi saya dan teman teman yang lain sedang mengukur takaran nasi, lalu ibu angkat membantu mengukur dengan bertanya siapa aja yang akan makan dan sebagainya. Setelah itu ibu angkat mengajari kami masak nasi tanpa dandang, dengan mencontohkannya langsung. Esok hari dan seterusnya, kami bisa melakukan sendiri dan hasilnya enak,” cerita adik Raihanah (kelas IX). 


Selain akhirnya bisa memasak nasi tanpa dandang, Raihanah dan teman-teman mendapat banyak pengalaman berharga. Kelompok siswi ini tinggal bersama keluarga yang memiliki warung dan anak berkebutuhan khusus, juga memelihara sapi. “Kami mengajari membaca anak orang tua  angkat yang berkebutuhan, usianya sudah 25 tahun tapi badannya kecil. Kami juga pernah ikut bersama bapak angkat ke kandang sapi di malam hari untuk memindahkan ikatan sapi. Karena malam, kami khawatir tapi yakin bapaknya baik dan peduli sama kami. Teman yang lain membantu menjaga warung karena ibu angkat harus berangkat ke puskesmas membantu orang melahirkan.”





Ada juga yang rasanya masih ingin menemani nenek yang tinggal sendirian di rumahnya. Malam-malam nenek tidak lagi sepi karena ada yang menemaninya menonton sinetron. Adik Aqilah bercerita, “Saat malam terakhir kami makan malam bersama dengan nenek, kami menceritakan tentang sekolah kami dan bertanya ke nenek mengenai suara tembakan yang selalu kami dengar tiap hari, ternyata itu suara dari tempat pelatihan TNI yang berada dekat dari wilayah itu. Lalu nenek mulai curhat tentang bagaimana dia hidup sendiri sebelumnya. Beliau juga bercerita tentang betapa sedihnya nanti kalau kami sudah pergi, Nenek tidak punya anak dan suami. Hanya ditemani dengan ayam dan sapi peliharaannya di belakang rumah”.

Ketika kelompok lain merasakan hangatnya bisa hidup bersama keluarga baru, berbeda dengan kisah kelompok yang dipimpin Bulqis (kelas X). Mereka tinggal di rumah keluarga peternak ayam. Sehari-hari, aktifitas orang tua angkatnya di kandang ayam. “Saat kami masuk ke kandang ayam, kami kaget karena di dalamnya ada kamar. Kandang ayamnya besar, ada 300 lebih ayam yang dipelihara disana”, cerita Bulqis. Walaupun hanya ditemani anak dari orang tua angkatnya, mereka tetap memaknai Eduperience dengan kisah tak terlupakan. Misal saat mandi, ada ayam yang masuk di kamar mandi. Hihi. 


Selain cerita menarik yang sempat minweb gali dari pemuda pemudi ini, ada juga kelompok yang diajak memotong rumput gajah sebagai pakan ternak, juga memberi makan ikan lele. Bervariasi, semua mendapat pengalamannya masing-masing.

Alhamdulillah. Pengalaman-pengalaman inilah kelak yang akan menjadi bekal berharga di masa depan. InsyaAllah.

0

Artikel, Event, Lates News

Hari Pangan Sedunia diperingati setiap tahun pada tanggal 16 Oktober di lebih dari 150 negara untuk menciptakan kesadaran dan tindakan dalam rangka pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang merupakan komitmen global dan nasional sebagai upaya untuk menyejahterakan masyarakat. Salah satu poin SDGs bertujuan untuk mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan, memperbaiki nutrisi dan mempromosikan pertanian yang berkelanjutan.

Hari Sabtu, 16 Oktober 2021, Sekolah Alam Le Cendekia (Boarding School) menyelenggarakan Peringatan Hari Pangan Sedunia 2021 sebagai bentuk partisipasi aktif yang bertujuan untuk meningkatkan dampak kolektif kepada masyarakat sekitar Desa Pakatto Kecamatan Bontomarannu Kabupaten Gowa untuk turut mengawal aksesibilitas dan keterjangkauan makanan sehat untuk semua, diproduksi dan diproses secara berkelanjutan. Transformasi sistem pangan dan solusi inovatif kita yang bergerak lebih dari sekadar solusi teknis.

Peringatan Hari Pangan Sedunia yang bertajuk Le Food Fest 2021 ini diawali dengan sambutan dari pembina sekolah dari Yayasan Hexa Mulia Cendekia, Andi Olle Mashurah yang memaparkan pandangan dan harapan mengenai program olahan pangan. Selanjutnya Kepala Desa Pakkatto memberikan sambutan yang hangat serta dukungannya kepada Sekolah Alam Le Cendekia untuk terus melaksanakan fungsi edukasinya yang tentu berdampak pada masyarakat setempat. Dukungan yang sama juga disampaikan oleh Kepala Camat Bontomarannu (mewakili) untuk berkolaborasi dan memanfaatkan sumber daya alam yang kaya khususnya di daerah kecamatan Bontomarannu ini.


Ungkapan kebanggaan pun terlontar dari Kepala Dinas Pendidikan Gowa (mewakili) yang mengaku bangga bisa menyaksikan acara festival dengan berbagai macam hasil kebun sekolah yang tersaji dalam berbagai olahan.

Diakhir acara pembukaan, diadakan peluncuran logo produk kebun sekolah dengan nama “Le Keboon”. Sebelumnya, sekolah mengadakan sayembara pembuatan logo yang terbuka untuk kakak guru, siswa, dan alumni. Pemenang sayembara ini adalah Bulqis, siswa kelas X yang memang sangat mencintai dunia desain grafis. Selamat ya adik Bulqis. Semoga hadiahnya bermanfaat dan memotivasi untuk terus berkarya, juga bisa menginspirasi teman-teman lain untuk terus mengasah potensi yang ada pada diri masing-masing.



Setelah acara pembukaan, beberapa rangkaian acara yang telah dipersiapkan dengan matang pun dimulai. Rangakaian acara pertama adalah dialog interaktif bertema Mandiri dan Berdaya dengan Bahan Pangan Lokal dengan pembicara Prof. Dr. Ir. Amran Laga, MS (Dosen Ilmu Teknologi dan Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin) dan Ferdi Mochtar, S.Pt, M.Sc, PhD. (Plt ka Dinas Ketahanan Pengan Kota Makassar). Dialog ini mengajak para peserta untuk melek pangan dan memanfaatkan potensi yang ada disekitar untuk diolah. Potensi bahan lokal di sekitar kita banyak yang tidak digunakan, bahkan diabaikan karena ketidaktahuan, serta ketergantungan masyarakat yang sangat besar pada terigu yang semua bahan bakunya diimpor.

Diselingi dengan lomba mewarnai Totebag dan membuat Oshibana (merangkai bunga kering), acara selanjutnya yang tidak kalah menarik adalah Meracik Teh dan Tisane bersama artani.id. Dari workshop ini, peserta dibikin melek lagi tentang racik meracik teh yang perlu tips dan trik dengan bahan macam-macam, bukan hanya teh yang selama ini lazim dikenal.

Kalau menurut minweb nih, yang paling sayang dilewatkan di Le Food Fest ini selain welcome drink (teh sereh jahe dan teh kembang telang) serta sajian nasi pelangi yang diwarnai dengan pewarna alami, ada cindermata alias souvenir yang dibagikan kepada tamu undangan yang hadir. Souvenirnya berisi aneka bibit (stevia, mint, rosella, bunga matahari mini), benih bunga telang dan rosella, serta 250 ml ecoenzym. Jika benih dan bibit tumbuh subur serta ecoenzymnya digunakan sesuai fungsi, kemudian nanti tanamannya bermanfaat bagi yang menanam lalu menghasilkan benih dan bibit baru lagi, tercapailah salah satu mimpi sederhana, ketahanan pangan.

Rangkaian acara dari pagi hingga menjelang sore ini tentu tidak lengkap tanpa kehadiran para tenan yang menyediakan berbagai penganan untuk dinikmati para tamu, tentunya dengan merogoh isi dompet. Hadir Yukai Kitchen yang menyediakan jajanan khas Jepang, Mother Prayer dengan berbagai macam jenis burgernya, Diz’ drink dengan korean milknya, Dayyan Kitchen dengan minuman dan snacknya, juga tenat-tenant lainnya yang digawangi oleh kakak guru dan adik-adik siswa termasuk hasil belajar kelas X dalam program Agroteknologi yaitu T-Preneur, Magis Shop, Remedy, LePaya, Dapur Denisa, NumNom, Athursdye, Dimsum dan Kebab.

Kegiatan ini tentunya adalah hasil kerja kreatif kolaborasi antar kakak guru dan adik-adik siswa yang turut aktif dalam persiapan hingga berjalannya acara. Ada yang menjadi pembawa acara, tim dokumentasi, tim keamanan, dan lainnya. Satu lagi proses belajar langsung yang tidak didapatkan di dalam kelas untuk adik-adik siswa tercinta. Semoga selalu bersyukur menjadi siswa Le Cendekia ya dik.


Akhir kata, Bijak Konsumsi, Sehatkan Bumi!

0

Artikel, Event, Lates News

Sampah dan pengelolaannya adalah hal yang esensial untuk diperhatikan bagi kita semua, khususnya kami sekolah berasrama. Dari bangun tidur hingga tidur lagi, tentu dalam sehari ada saja sampah yang dihasilkan. Di Le Cendekia, kami menghasilkan cukup banyak sampah walau telah berusaha menguranginya.

Untuk limbah dapur, telah disediakan komposter sehingga limbah organik dapur dapat melalui pengomposan yang dimanfaatkan untuk tanaman di kebun sekolah. Juga pembuatan Eco Enzym dari kulit buah yang hadir setiap hari dari snack buah untuk adik siswa dan kakak guru. 


Untuk sampah plastik, kaleng, dan lainnya kami akui, kami belum mampu mengelolanya dalam jumlah cukup banyak. Program Reuse, Recycle, dan Reduce telah diupayakan seperti pemanfaatan jerigen bekas sebagai wadah pembibitan serta digunakan untuk pembelajaran dengan membuat prakarya dan bahan praktikum. Jika sangat menumpuk, sampah plastik akan dibakar.

Kami sadari tentu tindakan ini merusak ekosistem, kami terus mengupayakan pengurangan sampah dengan mengajak adik siswa untuk membuat ecobricks dari sampah  snack yang dibawa dari rumah. Bahkan adik-adik berusaha membawa snack tanpa sampah ke asrama. Namun sampah masih terus menumpuk.

Mall Sampah sebagai wadah platform digital dalam sektor pengelolaan sampah daur ulang kami rasa telah menjadi jawaban terbaik bagi kami untuk mengatasi masalah sampah yang menumpuk dan minim pengelolaan di asrama saat ini. Alhamdulillah, gayung bersambut. Pihak Mall Sampah bersedia memaksimalkan pengelolaan sampah di asrama secara rutin dengan melakukan penjemputan setiap bulan dan melakukan daur ulang. Sama seperti jika parents menggunakan aplikasi mall sampah pada gawai masing-masing, pengepul sebagai mitra Mall Sampah akan menjemput sampah parents. Sampah tersebuh ditukar dengan nominal rupiah sesuai dengan kriteria sampah yang dijemput. Alhamdulillah, dari sampah jadi cuan 🤑

Ceremonial bentuk kerja sama ini terlaksana di asrama Le Cendekia Pakkatto, tanggal 25 September 2021. Diawali dengan sambutan oleh Wakil Direktur bagian Humas Sekolah Alam Le Cendekia kak Nur Syamsul, dilanjutkan dengan sharing session tentang urgensi dan kepedulian terhadap sampah masa kini oleh dosen Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin Kak Nurul Masyiah Rani Harusi serta penandatangan perjanjian kerja sama antara kak Adi Saifullah Putra selaku Direktur Utama Mall Sampah dan kak Asriadi Sakka selaku Direktur Sekolah Alam Le Cendekia. Diakhir acara, ada juga penjelasan mengenai kriteria sampah yang bisa dijemput oleh pengepul berikut harga perkilonya serta penjelasan singkat mengenai proses daur ulangnya. Jadi sampah botol plastik bahkan ada kriteria juga lho, ada yang termasuk botol plastik berwarna dan tidak.

Adik-adik dan kakak guru mendapat ilmu dan pengalaman lagi. Alhamdulillah… Semoga kelak Le Cendekia bisa mengelola sampahnya sendiri deh. Biar sampah-sampah masyarakat umum saja yang dikelola Mall Sampah😬 Sukses terus Mall Sampah, terima kasih telah bekerja keras untuk bumi yaa.

0