SEARCH
Your address will show here +12 34 56 78
Artikel, Event, Lates News

Tujuh puluh tujuh tahun yang lalu, perjuangan para pejuang kemerdekaan berbuah. Indonesia mengumumkan kemerdekaannya. Bangsanya telah merdeka dari jajahan bangsa lain selama beratus tahun. Mensyukuri nikmat Allah berupa kehidupan yang tenang tanpa jajahan adalah kewajiban setiap kita. Tak lupa mentadabburi kehidupan nenek moyang yang hidupnya disertai rasa takut akan suasana mencekam. Alhamdulillah. Kita yang hidup hari ini tidak lagi merasakannya.

Agustus adalah bulannya Indonesia. Perayaan hari kemerdekaan Indoneisa yang dilaksanakan setiap tahun di seluruh bagian Indonesia mulai dari di rumah dengan keluarga kecil, tingkat lorong perumahan, Rukun Tetangga, hingga ke banyak lapisan masyarakat selalu semarak dan menyenangkan. Sekolah sebagai tempat ‘belajar’ tentunya takkan ketinggalan mengajak anak didiknya untuk turut memeriahkan peringatan besar negeri tercinta.

Awal bulan Agustus ditandai dengan meriahnya bendera merah putih yang terpasang disetiap rumah dan pinggir jalan. Latihan baris berbaris petugas pengibar bendera juga telah terlihat di beberapa lapangan. Pun di Le Cendekia, petugas pelaksana upacara dan pengibar bendera terus berlatih demi pelaksanaan upacara pengibaran bendera dalam rangka HUT Kemerdekaan RI di lapangan upacara sekolah berlangsung khidmat.

Tepat tanggal 17 Agustus pagi, upacara pengibaran bendera dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-77 berlangsung di lapangan upacara Sekolah Alam Le Cendekia, Desa Pakkatto Caddi, Gowa, Sul-Sel. Momentum ini diharapkan bisa memantik rasa syukur tak terkira bagi adik-adik pemegang estafet keberlangsungan negara bahwa Indonesia adalah negara yang patut selalu kita jaga, perjuangkan dan banggakan. Kak Asdi dalam pidatonya mengajak adik-adik untuk bersyukur dan mencintai seta menjaga kekayaan negara. Beliau menceritakan pengalamannya saat berada jauh dari Indonesia yang harus menahan kerinduan akan masakan khas Indonesia yang bumbu-bumbunya merupakan kekayaan Alam negara. Indonesia begitu kaya akan sumber daya alam, salah satu tugas kita adalah menjaganya, membudidayakannya, serta memanfaatkannya dengan baik.

Lalu bagaimana kakak guru Le Cendekia mengajak para calon pemimpin negeri masa depan untuk memaknai 77 tahun Indonesia merdeka? Ragam perlombaan diselenggarakan sepanjang hari selama beberapa hari. Suara riuh kakak guru dan adik siswa meramaikan lapangan sekolah. Lombanya seru, pesertanya adalah kolaborasi kakak guru dan adik siswa.

Saatnya kita mengulik keseruan ini…

Pertandingan diawali dengan penampilan yel-yel kelompok sebagai tanda seluruh peserta siap mengikuti pertandingan 17-an di LC dengan semangat juang 45. Ada arahan juga yang disampaikan oleh kak Arham selaku penanggung jawab kegiatan perayaan kemerdekaan.

Perlombaan yang selalu ada di Le Cendekia sejak tahun-tahun pertama kami di asrama Pakkatto adalah permainan bulu tangkis. Semua orang selalu tertarik bermain ini walaupun tidak semuanya mampu. Sama dengan permainan catur, dikenal dengan olahraga otak karena saat bermain catur peserta hanya duduk menatap pion-pion di papan catur. Olahraga ini senantiasa diadakan untuk menjaga kesehatan dan fungsi otak para pemuda LC. Pesertanya adalah perwakilan tim.

Diadakan juga permainan tradisional yang minweb selalu senang menontonnya, Tarik Tambang. Kita bisa melihat bagaimana tim yang kompak dan bekerja sama untuk menarik bagian tali tambang lebih kuat agar menjadi pemenang. Dari kuda-kuda yang dipasang para pemain diawal pertandingan biasanya sudah bisa ditebak pemenangnya. Ehhh tapi belum tentu, apalagi jika para pesertanya memiliki kekuatan yang sebanding seperti yang terjadi antar tim LC. Pertandingan yang sengit menandakan anak LC memiliki tenaga yang kuat.

Semua suka pertandingan yang satu ini. Festival kreasi tumpeng! Tumpeng bukan sembarang tumpeng, isiannya bukan tumpeng nasi yang biasa dinikmati saat ada acara syukuran. Festival tumpeng ini mengajak peserta lomba lebih kreatif dan inovatif dalam menyajikan bahan makanan menjadi tumpeng bernilai seni, yang indah dipandang serta lezat dinikmati. Berikut minweb tampilkan satu persatu hasil tumpengan anak muda keren kita (berkolaborasi dengan kakak guru pendamping tentunya).


Selanjutnya ada juga pertandingan futsal dengan tantangan tambahan. Yap, pesertanya mengenakan sarung seperti bapak-bapak yang hendak berjaga di poskamling. Bayangkan deh, bagaimana ribetnya lari-lari mengejar bola di lapangan kemudian menendang bola menuju gawang dengan berselimut sarung. Padahal kan, desain seragam bermain bola yang umum adalah celana pendek. Seru yaa.

Pertandingan yang lain adalah lomba asing-asing. Itu lho permainan yang dimainkan antar dua kelompok yang saling menghalangi lawan untuk mencapai garis akhir. Permainan ini lebih dikenal sebagai permainan tradisional gobak sodor.

Sistem lomba yang diadakan adalah hitungan poin. Setiap tim mendapatkan poin pada setiap perlombaan yang diikuti. Setelah pelaksanaan semua lomba, poin dihitung dan didapatkan dua tim dengan perolehan poin terbanyak untuk masing-masing tim akhwat dan ikhwan. Kata Kak Arham, pertandingannya seru karena semua peserta menunjukkan antusiasmenya.  Antusias merayakan kemerdekaan, antusias juga membela negara. Insya Allah.

Kita sudah 17-an, sudahkah kita SATU TUJUAN? Merdeka!

0

Artikel, Event, Lates News

Alhamdulillah, Sekolah Alam Le Cendekia (Boarding School) menamatkan siswa SMP ke-3 kalinya. Hari Jumat (24/06/2022) di gedung sekolah, Desa Pakkatto Kab. Gowa, telah dilaksanakan prosesi penamatan yang dirangkaikan dengan pameran Mahakarya Cendekia. Yap! Masih ingatkah readers kabar pelaksanakan pameran karya di tengah semester lalu? Diakhir semester ini, kembali dilaksanakan pameran bertajuk MAHAKARYA CENDEKIA yang merupakan pameran hasil belajar siswa selama satu semester.

Seluruh hasil belajar selama satu semester ini ditampilkan disini. Hasil belajar siswa di mata pelajaran wajib dilaporkan ke masing-masing orang tua siswa dalam bentuk report belajar oleh wali kelas. Hasil belajar siswa berupa karya di kelas PKBM ditampilkan dalam stand pameran yang diatur sedemikian rupa. Minweb spill kembali nih, PKBM yang berjalan di semester genap 2022. Ada PKBM Fotografi dan Videografi, PKBM Crafting, PKBM Agroteknologi, dan PKBM Menulis. Apa saja yang mereka tampilkan? Scroll down untuk membaca berita lengkapnya yuk.



Dalam kegiatan ini, kelas Videografi memutarkan sebuah film berjudul Teman Baru hasil naskah dari Naufal (kelas VIII) dan Aqie (Kelas VI), serta editor Sauqi (Kelas VIII). Film ini digarap sendiri oleh peserta kelas dan bisa dinikmati oleh pengunjung secara langsung. Pemutaran video berlangsung di salah satu ruangan yang diatur layaknya suasana bioskop sederhana. Pengunjung wajib membeli tiket film sebelum menonton. Ya, setiap karya ada ‘harga’nya 😊

PKBM Agroteknologi yang memberikan peluang kepada siswa untuk berwirausaha dengan menggunakan produk-produk alami, menjajakan produk andalan mereka Cold Latte with Ice Cream dan Cimol Unyu yang berwarna ungu dari ekstrak bunga telang. Stand ini cukup sibuk melayani pembeli yang tentunya senang menyicip jajanan kekinian yang bahan bakunya diambil langsung dari kebun sekolah.

PKBM CRAFTING juga mempertunjukkan hasil kreasi dari tangan-tangan hebat peserta kelas. Berbagai karya seperti kalung, gelang, gantungan kunci, dan jepitan rambut dari resin. Di dalam resin terdapat oshibana yang dirangkai indah. Berbagai macam benih yang telah dikemas dari kebun sekolah juga ada di stand crafting.

Selanjutnya, di panggung Mahakarya diadakan peluncuran buku perdana siswa-siswi dari PKBM Menulis. Tentunya, perkembangan literasi dari masyarakat pelajar semakin membanggakan. Siswa peserta kelas yang didampingi fasilitator kelas, Kak Agus, berhasil menulis sebuah buku Antologi Cerpen Benang Merah dengan ISBN: 978-623-387-089-4 yang diterbitkan oleh Badan Penerbit UNM. Mereka yang menyumbangkan tulisan adalah Siti Nur Rabiahtul Adawiyah (kelas VII), Hannah Nurfaiza Azfar (kelas IX), Yasril Aqila (kelas VII), Fath Ahmad Ghazy Faisal (kelas X), Andi Athallah Shalih (kelas IX), dan Alysiah Zahrah Mardirah (kelas IX).

Rangkaian agenda akhir tahun yang menjadi puncak acara adalah penamatan siswa kelas IX. Agenda awal adalah pelaksanaan SIMA’AN juz 30 oleh siswa siswi kelas IX. Semoga keberkahan selalu menyertai kita semua dan adik-adik selalu cinta serta dekat kepada Al Quran. Setelahnya, di panggung utama, diadakan rangkaian seremonial penamatan. Ada sambutan dari Kak Asdi sebagai Direktur, sepatah kata dari alumni yang diwakili oleh Adik Afiiqa, pesan dan kesan orang tua alumni yang diwakili oleh Bunda Fiqa, penyerahan kenang-kenangan dari orang tua siswa kelas IX yang tamat kepada sekolah untuk mendukung proses pembelajaran lebih efektif juga penyerahan bibit tanaman untuk kebun sekolah sebagaimana telah rutin dilaksanakan setiap prosesi penmatan. Secara simbolis, pihak perwakilan yayasan dan direksi menyematkan tanda kelulusan bagi alumni angkatan ke-3 ini.

Semoga adik-adik kelas IX mampu menjadi generasi yang tangguh, kuat, dan profesional di tempat lain. Berbagai upaya dilakukan untuk terus menuntaskan pendidikan yang serius dan berdaya saing tinggi. Pihak Le Cendekia Boarding School tentunya selalu berupaya untuk menciptakan Generasi Pemakmur Bumi yang bisa menguasai IPTEK dan IMTAQ. Semua mata yang memandang dan telinga yang mendengar akan sepakat bahwa IPTEK dan IMTAQ tidak boleh dipisahkan.
“Kami pihak panitia pelaksana sangat bangga dengan berbagai pertunjukan yang dilakukan oleh siswa-siswi. Semoga kedepannya kami bisa menciptakan karya yang lebih besar lagi”, tutup kak Agus (Penanggung Jawab event)

Selamat melanjutkan kisah, adik-adik baik. SEE YOU ON TOP

0

Artikel, Event, Lates News

Alhamdulillah telah dilaksanakan pemotongan hewan Qurban satu ekor sapi pada tanggal 12 Juli 2022 di gedung asrama Sekolah Alam Le Cendekia, Desa Pakkatto, Gowa. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, momen pemotongan hewan qurban di asrama bukan sekadar berbagi kepada masyarakat sekitar. Pelaksanaannya dilakukan sebagai pengalaman belajar bagi peserta didik juga seluruh tim sekolah.

Adik-adik dibagi menjadi beberpa kelompok yang masing-masing memiliki tanggung jawab yang berbeda dari pemotongan daging hingga pembagiannya. Bahkan, mereka juga berperan dalam persiapannya. Bagi anak-anak cendekia, ini sudah menjadi kebiasaan setiap Idul Qurban dan selalu mereka nantikan.

Menyentuh langsung sapi yang akan disembelih, merasakan keras dan lunaknya bagian-bagian sapi yang dipotong kecil-kecil, menimbang berat daging, menempatkannya ke besek sebagai wadah daging, serta membagikannya langsung kepada masyarakat tentu merupakan pengalaman belajar tak terhingga bagi generasi pemakmur bumi ini.

Semoga dengan menjadi relawan dari event tebar hewan qurban ini menjadi salah satu pemantik bagi adik-adik siswa agar memiliki kedermawanan hati untuk terus berbagi kepada sesama dan ikut serta melaksanakan kebaikan-kebaikan di sekitarnya. Insyaa Allah.

Semangat untuk terus menebar kebaikan, readers!

0

Artikel, Lates News, Student Corner

Di Le Cendekia, ada kelas Agroteknologi lho! Minweb kali ini mau mengajak readers untuk mengenal lebih dekat kelas yang merupakan salah satu pilihan kelas PKBM yang dilaksanakan setelah jam pelajaran wajib. Seperti namanya, Agroteknologi, kelas ini mengajak adik siswa agar mampu menguasai teknologi untuk memanfaatkan hasil pertanian dengan memperhatikan kualitas dan efisiensi sehingga menjadi suatu produk. Aktifitas di kelas Agroteknologi ini menjadi cikal bakal pengembangan usaha produktif bagi siswa yang bergabung di PKBM Agroteknologi.

Kelas Agrotek ini sejalan dengan konsep sekolah alam, yakni alam semesta dimana proses pembelajaran disekolah alam yang bersentuhan langsung dengan alam serta metode active learning dan pengalaman yang berarti proses pembelajaran melakukan experimental learning, sehingga adik-adik memiliki pengalaman belajar langsung dan bermanfaat.

Sebagai salah satu kelas PKBM, peserta kelas terdiri dari campuran kelas 7, 8, dan 9 SMP serta kelas X SMA. Mereka yang tergabung di kelas ini atas pilihan atau inisiatif mereka sendiri seperti yang sebelumnya miweb ceritakan disini. Bagi Kak Lisa sebagai fasilitator kelas , beragam tingkatan yang ada di kelas Agroteknologi menjadi tantangan dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan masing-masing. Sehingga melalui pendekatan minat dan potensinya, ia memberikan pendampingan dan memfasilitasi adik-adik untuk  memanfaatkan dan mengolah sumber daya yang tersedia.


Kelas Agroteknologi yang memiliki garis besar pembelajaran terkait Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian memberikan kesempatan bagi pemuda pemakmur bumi  untuk mengeksplorasi minat mereka dalam menciptakan produk pangan. Kelas ini dilaksanakan dengan 2 kali pendampingan selama sepekan pada hari Selasa dan Kamis, serta kelas mandiri pada hari Senin dan Rabu. Pada kelas pendampingan, peserta menerima materi dan melaksanakan eksperimen atau praktikum dengan pendampingan fasilitator di kelas maupun di laboratorium. Sedangkan pada kelas mandiri peserta memiliki kebebasan untuk mengeksplorasi minat mereka yang berhubungan dengan Agroteknologi secara mandiri tanpa pendampingan. Baik berupa aktivitas mencari ide-ide menarik, menyelesaikan logbook praktikum, mengolah hasil kebun, menjual produk hasil olahan masing-masing, dsb.

Kelas ini memiliki garis besar rencana pembelajaran terkait Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian, yaitu siswa mengetahui prinsip perubahan dan penanganan pascapanen, mengetahui penyebab kerusakan bahan hasil pertanian, mengetahui prinsip pengawetan hasil pertanian, mengetahui cara-cara pengolahan pangan baik secara fisik, kimiawi ataupun  biokimiawi. Siswa juga diharapkan mampu mengetahui prinsip penggunaan bahan tambahan pangan, serta mengetahui prinsip dan cara pengemasan pangan.

Pelaksanaannya lebih banyak ditentukan oleh apa yang adik siswa ingin pelajari yang berdasarkan garis pembelajaran tersebut. Misalnya ada adik yang ingin mengolah pisang hasil kebun, nah dalam proses pengolahan inilah mereka akan mengetahui  cara pengolahan yang baik, perubahan dan kerusakan akan yang terjadi,  cara mengawetkannya, fungsi bahan tambahan yang digunakan, dan cara pengemasan yang mampu menjaga dan memiliki tampilan menarik. Complete!

Ketersediaan bahan pangan dari kebun LC mendorong peserta kelas untuk menggali ide-ide mereka dalam mengolah dan memanfaatkan hasil kebun. Seperti ketika lagi musim bunga rosella, mereka akan mencari ide produk olahan Rosella apa yang menarik untuk dibuat. Ketika bunga telang di kebun sedang berbunga lebat, maka mereka diarahkan untuk menggali ide-ide produk apa saja yang dapat dikembangkan dengan bahan baku bunga telang. Nah dari situlah, akan muncul ide-ide menarik baik produk yang saat ini lagi trend atau sangat ingin mereka coba rasanya. Ide-ide inilah yang akan kita diskusikan dan sesuaikan dengan fasilitas yang tersedia. Produk yang berhasil adik-adik buat meningkatkan antusias adik-adik untuk terus mengembangkannya, apalagi ketika mereka mencoba rasanya dan bisa menjualnya.

Alhamdulillah, benar-benar pelajaran langsung dan tepat guna ya! Adik-adik yang senang bereksperimen pasti betah di kelas ini. Semangat terus, kak Lisa dan adik-adik kelas Agrotek… Minweb tunggu produk-produk menarik selanjutnya ya..
0

informasi
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

YUK Ayah/Bunda/Kakak/Adik/Rekan menjadi bagian dari menebar kebaikan di LC

“LC Tebar Hewan Qurban Desa Pakkattocaddi”

kesempatan berkurban individu / kelompok di Desa Pakkattocaddi, Gowa (berbagi dengan warga sekitar Le Cendekia)

Opsi ;
– Sapi (2.2jt/org) => 7 Orang
– Kambing (3jt/org) => 1 Orang

Transfer ke No.Rek ;
Bank Mandiri Nomor Rekening 174-00-8884777-7 atas nama Yayasan Hexa Mulia Cendekia

ا عَمِلَ ابْنُ آدَمَ يَوْمَ النَّحْرِ عَمَلاً أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ هِرَاقَةِ دَمٍ وَإِنَّهُ لَيَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَظْلاَفِهَا وَأَشْعَارِهَا وَإِنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ عَلَى الأَرْضِ فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا

Artinya: “Tidak ada amalan yang diperbuat manusia pada Hari Raya Qurban yang lebih dicintai Allah selain menyembelih hewan. Sesungguhnya hewan kurban itu kelak pada hari kiamat akan datang beserta tanduk-tanduknya, bulu-bulu, dan kuku-kukunya. Sesungguhnya sebelum darah qurban itu mengalir ke tanah, pahalanya telah diterima di sisi Allah. Maka tenangkan lah jiwa dengan berqurban.” (HR Tirmidzi).
0

Alhamdulillah, Allah Maha Baik mempertemukan kita dengan bulan mulia. Waktunya menempa diri dengan melakukan kebaikan demi kebaikan sebagai tabungan menuju tempat pulang paling akhir nanti.

Di Le Cendekia, kami mendampingi siswa-siswi untuk memaknai Ramadhan dengan tetap melakukan aktifitas keseharian seperti biasanya. Aktifitas sekolah di bulan Ramadhan tetap berlangsung dengan berbagai keseruan program khusus bulan suci.

Kakak guru telah menyiapkan jadwal keseharian yang mampu menyibukkan para pengumpul pahala bulan suci mulai dari pagi hari hingga malam. Seperti biasa pagi hari diisi dengan kegiatan berkebun dan dihari lainnya ada jadwal rihlah pagi ke sekitar asrama juga ke pasar. Ilmu-ilmu dasar dalam beribadah juga tak henti diingatkan kepada anak didik seperti tata cara bersuci (thaharoh), berwudhu, tayammum, mandi wajib, serta bersuci dari najis ringan, sedang, hingga najis besar.

Tata cara sholat (wajib, witir, tasbih, taubah, dan gerhana) juga terus diulang diajarkan agar siswa senantiasa memperbaiki kualitas ibadahnya. Mereka juga belajar praktik ibadah zakat dan mengurus jenazah sebagai pengingat bahwa kita semua akan menghadapi kematian. 

Pelaksanaan Le Inspirasi ke sekolah dasar terdekat menambah keseruan Ramadhan bagi para siswa. Yang tidak pernah absen dari momen-momen spesial di sekolah adalah pelaksanaan lomba-lomba yang membuat kita semakin dekat kepada-Nya. Ada lomba adzan dan tilawah, quiz spesial Ramadhan, serta lomba sambung ayat Juz 30.

Tak ketinggalan aktifitas muamalah berupa penjualan takjil buka puasa satu kali sepekan di Le Shop yang berlokasi di ruko Kompleks Citra Garden, Manggarupi, Sungguminasa, Kab. Gowa.

Yuk, kita intip bagaimana siswa Le Cendekia mengumpulkan puing-puing pahala bulan Ramadhan di asrama…

Kuis sambung ayat

Tadabbur Al Quran

Tadabbur Al Quran

Tadabbur Al Quran

Tadabbur Al QUran

LC Mengajar di SD Inpres Pakatto Caddi

LC Mengajar di SD Inpres Pakatto Caddi

Berbuka puasa sambil menyaksikan keindahan alam-Nya

Menikmati buka puasa bersama sahabat seperjuangan

.Menyiapkan hampers lebaran yang akan dibagikan kepada warga.

Sebagian hampers yang dibuat, dijual kepada khalayak.

Membuat selai bunga rosella sebagai isian kue lebaran

Bersama-sama membuat kue lebaran sebagai isian hampers.

0

Artikel, Lates News

Anak Le Cendekia naik bus!

Setelah beberapa pekan digalakkan program naik bus pergi dan pulang kampus bagi warga Le Cendekia yang melatih kemandirian anak didik serta memudahkan orang tua menjemput dari titik halte terdekat, saatnya pemuda pemudi pemakmur bumi belajar dari dalam bus. Belajar kok di bus? 

Sebagai sekolah alam, maka dirasa penting untuk memasyarakatkan penggunaan transportasi publik, untuk mengurangi jejak karbon di muka bumi. Bagi kami, belajar tidak terbatas di ruang kelas. Ruang-ruang publik adalah ruang belajar paling luas untuk menempa diri. Bukan sekadar naik bus, siswa siswi kami membawa misi untuk mendapatkan data keinginan atau harapan serta kritik dan saran dari warga masyarakat pengguna alat transportasi publik Trans Maminasata yang nantinya akan diteruskan kepada pihak terkait yakni perusahaan penyelenggara transportasi PT Borlindo Mandiri Jaya, pemerintah provinsi, pemerintah daerah yang mencakup area MAMMINASATA, dan Dinas Perhubungan. Selain itu, mereka juga membuat video berupa ajakan naik bus demi lingkungan yang lebih sehat.

Perlu diketahui bahwa tanggal 18-23 Maret 2022 berlangsung agenda Field Trip ke Yogyakarta yang diikuti siswa dan kakak guru. Siswa jenjang SMP dan tim yang tidak ikut agenda ini mendapat misi khusus yaitu berkeliling Makassar dengan naik Bus Trans Mamminasata bagi siswa SMP dan magang di salah satu gerai makanan bagi siswa SMA. 

Sebelum terjun ke lapangan, tentu peneliti muda ini diberi bekal terlebih dahulu. Mereka diberikan informasi mengenai Bus Trans Mamminasata dan cara melakukan riset sederhana dengan menggunakan kuisioner. Selanjutnya,  oleh kakak guru Bahasa Indonesia mereka diajar membuat kuisioner kemudian membuat daftar pertanyaan yang memungkinkan untuk ditanyakan kepada penumpang bus. Tak lupa, tim sekolah mengirimkan surat pemberitahuan kepada pengelola bus Trans Mamminasata  yakni   PT Borlindo Mandiri Jaya, untuk menginformasikan kegiatan yang akan dilaksanakan pada tanggal 21 dan 22 Maret 2022 ini. 

Periset muda SALC yang telah dibagi menjadi 5 kelompok berkumpul di halte/ koridor yang telah ditentukan. 4 kelompok di Halte Mall Panakukang (MP) dan 1 kelompok di Halte Kampus Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) dengan tujuan akhir di Halte Kampus Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP)Salodong.Keempat kelompok yang berkumpul di halte MP memiliki tujuan akhir yang berbeda, tentu mereka akan naik bus yang berbeda juga. Ada yang tujuan akhirnya di Halte Kampus Teknik Universitas Hasanuddin, Halte Pelabuhan Galesong, dan Bandara Sultan Hasanuddin. 

Hari pertama #minitrip, mereka melakukan observasi awal. Pertama-tama memperkenalkan diri kepada penumpang bus sekaligus memohon izin mengambil video untuk keperluan proyek video ajakan naik bus. Siswa juga mengamati kondisi bus termasuk fasilitas yang ada seperti tempat sampah dan tempat duduk bagi pengguna prioritas. Tak ketinggalan, mereka pun mengamati pengguna bus dan tujuan akhir bus. Trip ini membuka mata salah satu anak didik yang sehari-harinya diantar jemput dengan mobil pribadi, “saya akhirnya melihat sisi lain Makassar”. Yap, inilah salah satu bonus yang adik-adik dapatkan dari belajar di ruang publik.

Keesokan harinya, seluruh peserta trip berkumpul kembali di halte awal masing-masing. Mereka kini membawa kuisioner untuk dibagikan kepada pengguna bus. Penuh pembelajaran, kini bertambah lagi pengalaman belajar berkomunikasi dengan orang-orang dengan berbagai karakter. 

Setelah aksi, dilakukan evaluasi. Adik-adik telah selesai membagikan kuisioner, lalu membuat laporan dari jawaban-jawaban penumpang bus serta menyelesaikan proyek videonya kemudian berkumpul kembali untuk membahas suka duka perjalanan belajar mereka selama 2 hari naik bus. Siswa jadi paham pentingnya seat belt yang disediakan karaena ada yang terjatuh dari kursi bus saat driver berhenti mendadak dan ia dalam kondisi tidak mengenakan seat belt, ada yang bertemu penumpang baik yang membantu membagikan kuisioner, bahkan ada yang dikira sekelompok mahasiswa.


Satu lagi pengalaman berharga telah mereka peroleh, seperti aktifitas-aktifitas sebelumnya, kami selalu berharap dari aktifitas yang kami suguhkan untuk peserta didik selalu dikenang dan berkesan baik.

0

Alhamdulillah, siswa-siswi SMA Le Cendekia mendapat kesempatan perdananya untuk merasakan ‘bekerja’ di salah satu Japanese Street Food kekinian di Makassar, Yukai Kitchen. Ini adalah kesempatan magang perdana yang memang diprogramkan untuk siswa SMA untuk mengaplikasikan bekal ilmu agroteknologi dan TIK serta program life skill yang dipelajari di sekolah. Adik-adik peserta diharapkan mampu menyerap ilmu dan merasakan pengalaman sebanyak-banyaknya selama program Magang berlangsung. 

Magang ini dilaksanakan dari tanggal 21-25 Maret 2022 saat sebagian besar tim dan siswa berangkat Field Trip ke Yogyakarta. Pesertanya adalah tiga orang siswa SMA yang tidak berangkat Field Trip. Mereka adalah Alif, Annisa, dan Az Zahra. Sesuai dengan keterampilan masing-masing, mereka pun mendapat tanggung jawab berbeda selama bekerja di Yukai. 

Selama 5 hari magang, semua peserta magang antusias untuk hadir tepat waktu dimana jam kerja mereka adalah jam 11.00 – 16.00 WITA. Mereka mengikuti aktifitas kerja yang telah diarahkan sebelumnya oleh Owner maupun Manager SDM Yukai Kitchen. Meski hanya berlangsung selama hampir sepekan, angkatan pertama SMA SALC ini mendapatkan praktikal keilmuan cukup banyak. 


Dari proses belajar yang singkat, mereka mempelajari bagaimana flow proses penjualan, juga proses produksinya. Ada just yang bertugas melayani customers dan penjualan e-commerce. Untuk marketing, peserta membuat desain promosi yang menarik. Selanjutnya, untuk mengetahui kepuasan pelanggan, mereka meramu kuisioner dan membagikan langsung kepada pelanggan yang datang. Data yang terkumpul dari survei customer satisfaction akan dipakai oleh pihak Yukai dalam continuous improvement perusahaan. 

“Saya mendapatkan banyak pengalaman, terutama di bidang wirausaha yang memang adalah passion saya”, ucap Alif saat diminta testimoninya selama mengikuti program ini. Peserta Magang berharap agar Yukai semakin sukses dan dikenal oleh masyarakat. Semoga ilmu yang mereka peroleh dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. 

Sudah kenalkah teman-teman dengan Yukai Kitchen? Yukai ini sudah mulai dikenal lho oleh masyarakat kota Makassar dan sekitarnya, terutama para penikmat kuliner yang menYUKAI jajanan Jepang. Gerai jajanan Jepang ini berlokasi di Jalan Rappocini Raya 92, Makassar. Jika kamu berkunjung kesana, kamu bisa menikmati berbagai jenis jajanan yang memanjakan lidah seperti Taiyaki, Gyudon, Tuna Mentai, Gyoza, dan aneka minuman kekinian yang segar. Selain datang ke lokasi, kamu juga bisa memesan lewat aplikasi e-commerce langgananmu seperti Go Food, Grab Food, Shoopee Food. Satu lagi, pantau terus akun Yukai di Instagram agar tak ketinggalan info promo dan menu barunya ya.

0

Artikel, Event, Lates News

It is time to show off! 

Telah dilaksanakan pada tanggal 3 Maret 2022 di kampus Le Cendekia, Desa Pakkatto, Kabupaten Gowa Pameran Karya dan Parenting #batch1. Siswa-siswi memamerkan hasil belajarnya sembari orang tua mengikuti sesi Parenting bulanan yang rutin dilaksanakan. Acara ini terbuka untuk umum, terkhusus bagi keluarga yang ingin mengunjungi sekolah sekaligus menyaksikan aktifitas para siswa secara langsung.

Le Cendekia sebagai institusi pendidikan non formal mengedepankan keterampilan bagi peserta didiknya dalam program PKBM. Program keterampilan ini setiap semesternya dikaji dan dievaluasi pelaksanaannya agar sesuai dengan minat siswa. Tim dan kakak guru tentu terus berinovasi demi tercapainya tujuan pendidikan ala Le Cendekia. Akhir semester ini, yang paling dinanti-nantikan adalah Maha Karya Le Cendekia yang sebagai pemantiknya diadakan pameran karya setiap bulan.

Menyadari bahwa rentang usia remaja yang penuh dengan perubahan yang signifikan termasuk pencarian jati diri, maka kami terus berusaha mengiringi para generasi muda ini untuk melahirkan karya sesuai dengan potensi masing-masing untuk membangun kepercayaan dirinya. Semester genap tahun ini terlaksana 4 kelas program keterampilan yang dipilih oleh seluruh siswa yang penuh bakat ini. Program tersebut adalah PKBM Oshibana dan Lettering, PKBM Menulis, PKBM Fotografi dan Videografi, serta PKBM Agroteknologi. Keempat program ini terpilih setelah kakak guru mentor melakukan presentasi gambaran kegiatan yang akan dilaksanakan dalam kelas. 

Diawali dengan agenda Parenting, dimana orang tua anak didik diajak duduk bersama mendengar kajian sebagai penguatan dalam bekerja sama mendampingi anak serta bermusyawarah membicarakan hal-hal yang penting diperhatikan terkait program sekolah dan keseharian siswa di asrama. Kemudian dilanjutkan dengan agenda Pameran Karya, orang tua dan pengunjung memasuki area Pameran yang telah dibagi setiap kelas PKBM. 

Pameran Karya Batch 1 ini menampilkan karya para siswa dalam program PKBM  yang merupakan hasil berlatih selama kurang lebih dua bulan. PKBM Oshibana dan Lettering mewadahi para pemilik bakat seni rupa yang mampu menuangkan ide kreasi mereka dalam kertas maupun kanvas baik berupa coretan tangan juga kombinasi crafting yang indah. Mereka memajang karya terbaiknya berupa gambar, lettering, oshibana, dan kertas daur ulang. Tentunya dengan pendampingan kakak guru dengan bakat dan minat yang sama.

Adik-adik yang senang merangkai kata dan menuangkannya dalam bentuk cerita berkumpul di kelas PKBM Menulis. Dalam beberapa pertemuan saja, mereka telah menghasilkan karya berupa cerita pendek yang tentunya merupakan hasil karya orisinil dari otak-otak cemerlang anak muda keren ini.  Ada kakak guru yang gigih sebagai penyunting dibalik karya mereka ini. Kabarnya, mereka akan segera menerbitkan buku!

Bahkan, salah seorang siswa kami yang dulunya bergabung di Le Cendekia  terlihat sangat rendah diri, kini menemukan dirinya dalam urusan menulis. Inilah yang kami harap dari setiap program yang ditawarkan, agar anak didik menemukan minat dan bakatnya sendiri. 

Siswa dengan minat mengambil gambar baik bergerak maupun tidak bergerak bergabung dalam kelas PKBM Fotografi dan Videografi yang tentunya didampingi oleh mentor yang mengajak mereka mengambil gambar dengan teknik yang benar. Bagi yang senang memotret gambar, menyajikan hasil jepretannya di ruangan khusus dengan settingan sedemikian rupa hingga pengunjung serasa masuk ke pameran galeri. “Dengan pencahayaan minim, lampu-lampu sorot, dan alunan suara musik yang mendukung. Penyajian ruangannya keren banget,” kata salah seorang pengunjung. 

Adik-adik yang memilih konsen membuat video juga tak kalah hebatnya. Mereka meluncurkan film singkat perdana mereka di channel YouTube Le Cendekia berjudul POKOKNYA yang bisa disaksikan bersama. Tentu saja, akan ada pengetahuan yang terus ditingkatkan dan keterampilan yang terus dilatih untuk karya-karya selanjutnya nanti.

Dalam rangkaian Pameran Karya dan Parenting kemarin, diadakan demonstrasi pembuatan jelly oleh adik Nabila dan Elzha serta teman-temannya dari PKBM Agroteknologi. Pembuatan jelly ini memang sangat sederhana, namun berhasil membuat salah seorang pengunjung pameran merekam proses yang didemonstrasikan. Didampingi oleh mentor yang ahli di bidangnya, telah tercipta produk-produk inovasi dari hasil kebun sekolah. Ada Es Krim Bunga Rosella, Roti Kukus Bunga Telang, Salad Buah dengan jelly Bunga Telang dan Rosella, serta Creamy Bunga Telang. Dari namanya, minweb penasaran ingin mencicipi semuanya! 

Tak ketinggalan, ada juga karya mengagumkan dari hasil belajar di kelas Baca Tulis al Quran berupa kaligrafi indah yang dipajang sebagai pemanis di lokasi Parenting. 

Alhamdulillah. Pemuda-pemudi Le Cendekia telah menunjukkan kepada kita semua bahwa semua kita mampu berkarya. Dengan dukungan yang tepat, karya-karya besar Insya Allah akan terus tercipta. 

Jangan lelah untuk terus menempa diri, ya!

0

Artikel, Event, Lates News

Kembali ke hari Jumat, Le Muamalah (dulu Le Cafe ‘Food n Drink’ yang kemudian berubah menjadi Le Shop) hadir dalam versi berbeda dengan dagangan yang semakin bervariasi. Diawal diadakannya Le Cafe, hari Jumat pagi adalah waktu paling sibuk dimana adik-adik belajar mempersiapkan lapaknya sendiri mulai dari menyusun meja, memasang tenda, serta menyiapkan administrasi catatan penjualan. Dalam versi terbaru kini, hari Jumat pagi di grup Family LC akan ada informasi mengenai jenis dagangan yang siap dijual kepada khalayak yang selanjutnya direspon oleh orang tua siswa berupa daftar belanjaan yang di’keep’ untuk dititipkan ke adik siswa yang hari ini jadwalnya pulang ke rumah.



Walau dengan konsep berbeda, tujuan tetap sama yaitu membangun kepercayaan diri peserta didik dalam berwirausaha. Jika hasil kebun laku, mereka akan bersemangat merawat kebun yang tentunya melatih keterampilan berkebunnya. Apalagi jika menjual produk hasil tangan sendiri, semangatnya menjadi berkali-kali lipat Insyaa Allah.


Dalam proses belajar berdagang, diharapkan para entrepreneur muda LC ini mampu mengasah banyak keterampilan yang telah didapatnya. Bukan sekadar keterampilan memasak atau membuat karya. Namun lebih dari itu, misalnya mereka mampu memahami konsep matematika dalam menakar bahan yang digunakan, atau menerapkan hasil pelajaran bahasanya dalam membuat iklan atau nama jenis jajanan yang juga berkaitan dengan pelajaran TIK.


Ada pelapak yang hampir tidak pernah absen menjajakan produk tangannya di pasar Le Muamalah semester lalu. Seorang murid SMA kelas X yang baru bergabung diawal tahun ajaran baru 2021 lalu, Alif. Alif mulai senang berjualan makanan sejak SMP dan memilih melanjutkan sekolahnya di Le Cendekia untuk mengembangkan minatnya ini. Ia senang berjualan diawali karena senang memasak. Hobby memasak ini telah mendarah daging sejak duduk di kelas 2 SD.

Dari hobby jadi cuan. Alhamdulillah. Jualan Alif yang sudah dicicipi oleh warga Le Cendekia berupa bola-bola ubi frozen, selai pepaya, pisang nugget frozen, dan sambal sotong ini selalu laku keras setiap dijajakan. Saat ditanya ide jenis jualan ini dari mana, ia mengaku memikirkan sendiri. Untuk resep-resepnya, ia coba dulu di rumah beberapa kali. Jika enak, dijual. Cara membuatnya ia dapat dari internet juga ada dari neneknya langsung.



Sejak mulai berjualan di Le Muamalah, Alif telah mengantongi keuntungan kurang lebih satu juta rupiah. Hasilnya ada yang ia gunakan untuk keperluan sendiri, sebagian diberikan ke orang tua juga ada yang di tabung. Untuk semester ini, Alif memiliki target penghasilan sendiri sehingga ia mencoba terus berinovasi. “Mungkin tahun ini saya akan konsisten dengan satu produk dan ingin membuat brand sendiri”, ungkap Alif yang mengaku senang bisa berpenghasilan sendiri meski kadang lelah menyiapkan produknya ditengah-tengah kepadatan aktifitas di asrama.

Ada juga yang tidak solo karir, mereka berhasil berkolaborasi. Adik-adik kelas VII berhasil bekerja sama untuk menghasilkan produk. Mereka pernah menjual Es Lilin dan Pizza Roti. Bukan hanya produk siswa, ada juga hasil olahan kakak guru yang turut meramaikan. Juga bukan hanya produk makanan yang bisa dijajakan ya… Adik Zidan (Kelas VII) menjual hasil tangannya berupa gelang, tali masker, kalung, gelang, dan kartu kuartet.



Hasil kebun pun selalu diburu oleh orang tua siswa. Hasil kebun organik dan dirawat langsung oleh anak-anak dan kakak guru berupa sereh, jagung pulut, benih/ biji rosella, benih/ biji bunga matahari dan kembang telang, sayur daun singkong, pepaya, dan lainnya. Penghasilan dari penjualan hasil kebun ini dimanfaatkan untuk perawatan kebun.


Ada banyak sekali produk yang telah dijajakan yang tidak sempat minweb tuliskan satu per satu. Sekian yang sempat tercatat membuktikan bahwa kegiatan wirausaha di Sekolah Alam Le Cendekia tetap berjalan sebagai salah satu langkah perwujudan visi kehadiran kami untuk peserta didik. Semoga adik-adik tetap bersemangat dan selalu meneladani Rasulullah yang telah belajar berdagang sejak usia remajanya. Aaamiin.


Nantikan terus ya produk-produk kami🙂

0