SEARCH
Your address will show here +12 34 56 78
Artikel, Event, Lates News
Berkemah identik dengan latihan fisik disertai cuaca panas yang menyebabkan kebutuhan cairan tubuh juga meningkat. Begitulah pengalaman minweb saat usia sekolah. Ternyata di Sekolah Alam Le Cendekia, paradigma ini perlahan digantikan dengan semangat mendulang pahala di bulan Ramadhan. Pahala kebaikan dilipatgandakan, termasuk pahala menuntut ilmu Insya Allah.


Pada tanggal 9 – 11 April 2023, berlokasi di kampus Sekolah Alam Le Cendekia, Macca Education (sebuah lembaga pendidikan Bahasa Inggris di Kota Makassar) mengadakan English Camp bagi siswa SMP/ SMA sederajat. Kegiatan kerja sama ini bertajuk Le Macca Youth Camp, yaitu kegiatan rekreasi di luar ruangan yang bertujuan untuk membiasakan penggunaan Bahasa Inggris di muka umum yang dikemas dalam bentuk staycation event.


Tenda-tenda dibangun di halaman sekolah untuk menciptakan suasana menyenangkan selama kegiatan. Konsepnya, para peserta beristirahat malam di kemah secara berkelompok dan mengikuti kegiatan di halaman maupun koridor sekolah sepanjang hari. Kegiatannya pun dikemas dengan menarik berupa permainan-permainan yang memantik peserta untuk bersemangat belajar berbahasa Inggris.

Le Macca Youth Camp ini diikuti bukan hanya oleh seluruh siswa Le Cendekia yang juga mengisi aktivitas Ramadhannya di asrama, namun ada juga peserta lain dari SMA Negeri 17 Makassar dan MTsN 1 Makassar. Hafidz, salah seorang peserta camp mengaku “I am tired but it is really fun. I like it.” Alhamdulillah, keseruan event ini mengalahkan kelelahannya.


NAGIH!

Sebagaian besar respon peserta ingin kegiatan seperti ini sering-sering diadakan. Akhirnya mereka mengakui bahwa belajar Bahasa Inggris mudah dan menyenangkan. Kegiatan apa sajakah yang membuat anak muda ini tidak bisa move on? Minweb jadi penasaran :”) Kita intip melalui foto yang bercerita di bawah, yuk.










Alhamdulillah. What a great weekend! Seru sekali ternyata belajar Bahasa Inggirs. Besok-besok, alumni English Camp melanjutkan ‘camp’ ini di asrama ya.
0

Artikel, Event, Lates News, Student Corner
Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ath Tabrani)

Generasi pemakmur bumi dari Sekolah Alam Le Cendekia Boarding School kembali hadir di tengah-tengah murid sekolah dasar untuk mencoba membagikan pengetahuan yang dimilikinya. Sekolah Dasar yang bersedia menerima program Le Menginspirasi pada momen berbagi di bulan Ramadhan kali ini adalah UPT SD Negeri Bontokamase, Kabupaten Gowa. 

Adik-adik siswa berbagi pengalaman sesuai dengan bidang peminatannya di kelas PKBM, yaitu Agroteknologi, Videografi – Fotografi, Crafting – Lettering, dan Menulis. Masya Allah, ternyata tidak perlu menunggu memiliki profesi tertentu untuk berbagi seperti kegiatan kerelawanan berbagi inspirasi. Siswa SMP dan SMA kami melakukannya. 

Siswa dari kelas Agroteknologi mengenalkan bunga rosella dan bunga telang kepada siswa SD Negeri Bontokamase. Mereka juga berbagi pengalaman bagaimana mereka mengolah bunga ini menjadi makanan ataupun minuman yang bukan hanya menarik, tapi juga sehat karena bersumber dari bahan alami. Wah, adik-adik SD yang belum tahu jenis bunga ini, bisa mencobanya juga di rumah.

Adik-adik SD juga diajarkan teknik-teknik pengambilan gambar menggunakan handphone oleh siswa-siswi pegiat kelas Fotografi dan Videografi. Setelah mengenalkan teknik pengambilan gambar, mereka juga berbagi tips dan trik dalam proses editing video. Masya Allah, semoga melahirkan kreator video yang profesional dari berbagai inspirasi ini deh.


Yang seru dari kelas Crafting adalah siswa SD diajak membuat aksesoris dari macrame. Dengan penuh ketelatenan, perwakilan kelas Crafting berbagi pengalaman cara membuat aksesoris macrame ini. Begitupun perwakilan kelas Lettering, mereka menyediakan alat bahan untuk menulis indah dan mengajak adik siswa SD untuk mencobanya. 

Dawi, siswa kelas VIII, salah seorang siswi yang sudah melahirkan karya berupa tulisannya dalam buku yang diterbitkan PKBM menulis juga berbagi pengalamannya dalam menulis. Ia bercerita pengalaman menulis dan kesenangannya dalam menulis. Alhamdulillah, salah satu gerakan menumbuhkan giat literasi ditunaikan oleh adik Dawi dan semoga bisa menginspirasi adik-adik SD yang turut menyimak. Aaamiiin.


Siswa menginspirasi siswa lainnya, menjadi ajang belajar kompleks bagi siswa-siswi kami. Dari kegiatan ini mereka bukan hanya belajar berbagai pengalaman, namun juga belajar mempersiapkan kegiatannya, belajar mempresentasikan pengalaman di depan orang banyak, serta belajar menjalin silaturrahim kepada masyarakat lebih luas. 


Terima kasih pihak UPT SD Negeri Bontokamase yang telah memberi peluang kepada adik-adik untuk berbagi pengalaman, semoga menjadi langkah silaturrahim yang tidak pernah putus yang diridhai oleh Allah. Aaamiin.
0

Artikel, Event, Lates News, Student Corner
Mengawali rangkaian cerita di asrama selama Ramadhan ini, minweb menginformasikan bahwa menu ifthar dan makan malam seluruh warga asrama berasal dari donatur yang baik hati menyediakan hidangan bagi pemuda pemudi yang berpuasa ini. Agar tidak kehilangan momentum masak-masak bersama yang rutin dilaksanakan di hari biasa saat mendapat piket memasak, maka satu hari ini diadakan lomba memasak sambil menunggu waktu berbuka puasa.

Pada perlombaan ini, siswa dibagi menjadi 4 kelompok. Mereka diberikan tantangan untuk memasak menu iftar dan lauk makan malam untuk disantap oleh 12 orang. Sungguh menantang ya, artinya makanan tidak boleh gagal karena jika gagal maka ada 12 orang yang tidak bisa berbuka puasa. 


Catatan penting dalam lomba memasak kali ini adalah peserta dibatasi menggunakan maksimal 2 produk olahan saja. Artinya, bahan memasak yang diperlukan diwajibkan lebih banyak berasal dari bahan alami.  Kebiasaan-kebiasaan memasak kreatif dengan bahan alami perlu terus digalakkan mengingat telah banyaknya produk olahan yang tersedia di pasaran membuat penggunaan bahan alami kurang dilirik lagi.

Panitia perlombaan telah menyediakan pasar mini berisi bahan makanan yang dapat dibeli oleh para peserta dengan budget maksimal pembelian Rp 200.000,-. Bahan makanan tambahan yang peserta perlukan boleh dipetik langsung dari kebun sekolah, Le Keboon. Dengan waktu terbatas, peserta menentukan akan memasak menu apa dan mencatat bahan-bahan yang diperlukan kemudian memilih kebutuhannya segera dalam durasi singkat.

Perlombaan ini mengajak siswa mengimplementasikan 7 pilar cendekia. Sebelum bekerja dalam kelompok, mereka memahami dirinya akan mengambil peran sebagai apa yang mampu bekerja sama dengan teman sekelompoknya. Peserta membutuhkan kemampuan berkomunikasi dan mengambil keputusan dengan tepat, serta mampu mengambil hikmah dari langkah-langkah yang dilakukan selama proses memasak bersama teman.

Setelah selesai, peserta pun wajib mempresentasikan hasil masakannya dengan menarik. Alhamdulillah, hasil memasak siswa-siswi Le Cendekia terbilang selalu sukses memanjakan lidah seluruh warga.

Readers mau dimasakkan apa nih sama warga Le Cendekia?
0

Artikel, Event, Lates News
Momentum Ramadan bersama keluarga selalu membawa jejak rindu ketika kita sudah memiliki kehidupan sendiri yang jauh dari rumah. Begitu pula yang dirasakan oleh beberapa siswa kami yang menjalani hari-hari berpuasanya bersama keluarga (teman-teman dan kakak guru) di asrama. Namun, hanya pemuda pemudi tangguh yang mampu melaluinya.

Program Ramadhan di Le Cendekia menyajikan kegiatan yang berbeda pada bulan Ramadhan tahun ini. Siswa-siswi dijadwalkan berada di asrama selama 3 pekan tanpa pulang diakhir pekan sebagaimana jadwal biasanya. Duh, rindu rumah banget nggak tuh?


Ternyata hanya bayangan minweb saja. Coba pandangi wajah-wajah sumringah dari foto-foto mereka dibalik kamera pada tulisan-tulisan minweb selama bulan Ramadhan, bahagia bukan?


Kerja keras kakak guru nih, menjadikan hari-hari di asrama lebih menyenangkan. Masya Allah. Aktivitas apa sajakah yang berhasil membakar semangat mereka? Minweb paparkan dalam beberapa tulisan setelah postingan ini ya.

Check it out...
0

Artikel, Event

Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru Sekolah Alam Le Cendekia mengadakan Trial Class untuk mengenalkan sebagian besar aktivitas di asrama kepada calon peserta didiknya. Kelas Percobaan tahap pertama untuk tahun ajaran 2023/2034 ini terlaksana pada tanggal 24-25 Februari 2023 kemarin. Peserta kelas terdiri dari 11 calon siswa termasuk calon siswa SMP dan SMA baik yang telah mendaftar sebagai calon siswa maupun yang masih ingin memantapkan hatinya.

Trial Class  ini diadakan untuk memperkenalkan para calon peserta didik bagaimana keseharian di asrama mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali. Karena sudah merasakan keseruan di asrama, mereka diharapkan telah bisa membayangkan kehidupan barunya sebagai siswa Le Cendekia. Bakal siswa nantinya tidak serba kaget saat menjalani hari-harinya sebagai warga asrama.

Persiapan trial class dilakukan sungguh-sungguh sebagai ikhtiar untuk menarik hati calon peserta didik maupun orang tuanya. Peserta disambut dengan hangat oleh kakak guru yang bertugas, wakil siswa, serta mahasiswa peserta magang dari Universitas Negeri Makassar. Sebelum penyambutan secara resmi, peserta mengikuti kegiatan sesuai jadwal siswa dihari Jumat yaitu Sholat Jumat berjamaah di Masjid Le Zahara, makan siang, dan Ladies Talk bagi siswa perempuan.

Minweb akan menjabarkan keseruan Trial Class ini dalam beberapa kiriman.
Silakan dibaca pada artikel selanjutnya ya.

0

Artikel, Lates News
Selama 4 hari berkegiatan bersama guru-guru sekolah alam se-Nusantara, kakak guru mendapatkan pengalaman berharga. Diawal acara ditampilkan performance dari Regio IV yang membuat terpukau karena menyaksikan penampilan dari siswa, guru sekolah alam yang mengandung makna luhur yang ingin disampaikan kepada peserta serta kreatifitas dan keahlian yang tidak dibatasi oleh keterbatasan dari salah satu guru yang berkebutuhan khusus. Penampilan ini juga mengandung unsur pelestarian budaya setempat.

Untuk materi yang didapatkan juga cukup bermakna seperti Assabikunal Awwalun sekolah alam yakni sejarah terbentuknya sekolah alam, Guru Relawan, Gaya hidup Abdullah dan Rahmatal Lil alamin, Wirausaha (Akhlak), serta kurikulum sekolah alam yang semua itu memberikan semangat dan spirit kepada guru sekolah alam selaku pembentuk perubahan. Para guru juga dikenalkan diberikan informasi tentang sekolah alam melalui lagu-lagu tematik sekolah alam. Bagian ini minweb penasaran mau ikut mendengarnya nih. Tak ketinggalan, hasil-hasil karya serta produk yang dihasilkan sekolah-sekolah turut dipamerkan. SALC membawa produk andalannya yaitu teh herbal alami Bunga Telang.



Terakhir, ada kegiatan refleksi berupa aktivitas renungan, yaitu muhasabah tentang apa yang telah di dapatkan di kegiatan Jambore V JSAN dan apa yang telah dilaksanakan dalam proses membentuk peradaban yang mampu membuka wawasan dan kesadaran akan apa yang harus diperbaiki dan dilaksanakan selanjutnya. Satu lagi, ada pembuatan proyek berupa belajar bersama alam,  melihat potensi dan menghasilkan sebuah karya nyata. Kegiatan langsung di alam ini bisa menjadi inspirasi membersamai generasi pemakmur bumi di SALC ya!


Jambore JSAN serta kegiatan-kegiatan positif untuk pengembangan kapasitas guru sangat penting untuk guru-guru khususnya kakak-kakak guru Sekolah Alam Le Cendekia Boarding School ikuti. Kakak guru penting nih turut aktif melibatkan diri demi peningkatan kapasitas diri sendiri dalam menguatkan akar sekolah alam, menambah pengalaman, meluaskan dampak dengan banyak belajar dan berbagi dengan sekolah-sekolah alam lainnya sehingga semua bisa saling satu visi dan pemikiran untuk diaplikasikan di SALC tercinta.

Sampai jumpa pada Jambore Guru JSAN selanjutnya. Insyaa Allah.
0

Artikel, Lates News
Jambore JSAN V, Ciwidey Bandung

Jaringan Sekolah Alam Nusantara (JSAN) merupakan jejaring para guru dan pegiat sekolah alam se-nusantara sebagai wadah berbagi semangat, inspirasi, pengetahuan, dan gagasan. Le Cendekia berafiliasi sebagai sekolah alam dan menjadi anggota JSAN pada tahun 2020. JSAN memiliki beberapa agenda rutin diantaranya Leaders Meeting yang tahun lalu diikuti oleh Ibu Andi Olle di Bukittinggi, Sumatera Barat. Agenda rutin yang lainnya adalah jambore guru. Tahun ini  SALC mengutus Kak Andi Agus dan Ustadz Muhammad Shahib untuk mengikuti Jambore JSAN V di Ciwidey, Bandung.



Sebelum berangkat, kakak guru yang akan menjadi perwakilan melakukan beberapa persiapan diantaranya membuat paper dan penjelasan karya inovasi sebagai syarat pendaftaran peserta. Paper berjudul “Sekolah Alam Inklusi Dari Timur Indonesia Mengambil Peran Sebagai Generasi Pemakmur Bumi” serta karya inovasi berupa program literasi yang menghasilkan karya “Buku Antologi Benang Merah” yang telah terbit. Kedua kakak guru perwakilan berharap bisa menemukan pemahaman secara utuh tentang sekolah alam juga dapat memperkenalkan SALC beserta karya inovasi dan produk yang dihasilkannya pada pertemuan skala nasional.



Jambore Guru JSAN 2023  terlaksana pada tanggal 24-27 Januari 2023 di eMTe Higland Resort, Ciwidey, Bandung. Keikutsertaan sebagai peserta Jambore Guru memberikan kesan tersendiri bagi Kak Agus dan Ustadz Shahib. Dua guru muda utusan SALC ini bersyukur karena terpilih sebagai peserta yang bisa mempresentasikan karya paper sebagai salah satu langkah memperkenalkan praktik baik yang telah dilakukan oleh SALC yang diharapkan memberikan kesan lebih serta mampu meluaskan dampak kepada semua rekan guru sekolah alam.

Pulang dari jambore tentu saja perlu membawa oleh-oleh dong. Yuk simak rencana aksi Kakak Guru yang sedang bersemangat mengokohkan Le Cendekia sebagai sekolah alam.

Pertama dan utama, kita perlu mengokohkan 4 pilar sekolah alam dalam segalah aktivitas di sekolah serta jargon sekolah sebagai Generasi Pemakmur Bumi (Abdullah dan Khalifah fil Ard). Selanjutnya menerapkan metode BBA (Belajar Bersama Alam) dalam setiap aktivitas pembelajaran yang berbasis PjBl (Project), membentuk dan memperkuat aktifitas kerelawanan (Guru dan siswa), menerapkan SSAS dalam aktifitas keperamukaan (Akhlak Leadership), menerapkan pertanian/ perkebunan konservatif/ regeneratif (HAYATAN THOYYIBAH), menerapkan aktifitas spirit di pagi hari dan diakhiri dengan aktifitas refleksi.

Masya Allah tabarakallah, rencana aksi yang sepertinya cukup mudah terlaksana jika setiap yang terlibat benar-benar memahami hakikat serta serius dalam mengupayakannya. Tentu saja dua orang kakak guru perwakilan membutuhkan kerja sama, konsistensi, keseriusan, serta pengembangan bersama seluruh tim.


Semangat terus, tim!
0

Artikel, Event, Lates News

Le Food Fest 2022 dimeriahkan dengan pelaksanaan beberapa lomba yang targetnya adalah siswa SD, SMP, SMA, juga siswa LC dan keluarga. Ada lomba Rangking I dan Lomba Poster. Kami juga merencanakan Lomba Masak Bareng Ayah lho, namun sayang sekali hanya satu pendaftar. Dear Ayah, momen ini langka, namun, semoga tahun depan ada lagi ya.


Lomba Rangking I diadakan langsung di lokasi kegiatan. Lomba ini di-handle langsung oleh siswa dan kakak guru dengan mengajukan pertanyaan seputar pengetahuan umum. Dari 20 peserta yang mengikuti lomba, keluar sebagai pemenang Ahmad Rindra Avicenna dari SDIT AL FITYAN GOWA, Adelia Janeeta Sakir asal SDI Bontomanai, dan Rifka Nur Aqilah dari SDI Bontomanai. Barakallahu fiikum anak-anak hebat.

Selain rangkaian acara yang pada di hari Sabtu yang terik, ada juga lomba yang bisa diikuti oleh siswa-siswi SMP dan SMA seluruh dunia. Syaratnya cukup memiliki kartu tanda siswa, memiliki akun instagram, dan membuat poster. Poster apakah itu? Poster digital dengan tema Natural Food Colorong; A Healthier Alternative to Artificial Food. Jadi peserta diminta membuat poster dengan tema pewarna alami untuk makanan yang sehat dan tentu saja indah dipandang. Menantang nih, apalagi pesertanya usia pemuda-pemudi yang terpapar banyak sekali jajanan warna-warni yang belum tentu sehat diluar sana.


Surprisingly, banyak dong anak muda yang masih melek dengan pewarna alami. Selamat kepada Faris Aprillah dari SMK SMTI Makassar sebagai pemenang pertama lomba poster digital ini. Ia memperkenalkan Umbi Bit yang bisa menjadi pewarna es krim, bolu, dan puding. Selanjutnya pemenang kedua ada pewarna biru dengan sejuta khasiat yaitu Kembang Telang yang posternya dibuat menarik dibaca oleh Afiiqa Zahra Asyura Khomeiny dari SMA Hello Motion, Tangerang Selatan. Juga ada Syaikah Asilkah dari SMK SMTI Makassar sebagai pemenang ketiga yang mengangkat Labu Kuning alias Waluh sebagai pigmen alami yang bisa dibuat menjadi pasta lalu dicampurkan diberbagai bahan makanan. Selamat telah memperluas cakrawala orang-orang yang membaca poster digital yang telah kalian buat ya, adik-adik.

Dibalik kegiatan hebat yang berjalan sukses ini, ada peluh semangat tim, kakak-kakak guru dan adik-adik Le Cendekia. Allah balas pahala berlipat ganda, Insyaa Allah. Aaamiin.

Izinkan minweb mengetikkan pesan dari kakak guru Lisa Angriani sebagai Penanggung Jawab Event Le Food Fest, “Alhamdulillah. Kegiatan Le Food Fest 2022 berjalan dengan baik. Terima kasih kepada para pembicara yang keren dan inspiratif, tamu undangan, panitia, serta seluruh pihak yang telah bekerja sama menyukseskan kegiatan ini. Semoga Le Food Fest 2022 memberikan banyak ilmu, oengalaman, dan inspirasi untuk terus berkarya, lebih hijak dalam memanfaatkan sumber daya alam, dan semangat terus mewujudkan pangan yang lebih baik.”

Sampai jumpa di festival hari pangan Le Cendekia tahun depan, datang ya!

0

Artikel, Event, Lates News

Wahai Manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi…” (Q.S Al Baqarah 2:168.)

Pelangi Nusantara diangkat sebagai tema Le Food Fest 2022. Warna-warni pangan yang tersebar di setiap titik bumi Indonesia menandakan kekayaan pangan negeri kita. Kaya warna, tentu saja kaya manfaat karena setiap warna pada makanan mempresentasikan kandungan yang dimilikinya. Saat makanan tersaji di hadapan kita, indra pertama yang merespon adalah penglihatan. Jika yang tersaji adalah makanan yang tertata rapi dengan warna-warni yang memanjakan mata, lidah akan penasaran mencicipinya. Makanan enak dan rasa yang pas di lidah adalah kesukaan setiap kita.

Pas sekali, dialog interaktif yang diadakan sebagai pembuka festival ini membahas Food and Flavors. Pembicara yang diundang sebagai Keynote Speaker adalah bapak Ir. H. Imran Jauzi, M.Pd (Kepala Dinas THBun Sulawesi Selatan) yang diwakili oleh bapak Syarifuddin (Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Dinas THBun Sul-Sel). Hal pertama yang ia kemukakan adalah apresiasinya terhadap kemampuan siswa-siswi kami yang mampu membuat produk yang meyakinkan untuk dipasarkan. Selanjutnya beliau lebih banyak membahas ketersediaan pangan yang melimpah di Sulawesi Selatan.

Prof.Dr.Ir. Meta Mahendradatta (Ketua Pusat Unggulan Ipteks Diversifikasi Produk Pangan Universitas Hasanuddin) sebagai Narasumber I membahas lebih banyak mengenai bagaimana makanan yang tersaji dipiring membuat manusia yang membutuhkannya tertarik menikmati. Baik dari segi tampilan (warna), rasa, serta kandungan gizinya. Beliau mengajak peserta untuk memperhatikan warna-warna makanannya saat makan. Menurut paparan beliau, semakin banyak warna dalam piring tentu semakin kaya pula kandungan gizi yang disantap jika itu berasal dari pewarna alami.

Narasumber kedua, Ibu Arie Hijriyah (Owner IKM CV. LARS Makassar, Olahan Rumput Laut) menceritakan pengalaman dalam usaha olahan rumput miliknya. Selain itu, beliau juga senang mengeksplorasi bahan makanan yang bisa digunakan sebagai pewarna alami untuk menambah khasanah pengetahuan dan pengalamannya. Ia membagikan pengalamannya dalam uji coba pewarna alami ini.

Bincang-bincang ini dimoderatori oleh Kak Sul (Wakil Direktur SA  Le Cendekia Bidang Humas) membicarakan pangan-pangan lokal yang memiliki cita rasa lezat juga sedap dipandang. Hadirin yang hadir menunjukkan antusiasmenya dengan ikut berkomentar dan mengajukan pertanyaan. Dalam kesempatan berharga ini, Kepala Kecamatan Bontomanai, Kabupaten Gowa turut mengemukakan rasa takjubnya. Ini adalah kesempatan pertama beliau berkunjung ke SA Le Cendekia dan bersedia mendukung praktik-praktik baik yang diselenggarakan oleh sekolah demi mewujudkan kepentingan bersama, baik wilayah juga untuk masyarakat Pakatto.

Siang hari setelah istirahat siang, dilaksanakan pelatihan membuat Kombucha. Kombucha, sudah kenalkah teman-teman dengannya? Fyi, Kombucha adalah jenis minuman probiotik lezat dan baik untuk pencernaan yang dibuat dengan cara difermentasi namun tidak memabukkan. Sebagai salah satu rangkaian Le Food Fest, diadakan Workshop Pembuatan Kombucha yang dibawakan oleh Kebun Tetangga Samata, sebuah proyek kampanye menanam di kebun. Peserta workshop dijelaskan dan diajak menyaksikan langsung langkah-langkah pembuatannya. Sepulang dari LC bisa produksi langsung sendiri di rumah nih. Oleh-oleh tak berwujud namun berharga.

 

Alhamduillah. Semoga dengan paparan dalam dialog dan workshop ini terus memotivasi kita untuk menyediakan makanan sehat untuk tubuh kita.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

0

Artikel, Event, Lates News

Pangan adalah salah satu kebutuhan dasar setiap kita untuk hidup sehat, aktif dan produktif.

 

Hari Pangan Sedunia (World Food Day) diperingati setiap tanggal 16 Oktober sejak tahun 1981. Peringatan ini ditetapkan untuk meningkatkan kesadaran akan kelaparan dunia dan kemiskinan yang menginspirasi solusi untuk perubahan dunia serta mengampanyekan sebuah transformasi cara memproduksi dan mengkonsumsi makanan guna mencapai tujuan pembanguan berkelanjutan.

Setelah sukses mengadakan festival hari pangan tahun 2021 lalu, Le Cendekia kembali turut memperingati World Food Day dalam event bertajuk Le Food Fest : Pelangi Nusantara pada tanggal 15 Oktober 2022 di gedung Sekolah Alam Le Cendekia (Boarding School) Pakkatto, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk partisipasi aktif yang bertujuan untuk meningkatkan dampak kolektif kepada masyarakat agar bisa memanfaatkan pangan lokal dan menyediakan makanan sehat yang diproduksi dan diproses secara berkelanjutan. Kami menyadari bahwa transformasi sistem pangan dan solusi yang inovatif yang bergerak lebih dari sekadar solusi teknis, sangat diperlukan.

Adapun rangkaian kegiatan yang terlaksana yaitu dialog interaktif sebagai pembuka acara, peluncuran produk Agroteknologi oleh masing-masing kelompok kelas agrotek, workshop pembuatan minuman probiotik yaitu Minuman Kombucha, serta beberapa lomba yang dilaksanakan di lokasi maupun yang dilaksanakan secara daring. Tidak lupa, tetap ada pameran karya dari kelas-kelas PKBM.

Food Fest, tentu saja ada acara makan-makannya. Disela rangkaian acara dialog, workshop, dan lomba, pengunjung bisa sekalian jajan-jajan. Beberapa tenant yang diajak bergabung adalah Yukai Kitchen dengan jajanan khas Jepang yang selalu hadir di event kami, Nirvana Food yang menjajakan makanan frozen dan fast sehat tanpa MSG-nya, Dayyan’s Snack n Drink dengan jajanan penunda lapar dan pelega tenggorokannya, Kedai Trigi dengan makanan berkuah tak tertolak saat lapar seperti bakso dan sop ubi, Kebun Tetangga Samata yang membawa hasil kebun beserta tempe organik dan sambal roa, Dapur Manis yang juga belum pernah absen dari setiap kegiatan kami, serta Palembang Pride (makanan khas Palembang yang dibuat oleh orang Palembang asli) yang digawangi oleh salah seorang almuni SALC yang melanjutkan sekolahnya di salah satu sekolah kejuruan jurusan tata boga. Kenyang deh pokoknya para pengunjung. Bahagia pula keluarga yang menunggu di rumah karena tentunya bisa take away dengan catatan membawa kotak bekal sendiri.

Nah, yang utama adalah pameran produk Tim Agroteknologi siswa-siswi SALC yang diluncurkan pada awal acara dialog interaktif. Ada produk pizza, Creamy Jelly Bunga Telang, Sandwich Buah Mangga, Creamy Mangga, Risol Mayo dan Puding Sedot, Lumpia Pisang,dan aneka minuman. Semakin beragam nih produk-produknya para pengusaha muda kita. Mereka sudah punya brand masing-masing secara berkelompok. Diawal acara, satu persatu perwakilan kelompok memperkenalkan produknya dengan membawa sampelnya di atas panggung.


Yuk ikuti keseruan rangkaian Le Food Fest 2022!

0