Artikel, Event, Lates News
Le Food Fest 2022 dimeriahkan dengan pelaksanaan beberapa lomba yang targetnya adalah siswa SD, SMP, SMA, juga siswa LC dan keluarga. Ada lomba Rangking I dan Lomba Poster. Kami juga merencanakan Lomba Masak Bareng Ayah lho, namun sayang sekali hanya satu pendaftar. Dear Ayah, momen ini langka, namun, semoga tahun depan ada lagi ya.
Lomba Rangking I diadakan langsung di lokasi kegiatan. Lomba ini di-handle langsung oleh siswa dan kakak guru dengan mengajukan pertanyaan seputar pengetahuan umum. Dari 20 peserta yang mengikuti lomba, keluar sebagai pemenang Ahmad Rindra Avicenna dari SDIT AL FITYAN GOWA, Adelia Janeeta Sakir asal SDI Bontomanai, dan Rifka Nur Aqilah dari SDI Bontomanai. Barakallahu fiikum anak-anak hebat.
Selain rangkaian acara yang pada di hari Sabtu yang terik, ada juga lomba yang bisa diikuti oleh siswa-siswi SMP dan SMA seluruh dunia. Syaratnya cukup memiliki kartu tanda siswa, memiliki akun instagram, dan membuat poster. Poster apakah itu? Poster digital dengan tema Natural Food Colorong; A Healthier Alternative to Artificial Food. Jadi peserta diminta membuat poster dengan tema pewarna alami untuk makanan yang sehat dan tentu saja indah dipandang. Menantang nih, apalagi pesertanya usia pemuda-pemudi yang terpapar banyak sekali jajanan warna-warni yang belum tentu sehat diluar sana.
Surprisingly, banyak dong anak muda yang masih melek dengan pewarna alami. Selamat kepada Faris Aprillah dari SMK SMTI Makassar sebagai pemenang pertama lomba poster digital ini. Ia memperkenalkan Umbi Bit yang bisa menjadi pewarna es krim, bolu, dan puding. Selanjutnya pemenang kedua ada pewarna biru dengan sejuta khasiat yaitu Kembang Telang yang posternya dibuat menarik dibaca oleh Afiiqa Zahra Asyura Khomeiny dari SMA Hello Motion, Tangerang Selatan. Juga ada Syaikah Asilkah dari SMK SMTI Makassar sebagai pemenang ketiga yang mengangkat Labu Kuning alias Waluh sebagai pigmen alami yang bisa dibuat menjadi pasta lalu dicampurkan diberbagai bahan makanan. Selamat telah memperluas cakrawala orang-orang yang membaca poster digital yang telah kalian buat ya, adik-adik.
Dibalik kegiatan hebat yang berjalan sukses ini, ada peluh semangat tim, kakak-kakak guru dan adik-adik Le Cendekia. Allah balas pahala berlipat ganda, Insyaa Allah. Aaamiin.
Izinkan minweb mengetikkan pesan dari kakak guru Lisa Angriani sebagai Penanggung Jawab Event Le Food Fest, “Alhamdulillah. Kegiatan Le Food Fest 2022 berjalan dengan baik. Terima kasih kepada para pembicara yang keren dan inspiratif, tamu undangan, panitia, serta seluruh pihak yang telah bekerja sama menyukseskan kegiatan ini. Semoga Le Food Fest 2022 memberikan banyak ilmu, oengalaman, dan inspirasi untuk terus berkarya, lebih hijak dalam memanfaatkan sumber daya alam, dan semangat terus mewujudkan pangan yang lebih baik.”
Sampai jumpa di festival hari pangan Le Cendekia tahun depan, datang ya!

Pelangi Nusantara diangkat sebagai tema Le Food Fest 2022. Warna-warni pangan yang tersebar di setiap titik bumi Indonesia menandakan kekayaan pangan negeri kita. Kaya warna, tentu saja kaya manfaat karena setiap warna pada makanan mempresentasikan kandungan yang dimilikinya. Saat makanan tersaji di hadapan kita, indra pertama yang merespon adalah penglihatan. Jika yang tersaji adalah makanan yang tertata rapi dengan warna-warni yang memanjakan mata, lidah akan penasaran mencicipinya. Makanan enak dan rasa yang pas di lidah adalah kesukaan setiap kita.
Pas sekali, dialog interaktif yang diadakan sebagai pembuka festival ini membahas Food and Flavors. Pembicara yang diundang sebagai Keynote Speaker adalah bapak Ir. H. Imran Jauzi, M.Pd (Kepala Dinas THBun Sulawesi Selatan) yang diwakili oleh bapak Syarifuddin (Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Dinas THBun Sul-Sel). Hal pertama yang ia kemukakan adalah apresiasinya terhadap kemampuan siswa-siswi kami yang mampu membuat produk yang meyakinkan untuk dipasarkan. Selanjutnya beliau lebih banyak membahas ketersediaan pangan yang melimpah di Sulawesi Selatan.
Prof.Dr.Ir. Meta Mahendradatta (Ketua Pusat Unggulan Ipteks Diversifikasi Produk Pangan Universitas Hasanuddin) sebagai Narasumber I membahas lebih banyak mengenai bagaimana makanan yang tersaji dipiring membuat manusia yang membutuhkannya tertarik menikmati. Baik dari segi tampilan (warna), rasa, serta kandungan gizinya. Beliau mengajak peserta untuk memperhatikan warna-warna makanannya saat makan. Menurut paparan beliau, semakin banyak warna dalam piring tentu semakin kaya pula kandungan gizi yang disantap jika itu berasal dari pewarna alami.
Narasumber kedua, Ibu Arie Hijriyah (Owner IKM CV. LARS Makassar, Olahan Rumput Laut) menceritakan pengalaman dalam usaha olahan rumput miliknya. Selain itu, beliau juga senang mengeksplorasi bahan makanan yang bisa digunakan sebagai pewarna alami untuk menambah khasanah pengetahuan dan pengalamannya. Ia membagikan pengalamannya dalam uji coba pewarna alami ini.
Bincang-bincang ini dimoderatori oleh Kak Sul (Wakil Direktur SA Le Cendekia Bidang Humas) membicarakan pangan-pangan lokal yang memiliki cita rasa lezat juga sedap dipandang. Hadirin yang hadir menunjukkan antusiasmenya dengan ikut berkomentar dan mengajukan pertanyaan. Dalam kesempatan berharga ini, Kepala Kecamatan Bontomanai, Kabupaten Gowa turut mengemukakan rasa takjubnya. Ini adalah kesempatan pertama beliau berkunjung ke SA Le Cendekia dan bersedia mendukung praktik-praktik baik yang diselenggarakan oleh sekolah demi mewujudkan kepentingan bersama, baik wilayah juga untuk masyarakat Pakatto.
Siang hari setelah istirahat siang, dilaksanakan pelatihan membuat Kombucha. Kombucha, sudah kenalkah teman-teman dengannya? Fyi, Kombucha adalah jenis minuman probiotik lezat dan baik untuk pencernaan yang dibuat dengan cara difermentasi namun tidak memabukkan. Sebagai salah satu rangkaian Le Food Fest, diadakan Workshop Pembuatan Kombucha yang dibawakan oleh Kebun Tetangga Samata, sebuah proyek kampanye menanam di kebun. Peserta workshop dijelaskan dan diajak menyaksikan langsung langkah-langkah pembuatannya. Sepulang dari LC bisa produksi langsung sendiri di rumah nih. Oleh-oleh tak berwujud namun berharga.
Nah, yang utama adalah pameran produk Tim Agroteknologi siswa-siswi SALC yang diluncurkan pada awal acara dialog interaktif. Ada produk pizza, Creamy Jelly Bunga Telang, Sandwich Buah Mangga, Creamy Mangga, Risol Mayo dan Puding Sedot, Lumpia Pisang,dan aneka minuman. Semakin beragam nih produk-produknya para pengusaha muda kita. Mereka sudah punya brand masing-masing secara berkelompok. Diawal acara, satu persatu perwakilan kelompok memperkenalkan produknya dengan membawa sampelnya di atas panggung.
Eco brick yaitu botol plastik yang diisi dengan limbah sampah plastik secara padat. Pada presentasinya, siswa LIA menjelaskan dampak negatif sampah plastik terlebih dahulu. Sama dengan topik Eco Enzyme yaitu larutan dari hasil fermentasi limbah kulit buah, mereka menjelaskan langkah pembuatan serta manfaatnya yang tentu saja menjadi salah satu jalan kampanye kepada masyarakat untuk lebih memperhatikan lingkungan yang ‘penuh’ sampah ini. Kampanye kepada masyarakat, terkhusus untuk diri sendiri pastinya ya.

Selain memperkenalkan Le Cendekia diawal acara, para presenter turut serta membagikan praktik yang kami lakukan di sekolah sebagai pemakmur bumi.











Tepat tanggal 17 Agustus pagi, upacara pengibaran bendera dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-77 berlangsung di lapangan upacara Sekolah Alam Le Cendekia, Desa Pakkatto Caddi, Gowa, Sul-Sel. Momentum ini diharapkan bisa memantik rasa syukur tak terkira bagi adik-adik pemegang estafet keberlangsungan negara bahwa Indonesia adalah negara yang patut selalu kita jaga, perjuangkan dan banggakan. Kak Asdi dalam pidatonya mengajak adik-adik untuk bersyukur dan mencintai seta menjaga kekayaan negara. Beliau menceritakan pengalamannya saat berada jauh dari Indonesia yang harus menahan kerinduan akan masakan khas Indonesia yang bumbu-bumbunya merupakan kekayaan Alam negara. Indonesia begitu kaya akan sumber daya alam, salah satu tugas kita adalah menjaganya, membudidayakannya, serta memanfaatkannya dengan baik.










“Kami pihak panitia pelaksana sangat bangga dengan berbagai pertunjukan yang dilakukan oleh siswa-siswi. Semoga kedepannya kami bisa menciptakan karya yang lebih besar lagi”, tutup kak Agus (Penanggung Jawab event)








