SEARCH
Your address will show here +12 34 56 78
Artikel, Event, Lates News

Le Food Fest 2022 dimeriahkan dengan pelaksanaan beberapa lomba yang targetnya adalah siswa SD, SMP, SMA, juga siswa LC dan keluarga. Ada lomba Rangking I dan Lomba Poster. Kami juga merencanakan Lomba Masak Bareng Ayah lho, namun sayang sekali hanya satu pendaftar. Dear Ayah, momen ini langka, namun, semoga tahun depan ada lagi ya.


Lomba Rangking I diadakan langsung di lokasi kegiatan. Lomba ini di-handle langsung oleh siswa dan kakak guru dengan mengajukan pertanyaan seputar pengetahuan umum. Dari 20 peserta yang mengikuti lomba, keluar sebagai pemenang Ahmad Rindra Avicenna dari SDIT AL FITYAN GOWA, Adelia Janeeta Sakir asal SDI Bontomanai, dan Rifka Nur Aqilah dari SDI Bontomanai. Barakallahu fiikum anak-anak hebat.

Selain rangkaian acara yang pada di hari Sabtu yang terik, ada juga lomba yang bisa diikuti oleh siswa-siswi SMP dan SMA seluruh dunia. Syaratnya cukup memiliki kartu tanda siswa, memiliki akun instagram, dan membuat poster. Poster apakah itu? Poster digital dengan tema Natural Food Colorong; A Healthier Alternative to Artificial Food. Jadi peserta diminta membuat poster dengan tema pewarna alami untuk makanan yang sehat dan tentu saja indah dipandang. Menantang nih, apalagi pesertanya usia pemuda-pemudi yang terpapar banyak sekali jajanan warna-warni yang belum tentu sehat diluar sana.


Surprisingly, banyak dong anak muda yang masih melek dengan pewarna alami. Selamat kepada Faris Aprillah dari SMK SMTI Makassar sebagai pemenang pertama lomba poster digital ini. Ia memperkenalkan Umbi Bit yang bisa menjadi pewarna es krim, bolu, dan puding. Selanjutnya pemenang kedua ada pewarna biru dengan sejuta khasiat yaitu Kembang Telang yang posternya dibuat menarik dibaca oleh Afiiqa Zahra Asyura Khomeiny dari SMA Hello Motion, Tangerang Selatan. Juga ada Syaikah Asilkah dari SMK SMTI Makassar sebagai pemenang ketiga yang mengangkat Labu Kuning alias Waluh sebagai pigmen alami yang bisa dibuat menjadi pasta lalu dicampurkan diberbagai bahan makanan. Selamat telah memperluas cakrawala orang-orang yang membaca poster digital yang telah kalian buat ya, adik-adik.

Dibalik kegiatan hebat yang berjalan sukses ini, ada peluh semangat tim, kakak-kakak guru dan adik-adik Le Cendekia. Allah balas pahala berlipat ganda, Insyaa Allah. Aaamiin.

Izinkan minweb mengetikkan pesan dari kakak guru Lisa Angriani sebagai Penanggung Jawab Event Le Food Fest, “Alhamdulillah. Kegiatan Le Food Fest 2022 berjalan dengan baik. Terima kasih kepada para pembicara yang keren dan inspiratif, tamu undangan, panitia, serta seluruh pihak yang telah bekerja sama menyukseskan kegiatan ini. Semoga Le Food Fest 2022 memberikan banyak ilmu, oengalaman, dan inspirasi untuk terus berkarya, lebih hijak dalam memanfaatkan sumber daya alam, dan semangat terus mewujudkan pangan yang lebih baik.”

Sampai jumpa di festival hari pangan Le Cendekia tahun depan, datang ya!

0

Artikel, Event, Lates News

Wahai Manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi…” (Q.S Al Baqarah 2:168.)

Pelangi Nusantara diangkat sebagai tema Le Food Fest 2022. Warna-warni pangan yang tersebar di setiap titik bumi Indonesia menandakan kekayaan pangan negeri kita. Kaya warna, tentu saja kaya manfaat karena setiap warna pada makanan mempresentasikan kandungan yang dimilikinya. Saat makanan tersaji di hadapan kita, indra pertama yang merespon adalah penglihatan. Jika yang tersaji adalah makanan yang tertata rapi dengan warna-warni yang memanjakan mata, lidah akan penasaran mencicipinya. Makanan enak dan rasa yang pas di lidah adalah kesukaan setiap kita.

Pas sekali, dialog interaktif yang diadakan sebagai pembuka festival ini membahas Food and Flavors. Pembicara yang diundang sebagai Keynote Speaker adalah bapak Ir. H. Imran Jauzi, M.Pd (Kepala Dinas THBun Sulawesi Selatan) yang diwakili oleh bapak Syarifuddin (Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Dinas THBun Sul-Sel). Hal pertama yang ia kemukakan adalah apresiasinya terhadap kemampuan siswa-siswi kami yang mampu membuat produk yang meyakinkan untuk dipasarkan. Selanjutnya beliau lebih banyak membahas ketersediaan pangan yang melimpah di Sulawesi Selatan.

Prof.Dr.Ir. Meta Mahendradatta (Ketua Pusat Unggulan Ipteks Diversifikasi Produk Pangan Universitas Hasanuddin) sebagai Narasumber I membahas lebih banyak mengenai bagaimana makanan yang tersaji dipiring membuat manusia yang membutuhkannya tertarik menikmati. Baik dari segi tampilan (warna), rasa, serta kandungan gizinya. Beliau mengajak peserta untuk memperhatikan warna-warna makanannya saat makan. Menurut paparan beliau, semakin banyak warna dalam piring tentu semakin kaya pula kandungan gizi yang disantap jika itu berasal dari pewarna alami.

Narasumber kedua, Ibu Arie Hijriyah (Owner IKM CV. LARS Makassar, Olahan Rumput Laut) menceritakan pengalaman dalam usaha olahan rumput miliknya. Selain itu, beliau juga senang mengeksplorasi bahan makanan yang bisa digunakan sebagai pewarna alami untuk menambah khasanah pengetahuan dan pengalamannya. Ia membagikan pengalamannya dalam uji coba pewarna alami ini.

Bincang-bincang ini dimoderatori oleh Kak Sul (Wakil Direktur SA  Le Cendekia Bidang Humas) membicarakan pangan-pangan lokal yang memiliki cita rasa lezat juga sedap dipandang. Hadirin yang hadir menunjukkan antusiasmenya dengan ikut berkomentar dan mengajukan pertanyaan. Dalam kesempatan berharga ini, Kepala Kecamatan Bontomanai, Kabupaten Gowa turut mengemukakan rasa takjubnya. Ini adalah kesempatan pertama beliau berkunjung ke SA Le Cendekia dan bersedia mendukung praktik-praktik baik yang diselenggarakan oleh sekolah demi mewujudkan kepentingan bersama, baik wilayah juga untuk masyarakat Pakatto.

Siang hari setelah istirahat siang, dilaksanakan pelatihan membuat Kombucha. Kombucha, sudah kenalkah teman-teman dengannya? Fyi, Kombucha adalah jenis minuman probiotik lezat dan baik untuk pencernaan yang dibuat dengan cara difermentasi namun tidak memabukkan. Sebagai salah satu rangkaian Le Food Fest, diadakan Workshop Pembuatan Kombucha yang dibawakan oleh Kebun Tetangga Samata, sebuah proyek kampanye menanam di kebun. Peserta workshop dijelaskan dan diajak menyaksikan langsung langkah-langkah pembuatannya. Sepulang dari LC bisa produksi langsung sendiri di rumah nih. Oleh-oleh tak berwujud namun berharga.

 

Alhamduillah. Semoga dengan paparan dalam dialog dan workshop ini terus memotivasi kita untuk menyediakan makanan sehat untuk tubuh kita.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

0

Artikel, Event, Lates News

Pangan adalah salah satu kebutuhan dasar setiap kita untuk hidup sehat, aktif dan produktif.

 

Hari Pangan Sedunia (World Food Day) diperingati setiap tanggal 16 Oktober sejak tahun 1981. Peringatan ini ditetapkan untuk meningkatkan kesadaran akan kelaparan dunia dan kemiskinan yang menginspirasi solusi untuk perubahan dunia serta mengampanyekan sebuah transformasi cara memproduksi dan mengkonsumsi makanan guna mencapai tujuan pembanguan berkelanjutan.

Setelah sukses mengadakan festival hari pangan tahun 2021 lalu, Le Cendekia kembali turut memperingati World Food Day dalam event bertajuk Le Food Fest : Pelangi Nusantara pada tanggal 15 Oktober 2022 di gedung Sekolah Alam Le Cendekia (Boarding School) Pakkatto, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk partisipasi aktif yang bertujuan untuk meningkatkan dampak kolektif kepada masyarakat agar bisa memanfaatkan pangan lokal dan menyediakan makanan sehat yang diproduksi dan diproses secara berkelanjutan. Kami menyadari bahwa transformasi sistem pangan dan solusi yang inovatif yang bergerak lebih dari sekadar solusi teknis, sangat diperlukan.

Adapun rangkaian kegiatan yang terlaksana yaitu dialog interaktif sebagai pembuka acara, peluncuran produk Agroteknologi oleh masing-masing kelompok kelas agrotek, workshop pembuatan minuman probiotik yaitu Minuman Kombucha, serta beberapa lomba yang dilaksanakan di lokasi maupun yang dilaksanakan secara daring. Tidak lupa, tetap ada pameran karya dari kelas-kelas PKBM.

Food Fest, tentu saja ada acara makan-makannya. Disela rangkaian acara dialog, workshop, dan lomba, pengunjung bisa sekalian jajan-jajan. Beberapa tenant yang diajak bergabung adalah Yukai Kitchen dengan jajanan khas Jepang yang selalu hadir di event kami, Nirvana Food yang menjajakan makanan frozen dan fast sehat tanpa MSG-nya, Dayyan’s Snack n Drink dengan jajanan penunda lapar dan pelega tenggorokannya, Kedai Trigi dengan makanan berkuah tak tertolak saat lapar seperti bakso dan sop ubi, Kebun Tetangga Samata yang membawa hasil kebun beserta tempe organik dan sambal roa, Dapur Manis yang juga belum pernah absen dari setiap kegiatan kami, serta Palembang Pride (makanan khas Palembang yang dibuat oleh orang Palembang asli) yang digawangi oleh salah seorang almuni SALC yang melanjutkan sekolahnya di salah satu sekolah kejuruan jurusan tata boga. Kenyang deh pokoknya para pengunjung. Bahagia pula keluarga yang menunggu di rumah karena tentunya bisa take away dengan catatan membawa kotak bekal sendiri.

Nah, yang utama adalah pameran produk Tim Agroteknologi siswa-siswi SALC yang diluncurkan pada awal acara dialog interaktif. Ada produk pizza, Creamy Jelly Bunga Telang, Sandwich Buah Mangga, Creamy Mangga, Risol Mayo dan Puding Sedot, Lumpia Pisang,dan aneka minuman. Semakin beragam nih produk-produknya para pengusaha muda kita. Mereka sudah punya brand masing-masing secara berkelompok. Diawal acara, satu persatu perwakilan kelompok memperkenalkan produknya dengan membawa sampelnya di atas panggung.


Yuk ikuti keseruan rangkaian Le Food Fest 2022!

0

Artikel, Event, Lates News

KolaborAksi antara lembaga Bahasa Inggris LIA Makassar dan Sekolah Alam Le Cendekia dalam  LIA X Le Cendekia Talks “Join Our Topics Today” digelar hari Ahad, 25 September 2022 di Trans Studi Mall Makassar. Event ini menghadirkan 16 presenter dengan ide topik sebagian besar dari topik yang ditawarkan oleh Le Cendekia. Nah beberapa topik yang terpilih adalah Eco brick, Eco Enzyme, Cream Rosella, dan Jelly Kembang Telang. 

Eco brick yaitu botol plastik yang diisi dengan limbah sampah plastik secara padat. Pada presentasinya, siswa LIA menjelaskan dampak negatif sampah plastik terlebih dahulu. Sama dengan topik Eco Enzyme yaitu larutan dari hasil fermentasi limbah kulit buah, mereka menjelaskan langkah pembuatan serta manfaatnya yang tentu saja menjadi salah satu jalan kampanye kepada masyarakat untuk lebih memperhatikan lingkungan yang ‘penuh’ sampah ini. Kampanye kepada masyarakat, terkhusus untuk diri sendiri pastinya ya. 

Kembang Telang kini mulai dikenal oleh masyarakat sebagai tanaman sejuta manfaat, namun mungkin hanya sedikit diantara kita yang memanfaatkannya menjadi bahan jelly sehingga tidak perlu pewarna tambahan lagi. Nah, siswa LIA memperkenalkan produk ini di depan khalayak. Untuk diketahui, kembang telang ini sangat mudah tumbuh. Kami membudidayakannya di kebun asrama, ‘Le Keboon’. 


Tanaman lain yang kaya manfaat dan juga dibudidayakan di Le Keboon adalah Rosella. Salah satu produk Le Cendekia, Cream dari Bunga Rosella juga dipresentasikan dalam LIA Talks. Saat ini begitu banyak minuman kekinian yang beredar. Bahan bakunya pun banyak dari bahan-bahan pabrikan. Le Cendekia memperkenalkan produk kekinian dari bahan alami yang tentunya aman dari segi kesehatan. Siswa LIA memaparkan langkah pembuatannya kepada penonton LIA Talks. 

Selain memperkenalkan Le Cendekia diawal acara, para presenter turut serta membagikan praktik yang kami lakukan di sekolah sebagai pemakmur bumi.  Kak Putri, salah seorang kakak guru yang turut serta mengambil peran dari kerja sama ini berharap semoga Le Cendekia mampu berkolaborasi dengan berbagai pihak dan segala praktik baik yang dilakukan bukan hanya bermanfaat bagi siswa dan keluarga tapi juga masyarakat luas. Aamiin.

Kepada pihak LIA, terima kasih telah mewadahi kampanye cinta lingkungan ini. Minweb kagum deh, siswa-siswinya tampak percaya diri tampil berbicara di depan umum dengan berbahasa Inggris. Adik-adik LC mau belajar juga dong kak… 

Ah iya! Fyi, program kerja sama ini belum berakhir. Sampai jumpa di Bulan Desember, Insya Allah.

0

Artikel, Event, Lates News

Dua lembaga pendidikan berikhtiar melaksanakan salah satu perintah Allah dalam  Q.S Al-Maidah ayat 2 “dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran”.  Lembaga Kursus Bahasa Inggris LIA mengajak Le Cendekia saling berpegangan tangan dalam sebuah event untuk sama-sama melebarkan sayap agar bisa terbang tinggi demi pendidikan anak Indonesia.

Lembaga Bahasa LIA memiliki program bertajuk LIA Talks, sebuah acara yang menunjukkan kemampuan presentasi Bahasa Inggris siswa-siswinya. Mereka biasanya membicarakan topik yang telah ditentukan sesuai tema. LIA Talks ini digelar setiap tiga bulan sekali di Trans Studio Mall Makassar.

 

Melihat praktik-praktik baik yang di lakukan oleh Le Cendekia melalui Social Media, pihak LIA menawarkan kerjasama. Kesempatan ‘KolaborAksi’ part 1 ini bertema “Join Our Topics Day”. Kakak guru Le Cendekia memaparkan beberapa produknya di depan siswa-siswi LIA yang mendapat kesempatan presentasi pada event LIA Talks bulan September.


Produk-produk dari program yang berjalan di sekolah berupa pembuatan Oshibana, Ecobrick, Jelly dari kembang Telang, Ice Cream dari Bunga Rosella, Le Sejatea, Eco Enzyme, serta karya lainnya ditawarkan. Kakak Guru menjelaskan bentuk produk, manfaat, cara membuat, dan memberikan gambaran umum mengenai produk tersebut kepada siswa LIA kemudian nantinya mereka akan mencari tahu sendiri lalu menyusunnya dalam bentuk presentasi berbahasa Inggris.

Nah, siswa LIA akan menujukkan kemampuan Public Speakingnya dari materi riset produk siswa Le Cendekia ini. KolaborAksi yang sungguh nyata demi tujuan pendidikan yang sama bermanfaat. Barakallahu fiikum. 

0

Artikel, Event, Lates News

“Barang siapa yang beriman pada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya.” (HR. Bukhari)

Datang jauh-jauh dan memilih Le Cendekia sebagai salah satu tujuan menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami. Setiap ada kabar bahwa akan ada yang datang berkunjung ke sekolah, tentu akan selalu kami sambut dengan antusias. Menyambut tamu dengan memuliakan mereka adalah salah satu usaha kami untuk terus menjalin silaturrahim sebagai sesama makhluk Allah.

TIM LPDP Kemenkeu beserta beberapa alumni awardee LPDP berkunjung ke sekolah. Sebagai informasi, LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) merupakan satuan kerja di bawah Kementrian Keuangan Republik Indonesia yang mengelola dana pendidikan. Penerima beasiswanya tersebar di berbagai penjuru dunia.

Hari Kamis, 1 September 2022 Tim Monitoring Alumni Awardee LPDP melakukan kunjungan ke berbagai kampus negeri di Indonesia Timur khususnya Kota Makassar. Mereka berkunjung ke UNHAS, UNM, dan UIN.  Tujuan kedatanganya adalah ingin memonitor perkembangan alumni pasca studi, apa saja kontribusi alumni setelah disekolahkan oleh negara. Kunjungan ini menjadi ajang silaturrahim, diskusi, dan berbagi kisah selepas studi dan pengabdian sebagai dosen/ tenaga pendidik di kampus-kampus negeri di Makassar.

Selain berkunjung ke kampus-kampus tersebut, Le Cendekia juga terpilih untuk dikunjungi. For your information, Kak Asdi (Direktur Sekolah Alam Le Cendekia) merupakan salah seorang alumni awardee LPDP ini. Beliau mengajak tim LPDP untuk berkunjung ke LC sebagai tempatnya mengabdi selain menjadi dosen di Unhas. LC dianggap mampu mewakili ranah pendidikan berkelanjutan untuk masyarakat.

Disambut dengan suguhan khas Le Cendekia berupa sajian Teh Rosela dan Teh Kembang Telang yang dipetik dari kebun sekolah lalu diolah oleh kelas PKBM Agroteknologi ditemani berbagai jajanan khas Bugis-Makassar, perjamuan singkat berlangsung hangat. Pertemuan ini diharapkan bisa melahirkan kolaborasi para alumni awardee dari berbagai disiplin ilmu. “Semoga dengan kesempatan ini kami bisa berkolaborasi lebih banyak dengan para alumni LPDP dari berbagai sektor dan disiplin keilmuan,” ungkap Kak Asdi.

Dalam kunjungan tersebut, Mohammad Kamiluddin dan Mohammad Makhrus selaku PIC Pengelolaan Alumni LPDP menyampaikan harapannya kepada Le Cendekia. “Dahsyat, ini adalah contoh nyata bahwa alumni kembali untuk membangun negeri pasca menyelesaikan studi di Luar Negeri. Terus tingkatkan kolaborasi serta inovasi. Semoga Le Cendekia lekas berkembang memberi dampak nyata kepada masyarakat sekitar. Aamiin.


Sebagai langkah awal pasca kunjungan, Tim LPDP Pusat akan mengirimkan paket buku bacaan untuk perpustakaan LC melihat pentingnya literasi untuk warga belajar. Kabarnya akan tiba dalam waktu dekat.

Alhamdulillah, rejeki adik-adik sholeh sholihah pemakmur bumi nih.
Terima kasih pak, sudah berkunjung.

 

0

Artikel, Event, Lates News

Tujuh puluh tujuh tahun yang lalu, perjuangan para pejuang kemerdekaan berbuah. Indonesia mengumumkan kemerdekaannya. Bangsanya telah merdeka dari jajahan bangsa lain selama beratus tahun. Mensyukuri nikmat Allah berupa kehidupan yang tenang tanpa jajahan adalah kewajiban setiap kita. Tak lupa mentadabburi kehidupan nenek moyang yang hidupnya disertai rasa takut akan suasana mencekam. Alhamdulillah. Kita yang hidup hari ini tidak lagi merasakannya.

Agustus adalah bulannya Indonesia. Perayaan hari kemerdekaan Indoneisa yang dilaksanakan setiap tahun di seluruh bagian Indonesia mulai dari di rumah dengan keluarga kecil, tingkat lorong perumahan, Rukun Tetangga, hingga ke banyak lapisan masyarakat selalu semarak dan menyenangkan. Sekolah sebagai tempat ‘belajar’ tentunya takkan ketinggalan mengajak anak didiknya untuk turut memeriahkan peringatan besar negeri tercinta.

Awal bulan Agustus ditandai dengan meriahnya bendera merah putih yang terpasang disetiap rumah dan pinggir jalan. Latihan baris berbaris petugas pengibar bendera juga telah terlihat di beberapa lapangan. Pun di Le Cendekia, petugas pelaksana upacara dan pengibar bendera terus berlatih demi pelaksanaan upacara pengibaran bendera dalam rangka HUT Kemerdekaan RI di lapangan upacara sekolah berlangsung khidmat.

Tepat tanggal 17 Agustus pagi, upacara pengibaran bendera dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-77 berlangsung di lapangan upacara Sekolah Alam Le Cendekia, Desa Pakkatto Caddi, Gowa, Sul-Sel. Momentum ini diharapkan bisa memantik rasa syukur tak terkira bagi adik-adik pemegang estafet keberlangsungan negara bahwa Indonesia adalah negara yang patut selalu kita jaga, perjuangkan dan banggakan. Kak Asdi dalam pidatonya mengajak adik-adik untuk bersyukur dan mencintai seta menjaga kekayaan negara. Beliau menceritakan pengalamannya saat berada jauh dari Indonesia yang harus menahan kerinduan akan masakan khas Indonesia yang bumbu-bumbunya merupakan kekayaan Alam negara. Indonesia begitu kaya akan sumber daya alam, salah satu tugas kita adalah menjaganya, membudidayakannya, serta memanfaatkannya dengan baik.

Lalu bagaimana kakak guru Le Cendekia mengajak para calon pemimpin negeri masa depan untuk memaknai 77 tahun Indonesia merdeka? Ragam perlombaan diselenggarakan sepanjang hari selama beberapa hari. Suara riuh kakak guru dan adik siswa meramaikan lapangan sekolah. Lombanya seru, pesertanya adalah kolaborasi kakak guru dan adik siswa.

Saatnya kita mengulik keseruan ini…

Pertandingan diawali dengan penampilan yel-yel kelompok sebagai tanda seluruh peserta siap mengikuti pertandingan 17-an di LC dengan semangat juang 45. Ada arahan juga yang disampaikan oleh kak Arham selaku penanggung jawab kegiatan perayaan kemerdekaan.

Perlombaan yang selalu ada di Le Cendekia sejak tahun-tahun pertama kami di asrama Pakkatto adalah permainan bulu tangkis. Semua orang selalu tertarik bermain ini walaupun tidak semuanya mampu. Sama dengan permainan catur, dikenal dengan olahraga otak karena saat bermain catur peserta hanya duduk menatap pion-pion di papan catur. Olahraga ini senantiasa diadakan untuk menjaga kesehatan dan fungsi otak para pemuda LC. Pesertanya adalah perwakilan tim.

Diadakan juga permainan tradisional yang minweb selalu senang menontonnya, Tarik Tambang. Kita bisa melihat bagaimana tim yang kompak dan bekerja sama untuk menarik bagian tali tambang lebih kuat agar menjadi pemenang. Dari kuda-kuda yang dipasang para pemain diawal pertandingan biasanya sudah bisa ditebak pemenangnya. Ehhh tapi belum tentu, apalagi jika para pesertanya memiliki kekuatan yang sebanding seperti yang terjadi antar tim LC. Pertandingan yang sengit menandakan anak LC memiliki tenaga yang kuat.

Semua suka pertandingan yang satu ini. Festival kreasi tumpeng! Tumpeng bukan sembarang tumpeng, isiannya bukan tumpeng nasi yang biasa dinikmati saat ada acara syukuran. Festival tumpeng ini mengajak peserta lomba lebih kreatif dan inovatif dalam menyajikan bahan makanan menjadi tumpeng bernilai seni, yang indah dipandang serta lezat dinikmati. Berikut minweb tampilkan satu persatu hasil tumpengan anak muda keren kita (berkolaborasi dengan kakak guru pendamping tentunya).


Selanjutnya ada juga pertandingan futsal dengan tantangan tambahan. Yap, pesertanya mengenakan sarung seperti bapak-bapak yang hendak berjaga di poskamling. Bayangkan deh, bagaimana ribetnya lari-lari mengejar bola di lapangan kemudian menendang bola menuju gawang dengan berselimut sarung. Padahal kan, desain seragam bermain bola yang umum adalah celana pendek. Seru yaa.

Pertandingan yang lain adalah lomba asing-asing. Itu lho permainan yang dimainkan antar dua kelompok yang saling menghalangi lawan untuk mencapai garis akhir. Permainan ini lebih dikenal sebagai permainan tradisional gobak sodor.

Sistem lomba yang diadakan adalah hitungan poin. Setiap tim mendapatkan poin pada setiap perlombaan yang diikuti. Setelah pelaksanaan semua lomba, poin dihitung dan didapatkan dua tim dengan perolehan poin terbanyak untuk masing-masing tim akhwat dan ikhwan. Kata Kak Arham, pertandingannya seru karena semua peserta menunjukkan antusiasmenya.  Antusias merayakan kemerdekaan, antusias juga membela negara. Insya Allah.

Kita sudah 17-an, sudahkah kita SATU TUJUAN? Merdeka!

0

Artikel, Event, Lates News

Alhamdulillah, Sekolah Alam Le Cendekia (Boarding School) menamatkan siswa SMP ke-3 kalinya. Hari Jumat (24/06/2022) di gedung sekolah, Desa Pakkatto Kab. Gowa, telah dilaksanakan prosesi penamatan yang dirangkaikan dengan pameran Mahakarya Cendekia. Yap! Masih ingatkah readers kabar pelaksanakan pameran karya di tengah semester lalu? Diakhir semester ini, kembali dilaksanakan pameran bertajuk MAHAKARYA CENDEKIA yang merupakan pameran hasil belajar siswa selama satu semester.

Seluruh hasil belajar selama satu semester ini ditampilkan disini. Hasil belajar siswa di mata pelajaran wajib dilaporkan ke masing-masing orang tua siswa dalam bentuk report belajar oleh wali kelas. Hasil belajar siswa berupa karya di kelas PKBM ditampilkan dalam stand pameran yang diatur sedemikian rupa. Minweb spill kembali nih, PKBM yang berjalan di semester genap 2022. Ada PKBM Fotografi dan Videografi, PKBM Crafting, PKBM Agroteknologi, dan PKBM Menulis. Apa saja yang mereka tampilkan? Scroll down untuk membaca berita lengkapnya yuk.



Dalam kegiatan ini, kelas Videografi memutarkan sebuah film berjudul Teman Baru hasil naskah dari Naufal (kelas VIII) dan Aqie (Kelas VI), serta editor Sauqi (Kelas VIII). Film ini digarap sendiri oleh peserta kelas dan bisa dinikmati oleh pengunjung secara langsung. Pemutaran video berlangsung di salah satu ruangan yang diatur layaknya suasana bioskop sederhana. Pengunjung wajib membeli tiket film sebelum menonton. Ya, setiap karya ada ‘harga’nya 😊

PKBM Agroteknologi yang memberikan peluang kepada siswa untuk berwirausaha dengan menggunakan produk-produk alami, menjajakan produk andalan mereka Cold Latte with Ice Cream dan Cimol Unyu yang berwarna ungu dari ekstrak bunga telang. Stand ini cukup sibuk melayani pembeli yang tentunya senang menyicip jajanan kekinian yang bahan bakunya diambil langsung dari kebun sekolah.

PKBM CRAFTING juga mempertunjukkan hasil kreasi dari tangan-tangan hebat peserta kelas. Berbagai karya seperti kalung, gelang, gantungan kunci, dan jepitan rambut dari resin. Di dalam resin terdapat oshibana yang dirangkai indah. Berbagai macam benih yang telah dikemas dari kebun sekolah juga ada di stand crafting.

Selanjutnya, di panggung Mahakarya diadakan peluncuran buku perdana siswa-siswi dari PKBM Menulis. Tentunya, perkembangan literasi dari masyarakat pelajar semakin membanggakan. Siswa peserta kelas yang didampingi fasilitator kelas, Kak Agus, berhasil menulis sebuah buku Antologi Cerpen Benang Merah dengan ISBN: 978-623-387-089-4 yang diterbitkan oleh Badan Penerbit UNM. Mereka yang menyumbangkan tulisan adalah Siti Nur Rabiahtul Adawiyah (kelas VII), Hannah Nurfaiza Azfar (kelas IX), Yasril Aqila (kelas VII), Fath Ahmad Ghazy Faisal (kelas X), Andi Athallah Shalih (kelas IX), dan Alysiah Zahrah Mardirah (kelas IX).

Rangkaian agenda akhir tahun yang menjadi puncak acara adalah penamatan siswa kelas IX. Agenda awal adalah pelaksanaan SIMA’AN juz 30 oleh siswa siswi kelas IX. Semoga keberkahan selalu menyertai kita semua dan adik-adik selalu cinta serta dekat kepada Al Quran. Setelahnya, di panggung utama, diadakan rangkaian seremonial penamatan. Ada sambutan dari Kak Asdi sebagai Direktur, sepatah kata dari alumni yang diwakili oleh Adik Afiiqa, pesan dan kesan orang tua alumni yang diwakili oleh Bunda Fiqa, penyerahan kenang-kenangan dari orang tua siswa kelas IX yang tamat kepada sekolah untuk mendukung proses pembelajaran lebih efektif juga penyerahan bibit tanaman untuk kebun sekolah sebagaimana telah rutin dilaksanakan setiap prosesi penmatan. Secara simbolis, pihak perwakilan yayasan dan direksi menyematkan tanda kelulusan bagi alumni angkatan ke-3 ini.

Semoga adik-adik kelas IX mampu menjadi generasi yang tangguh, kuat, dan profesional di tempat lain. Berbagai upaya dilakukan untuk terus menuntaskan pendidikan yang serius dan berdaya saing tinggi. Pihak Le Cendekia Boarding School tentunya selalu berupaya untuk menciptakan Generasi Pemakmur Bumi yang bisa menguasai IPTEK dan IMTAQ. Semua mata yang memandang dan telinga yang mendengar akan sepakat bahwa IPTEK dan IMTAQ tidak boleh dipisahkan.
“Kami pihak panitia pelaksana sangat bangga dengan berbagai pertunjukan yang dilakukan oleh siswa-siswi. Semoga kedepannya kami bisa menciptakan karya yang lebih besar lagi”, tutup kak Agus (Penanggung Jawab event)

Selamat melanjutkan kisah, adik-adik baik. SEE YOU ON TOP

0

Artikel, Event, Lates News

Alhamdulillah telah dilaksanakan pemotongan hewan Qurban satu ekor sapi pada tanggal 12 Juli 2022 di gedung asrama Sekolah Alam Le Cendekia, Desa Pakkatto, Gowa. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, momen pemotongan hewan qurban di asrama bukan sekadar berbagi kepada masyarakat sekitar. Pelaksanaannya dilakukan sebagai pengalaman belajar bagi peserta didik juga seluruh tim sekolah.

Adik-adik dibagi menjadi beberpa kelompok yang masing-masing memiliki tanggung jawab yang berbeda dari pemotongan daging hingga pembagiannya. Bahkan, mereka juga berperan dalam persiapannya. Bagi anak-anak cendekia, ini sudah menjadi kebiasaan setiap Idul Qurban dan selalu mereka nantikan.

Menyentuh langsung sapi yang akan disembelih, merasakan keras dan lunaknya bagian-bagian sapi yang dipotong kecil-kecil, menimbang berat daging, menempatkannya ke besek sebagai wadah daging, serta membagikannya langsung kepada masyarakat tentu merupakan pengalaman belajar tak terhingga bagi generasi pemakmur bumi ini.

Semoga dengan menjadi relawan dari event tebar hewan qurban ini menjadi salah satu pemantik bagi adik-adik siswa agar memiliki kedermawanan hati untuk terus berbagi kepada sesama dan ikut serta melaksanakan kebaikan-kebaikan di sekitarnya. Insyaa Allah.

Semangat untuk terus menebar kebaikan, readers!

0

Artikel, Lates News, Student Corner

Di Le Cendekia, ada kelas Agroteknologi lho! Minweb kali ini mau mengajak readers untuk mengenal lebih dekat kelas yang merupakan salah satu pilihan kelas PKBM yang dilaksanakan setelah jam pelajaran wajib. Seperti namanya, Agroteknologi, kelas ini mengajak adik siswa agar mampu menguasai teknologi untuk memanfaatkan hasil pertanian dengan memperhatikan kualitas dan efisiensi sehingga menjadi suatu produk. Aktifitas di kelas Agroteknologi ini menjadi cikal bakal pengembangan usaha produktif bagi siswa yang bergabung di PKBM Agroteknologi.

Kelas Agrotek ini sejalan dengan konsep sekolah alam, yakni alam semesta dimana proses pembelajaran disekolah alam yang bersentuhan langsung dengan alam serta metode active learning dan pengalaman yang berarti proses pembelajaran melakukan experimental learning, sehingga adik-adik memiliki pengalaman belajar langsung dan bermanfaat.

Sebagai salah satu kelas PKBM, peserta kelas terdiri dari campuran kelas 7, 8, dan 9 SMP serta kelas X SMA. Mereka yang tergabung di kelas ini atas pilihan atau inisiatif mereka sendiri seperti yang sebelumnya miweb ceritakan disini. Bagi Kak Lisa sebagai fasilitator kelas , beragam tingkatan yang ada di kelas Agroteknologi menjadi tantangan dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan masing-masing. Sehingga melalui pendekatan minat dan potensinya, ia memberikan pendampingan dan memfasilitasi adik-adik untuk  memanfaatkan dan mengolah sumber daya yang tersedia.


Kelas Agroteknologi yang memiliki garis besar pembelajaran terkait Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian memberikan kesempatan bagi pemuda pemakmur bumi  untuk mengeksplorasi minat mereka dalam menciptakan produk pangan. Kelas ini dilaksanakan dengan 2 kali pendampingan selama sepekan pada hari Selasa dan Kamis, serta kelas mandiri pada hari Senin dan Rabu. Pada kelas pendampingan, peserta menerima materi dan melaksanakan eksperimen atau praktikum dengan pendampingan fasilitator di kelas maupun di laboratorium. Sedangkan pada kelas mandiri peserta memiliki kebebasan untuk mengeksplorasi minat mereka yang berhubungan dengan Agroteknologi secara mandiri tanpa pendampingan. Baik berupa aktivitas mencari ide-ide menarik, menyelesaikan logbook praktikum, mengolah hasil kebun, menjual produk hasil olahan masing-masing, dsb.

Kelas ini memiliki garis besar rencana pembelajaran terkait Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian, yaitu siswa mengetahui prinsip perubahan dan penanganan pascapanen, mengetahui penyebab kerusakan bahan hasil pertanian, mengetahui prinsip pengawetan hasil pertanian, mengetahui cara-cara pengolahan pangan baik secara fisik, kimiawi ataupun  biokimiawi. Siswa juga diharapkan mampu mengetahui prinsip penggunaan bahan tambahan pangan, serta mengetahui prinsip dan cara pengemasan pangan.

Pelaksanaannya lebih banyak ditentukan oleh apa yang adik siswa ingin pelajari yang berdasarkan garis pembelajaran tersebut. Misalnya ada adik yang ingin mengolah pisang hasil kebun, nah dalam proses pengolahan inilah mereka akan mengetahui  cara pengolahan yang baik, perubahan dan kerusakan akan yang terjadi,  cara mengawetkannya, fungsi bahan tambahan yang digunakan, dan cara pengemasan yang mampu menjaga dan memiliki tampilan menarik. Complete!

Ketersediaan bahan pangan dari kebun LC mendorong peserta kelas untuk menggali ide-ide mereka dalam mengolah dan memanfaatkan hasil kebun. Seperti ketika lagi musim bunga rosella, mereka akan mencari ide produk olahan Rosella apa yang menarik untuk dibuat. Ketika bunga telang di kebun sedang berbunga lebat, maka mereka diarahkan untuk menggali ide-ide produk apa saja yang dapat dikembangkan dengan bahan baku bunga telang. Nah dari situlah, akan muncul ide-ide menarik baik produk yang saat ini lagi trend atau sangat ingin mereka coba rasanya. Ide-ide inilah yang akan kita diskusikan dan sesuaikan dengan fasilitas yang tersedia. Produk yang berhasil adik-adik buat meningkatkan antusias adik-adik untuk terus mengembangkannya, apalagi ketika mereka mencoba rasanya dan bisa menjualnya.

Alhamdulillah, benar-benar pelajaran langsung dan tepat guna ya! Adik-adik yang senang bereksperimen pasti betah di kelas ini. Semangat terus, kak Lisa dan adik-adik kelas Agrotek… Minweb tunggu produk-produk menarik selanjutnya ya..
0