SEARCH
Your address will show here +12 34 56 78
Lates News

Pendidikan inklusif makin dibutuhkan keberadaannya di tanah air seiring dengan makin bertambahnya anak-anak yang dikategorikan termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK).

Apa itu pendidikan inklusif? Pendidikan Inklusif adalah sistem layanan pendidikan di mana siswa yang memiliki kondisi khusus dapat dilayani di sekolah terdekat, di kelas reguler bersama-sama teman seusianya.  Sekolah inklusi adalah istilah yang diberikan kepada sekolah-sekolah yang menyelenggarakan pendidikan inklusif, karena setiap anak berhak mendapatkan pendidikan yang layak sebagai pelayanan dasar yang wajib diberikan kepada warga Negara tanpa kecuali.

Sekolah Alam Le Cendekia Gowa yang berdiri  sejak empat tahun lalu (tahun 2017) pada awalnya belum menerima siswa kategori khusus (ABK). Saat ini, Le Cendekia Gowa, boleh jadi adalah satu-satunya sekolah berasrama yang secara khusus memberikan layanan bagi ABK. Keputusan untuk menerima siswa berkebutuhan khusus, menjadi sekolah inklusi, diambil setelah melihat jumlah ABK yang membutuhkan sekolah lanjutan juga makin bertambah secara signifikan.  Konsekwensinya, Le Cendekia Gowa mesti menyiapkan tenaga guru khusus yang akan menangani pendidikan para siswa istimewa ini.

Menerima siswa ABK di sekolah yang menerapkan sistem berasrama, tentunya memerlukan kesiapan yang berlipat ganda. Bukan hanya dari kesiapan sarana dan prasarana, namun juga ketersediaan tenaga pengajar yang memenuhi syarat, dalam arti memiliki kualifikasi pengetahuan yang sesuai. Rasa tanggung jawab untuk mengambil bagian dalam upaya memberikan hak belajar yang sama kepada anak-anak istimewa ini, membuat Le Cendekia Gowa serius mencari guru yang kualified bagi siswa-siswa ABK yang terus bertambah.

Bagaimana model pengajarannya?

Saat calon siswa mendaftarkan diri untuk bergabung di Le Cendekia Gowa, maka seluruh siswa akan mengikuti test MIR (Multiple Intellegences Research). Test ini bertujuan untuk mengetahui gaya belajar serta potensi unggul yang dimiliki setiap siswa, agar guru bisa menentukan cara mengajar yang tepat. 

Siswa yang terdeteksi membutuhkan stimulasi khusus,  selanjutnya akan mengikuti assessment psikologi oleh tenaga professional untuk menentukan model pembelajaran yang dibutuhkan oleh masing-masing siswa yang meliputi,  pengajaran langsung, pengajaran bertahap, latihan motorik, permainan edukatif, serta modeling.

Secara umum seluruh model pembelajaran tersebut bertujuan untuk melatih kemandirian anak dan mengembangkan secara maksimal kemampuan siswa dalam hal bahasa, sosial dan emosional, motorik, perkembangan perilaku dan perkembangan akademik. Mereka mendapatkan pelayanan khusus di kelas tersendiri secara terjadwal. Di luar jam pelayanan khusus tersebut, mereka tetap berbaur dengan siswa di kelas regular.

Ibu Nurbaya Ubay, salah seorang dari orangtua siswa spesial Le Cendekia Gowa yang telah bergabung selama setahun, mengungkapkan kegembiraannya. “Saat awal masuk, kami masih cemas apakah anak kami bisa beradaptasi, namun setelah beberapa waktu, ia bahkan bisa menyiapkan keperluan asramanya sendiri. Sekarang komunikasinya sudah dua arah, meskipun kata-katanya masih terbatas. Ananda juga semakin mandiri, bahkan bisa memasak untuk diri sendiri juga untuk kakak dan adiknya.”

Bagi orangtua siswa, memasukkan putra putri mereka ke dalam sekolah berasrama, hal yang jadi prioritas adalah keamanan dan kenyamanan putra putri mereka saat berada di dalam. Sistem yang dibangun di Le Cendekia Gowa, berupaya keras memberikan layanan tersebut dan terutama didukung oleh siswa siswi yang memiliki kepedulian yang besar kepada kawan-kawan mereka.

Untuk memberikan layanan maksimal kepada para siswa, baik siswa regular maupun siswa ABK, Le Cendekia Gowa menerima siswa ABK dalam jumlah yang terbatas, yakni maksimal 10% dari kapasitas siswa regular, dengan persyaratan tertentu, yakni telah tuntas pemahaman aktivitas primer (toilet, makan dan berpakaian).  Keberadaan sekolah inklusi berasrama ini, semoga turut memberikan solusi bagi para orangtua yang memiliki putra putri berkebutuhan khusus.

0

Uncategorized
Membekali para siswa dengan berbagai keterampilan hidup yang bisa langsung diaplikasikan sebagai bekal hidup mandiri.  Beberapa dari life skill yang dipelajari, langsung dalam bentuk kegiatan aplikatif di sekolah, sebagai  aktivitas sehari-hari dengan bimbingan langsung oleh guru.

1. Berkebun dan beternak
Siswa memilih untuk menjadi ‘parents of plant’ atau ‘parents of animal’, memelihara tanaman sekolah serta hewan yang hasilnya dimanfaatkan untuk kebutuhan asrama.

2. Memasak sehari-hari
Dilakukan dalam sistem piket beregu untuk menyiapkan sarapan pagi dan makan malam.Pengolahan Bahan Makanan untuk usaha produktif

3. Pertukangan
4. Sablon
5. Fotografi
6. Desain Grafis
7. Robotik
8 Crafting

Kegiatan Life Skill yang diajarkan mengikuti dinamika kebutuhan dan permintaan siswa.

0

Uncategorized
Kelas khusus untuk siswa yang membutuhkan stimulasi tertentu dengan jadwal yang telah ditentukan untuk setiap anak. Di kelas ini siswa akan mendapatkan stimulasi khusus yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anak dalam hal perkembangan bahasa, perkembangan sosial emosional, perkembangan motorik, perilaku serta perkembangan akademik yang semuanya bermuara pada memandirikan anak.

Di luar jadwal tersebut, mereka tetap bergabung untuk belajar bersama dengan siswa umum, atau anak-anak normal lainnya, melakukan kegiatan bersama seperti kegiatan ibadah, berkebun, memelihara hewan, memasak, membersihkan, dan lain-lain. Para siswa tetap berinteraksi dengan siswa lain dalam lingkungan yang sama.

Program inklusif ini memberikan manfaat yang sangat besar, tidak hanya bagi siswa spesial, namun juga bagi anak-anak yang terkategori normal. Di antara manfaat tersebut adalah :

1. Perkembangan intelektual siswa berlangsung maksimal karena menerima materi pelajaran sesuai dengan kapasitas/kemampuannya.

2. Kemampuan sosialisasi meningkat secara signifikan, bergaul di lingkungan yang sama dengan anak-anak normal membuat mereka tidak merasa dikucilkan.

3. Para siswa berlatih untuk meningkatkan kemandirian dalam lingkungan yang bersahabat.

0

Uncategorized
Selain mengacu pada Kurikulum 2013 yang terintegrasi dengan KDI/KDII, Sekolah Alam Le Cendekia sebagai anggota Jaringan Sekolah Alam Nusantara (JSAN) terus konsisten dalam mengembangkan 4 pilar berikut ini dalam proses pendidikan, yakni :

Pendidikan akhlak. Pendidikan dengan ruang lingkup yang sangat luas, mencakup seluruh aspek kehidupan anak didik, nilai akhlak baik secara vertikal yaitu dengan Tuhan, dan juga secara horizontal yaitu dengan sesama makhluk ciptaan Tuhan. Mereka melalui  keteladan yang baik baik dari para guru, serta belajar dari kisah-kisah teladan para nabi dan rasul serta para sahabat Nabi.

Logika ilmiah. Dirancang dan dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan siswa akan kegiatan pembelajaran yang memperhatikan pertumbuhan logika dan analisis peserta didik, serta kemampuan berpikir kritis. Untuk pengembangan aspek ini, terdapat mata pelajaran khusus, yakni logika dan problem solving.

Kepemimpinan. Pembelajaran leadership dimaksudkan agar setiap siswa dapat memiliki karakter kuat dalam proses persiapan guna menjadi pemimpin yang berkualitas kelak. Terdapat mata pelajaran khusus untuk mengembangan kemampuan leadership para warga belajar.

Bisnis. Seluruh warga belajar diberikan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan wirausaha, dengan peminatan yang beragam, setelah sebelumnya mereka belajar dalam aktifitas home economy dan berbagai kegiatan life skill. Untuk mendukungnya, sekolah memberikan modal awal kepada setiap siswa di awal semester 2 untuk dikelola, dan menyiapkan outlet berupa toko yang terletak di sebuah kawasan bisnis untuk mendisplay produk yang dihasilkan.

Kurikulum sekolah alam dikembangkan dengan memberikan pengALAMan sebanyak-banyaknya kepada warga belajar untuk berinteraksi dengan alam sekitarnya.  Pemahaman berbagai konsep pengetahuan, dibangun dengan cara melakukannya secara langsung, mereka belajar bersama alam.

0

Uncategorized

Tes Multiples Intelligence Research (MIR) diadakan saat pendaftaran siswa baru, bertujuan untuk mengetahui kecenderungan belajar siswa agar para guru dapat menyesuaikan model pembelajaran yang tepat untuk setiap anak.

Multiple Intelligences Research(MIR) adalah sebuah riset atau penelitian untuk mengetahui kecenderungan kecerdasan seorang anak. MIR adalah hasil pengembangan dari Teori Multiple Intelligences (Kecerdasan Majemuk) yang ditemukan Dr. Howard Gardner, seorang Psikolog modern, pada 1983 di Harvard University. MIR merupakan alat riset untuk mengetahui POTENSI setiap kecerdasan anak kita. Kecerdasan tersebut menurut Gardner berasal dari kebiasaan-kebiasaan.anak, Dengan bantuan alat MIR akan akan dapat diketahui kecerdasan apa yang paling dominan pada diri seorang anak.

 

Alat MIR ini ditemukan oleh Munif Chatib dan sejumlah guru telah dilatih untuk mengoperasionalkan alat tersebut dengan benar, termasuk guru dari Le Cendekia, sehingga lembaga kami dapat melakukan test MIR tersebut setiap saat. Hasil MIR memberikan manfaat besar bagi sekolah karena memberikan informasi yang berharga tentang kondisi kecerdasan siswa, sehingga guru dapat menerapkan metode mengajar yang TEPAT dan SESUAI dengan gaya belajar siswa.

0

Uncategorized

1. BTQ dan Tamyiz

BTQ (Baca Tulis al Qur’an)  ialah salah satu program sekaligus mata pelajaran dengan jumlah penyajian waktu terbanyak. Siswa belajar cara membaca al Qur’an sesuai dengan hukum tajwid yg baik, juga diajarkan bagaimana cara penulisan ayat-ayat  al Qur’an dengan baik dan benar. Tamyiz adalah cara belajar yang menggunakan pendekatan struktur satuan bahasa dimulai dari satuan yang terkecil yaitu abjad, kalimah/lafadz sampai kepada satuan yang terbesar yaitu jumlah/kalam.

Dengan program ini, para siswa belajar untuk membaca serta menerjemahkan dan memahami  al Qur’an dengan mudah, bisa menghafalkannya dengan baik, serta memperkaya kosa kata bahasa Arab.


2. Home Economy dan Le Shop

Home Economy adalah program pemberdayaan ekonomi yang berbasis rumah/lingkungan setempat. Program ini mengajak siswa untuk memanfaatkan segenap potensi sumber daya yang ada di sekitarnya, termasuk melakukan aktivitas daur ulang barang tidak terpakai  untuk menghasilkan suatu produk bermanfaat maupun bernilai ekonomis.

Le Cendekia mendorong siswa untuk berwirausaha dengan memberikan pinjaman modal kepada setiap siswa di awal semester (dimulai semester 2) untuk membuat usaha. Kegiatan usaha dapat dilakukan secara mandiri maupun berkolaborasi dengan teman  atau keluarga untuk menghasilkan produk yang pemasarannya  dilakukan melalui outlet sekolah (Le Shop) atau dilakukan secara mandiri.  

Le Shop hadir sebagai wadah bagi seluruh keluarga Le Cendekia dalam belajar  berwirausaha. Buah karya keluarga Le Cendekia berupa hasil kerajinan tangan, hasil kebun sekolah, dan beraneka ragam makanan/minuman hasil olahan sendiri dijual di sini. Outlet Le Shop berlokasi di area bisnis Kompleks Ruko  Citra Garden Gowa dan melayani masyarakat umum. Le Shop juga hadir di area asrama  untuk  menyediakan kebutuhan siswa sehari-hari, serta sebagai wadah belajar bagi siswa dalam menjalankan aktivitas ekonomi.

 

3. Eduperience

Education and Experience merupakan program tahunan yang mengajak siswa merasakan langsung kehidupan yang jauh berbeda dari kehidupan yang biasa dijalankan sehari-hari

Siswa dibawa ke desa dengan akses transportasi dan komunikasi terbatas selama 3 hari dan menjalani peran sebagai anak angkat di rumah barunya di desa. Mereka melakukan aktivitas keseharian yang dilakukan oleh keluarga angkatnya.

Program ini diharapkan dapat memberikan pelajaran bermakna berupa kepekaan sosial melalui pengalaman berharga yang terus terpatri dalam jiwa siswa. 



4. Magang

Dilaksanakan sekurang-kurangnya sekali sebelum siswa lulus ujian akhir.  Program Magang ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah untuk memberikan pengalaman terhadap dunia baru bagi siswa di luar sekolah. 

Magang dilakukan secara  berkelompok di tempat-tempat usaha untuk beradaptasi dan mengimplementasikan adab-adab keseharian. Siswa juga dapat mulai mengobservasi minat atau kecenderungan bakatnya saat menjalani program magang.

5. Le Share n Care

Dilaksanakan sekali sepekan, sebagai wadah bermusyawarah bagi siswa untuk membicarakan berbagai masalah keseharian dan memikirkan bersama solusinya. Kegiatan dipandu oleh wakil siswa secara bergantian, ada 5 orang wakil siswa yang dipilih setiap semester, guru lebih berfungsi sebagai pengamat dan sesekali jadi penengah. Forum ini juga sebagai wadah  berbagi informasi dan wadah untuk melatih setiap siswa menyampaikan pendapat



6. Ladies Talk dan Boys Talk

Kegiatan ini menjadi wadah bagi para siswa untuk belajar adab-adab pergaulan serta masalah-masalah yang berhubungan dengan keputrian dan keputraan, yang dipahami berdasarkan tuntunan wahyu (Al Qur’an dan Hadist) dan tinjauan medis dan psikologis.

 

0

Uncategorized

Sistem pendidikan di Sekolah Alam Le Cendekia memberikan wawasan terpadu kepada para siswa dalam memahami seluruh materi ilmu pengetahuan yang diajarkan sebagai ilmu yang tidak boleh terlepas dari konsep Islam dan konsep dasar Ilmu Islam (KDII), yang merujuk kepada Al Qur’an dan Hadist, terintegrasi dalam seluruh mata pelajaran, teraplikasikan dalam seluruh aktifitas.

Di Le Cendekia pemahaman ini wajib untuk terus mewarnai seluruh aktifitas. Bukan hanya dalam ritual beribadah, ketika sholat, puasa, haji, ketika di masjid, namun saat mempelajari pengetahuan di ruang-ruang kelas, pemikian ini turut mewarnai bahkan membangun pemahaman keilmuan, termasuk memahamkan sebuah konsep dengan memberikan contoh yang berasal dari al Qur’an.

Misalnya dalam pelajaran bahasa Indonesia, terdapat pembahasan tentang TEKS DESKRIPSI. Bagaimana menjelaskan materi ini dengan pendekatan KDII? Di awal pembelajaran siswa akan membaca bersama Surah Al Baqarah ayat 67 – 71. Lima ayat ini berisi dialog antara Nabi Musa AS dengan kaumnya saat diminta untuk menyembelih sapi betina dengan perincian yang sejelas-jelasnya, sebuah penggambaran yang sangat realistis tentang arti kata deskripsi kepada siswa. Mereka memahami materi pelajaran dengan mudah, namun pada saat yang sama mereka juga belajar Islam.

Atau pada materi lain, Memberi Tanggapan dengan Santun, siswa diarahkan untuk lebih dahulu membaca beberapa ayat tentang kemestian berkata santun, di antaranya Surah Luqman : 19. Aktifitas pembelajaran yang demikian itu, mengantar pemahaman siswa akan materi pelajaran dengan pendekatan wahyu, dilakukan pada selkuruh mata pelajaran tanpa kecuali. Diharapkan, hal itu menumbuhkan kecintaan mereka pada Al Qur’an dan terutama membangun pemahaman bahwa Al Qur’an adalah rujukan utama dalam berilmu.

0

Artikel

Home Economy merupakan salah satu program Unggulan dari Le Cendekia. Sebuah upaya menggaungkan pentingnya berwirausaha sejak muda, sebagaimana Rasulullah yang memulai berdagang di usianya yang masih muda. Salah satu produk Home Economy yang lahir di tengah Covid-19 adalah @de.sruput.

Owner @de.sruput mendapatkan kehormatan untuk mempresentasikan Home Economy, salah satu program unggulan Le Cendekia di depan para orangtua siswa baru dan keluarganya saat penerimaan siswa baru secara resmi, kemarin di Kampus Pakatto Gowa.

Dengan penuh percaya diri, putri ibu Surdatwiyati Khomeiny ini (SMP, kelas 8) menguraikan bagaimana ia menjalankan usahanya berbekal modal seratus ribu yang dipinjamkan dari sekolah. Ia melakukan semuanya, mulai dari memikirkan ide ‘sesuatu’ yang akan dibuat, lalu mencari dan membeli kemasan yang dianggapnya cocok, mendesain sendiri label kemasan, hingga memasarkannya di instagram.

Apa hanya dia seorang yang melakukannya? Tentu tidak, Hal yang sama juga dilakukan oleh putra ibu Tenri Baharuddin nun jauh di Bone sana, juga siswa siswi lainnya. Kami mendorong semua siswa untuk mengmbangkan kemampuan enterpreunership-nya melalui program home economy, bahkan di tengah pandemic. Home Economy adalah bagian dari aktivitas kurikulum Bisnis yang dijalankan di Sekolah Alam, termasuk Le Cendekia. Aktivitas ini didukung dengan sangat baik oleh semua orangtua siswa, dengan ramai-ramai membeli produk yang turut memeriahkan kegiatan PSB kemarin.

Keren ya… Sukses terus buat @de.sruput, semoga terus berkembang yaaa..

0

Ada yang baru nih di jadwal belajar siswa Sekolah Alam Le Cendekia bulan ini. Jadwal belajar keterampilan pada siang hari bertambah, yaitu PKBM Fotografi. Zaman sekarang, keterampilan fotografi tentu penting untuk dipelajari sebagai bekal tambahan bagi adik siswa.

Pada pertemuan pertama, adik siswa diperkenalkan dengan jenis-jenis fotografi serta fungsi pencahayaan saat mengambil gambar kemudian praktik macro fotografi dan mengambil foto pemandangan di halaman asrama sekolah yang berlokasi di Desa Pakatto Caddi, Kabupaten Gowa.

Program kelas keterampilan ini juga diharapkan bisa menjadi titik awal karir apa yang hendak didalami oleh generasi pemakmur bumi Allah ini. Dengan ikut kelas fotografi, siapa tahu nanti akan lahir fotografer profesional dari siswa Sekolah Alam Le Cendekia. Insyaallah, kakak guru berharap semua ilmu dan pengalaman yang diberikan bisa bermanfaat untuk mereka.
0

Lates News
Selain memanen tanaman yang ditanam sendiri di kebun sekolah, hari ini adik siswa memanen cairan ajaibnya. Cairan ajaib ini berhasil membuat adik siswa takjub. Hasil fermentasi kulit buah dan gula yang direndam selama kurang lebih 3 bulan di dalam air, ternyata beraroma harum dan bermanfaat sebagai pengganti deterjen, sabun, sampo, pembersih lantai dan kaca, juga bisa menyuburkan tanaman serta menjadi pestisida alami.

Bulan Agustus lalu, dimentori oleh kak Asdi, pengampu kelas Pendidikan Lingkungan Hidup dan program Ketahanan Pangan, adik siswa diajak untuk membuat cairan Eco-Enzyme dengan memanfaatkan limbah kulit buah dari rumah masing-masing. Hingga hari ini tibalah waktunya untuk memanen cairan ajaib yang tentu membuat adik siswa penasaran menanti hasilnya selama 3 bulan. 

Setelah dipanen, cairan ajaibnya dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman serta membersihkan jendela. Alhamdulillah, bahkan limbah yang biasanya langsung dibuang pun menjadi bermanfaat. Semoga pengalaman berharga ini terus bisa dimanfaatkan adik-adik siswa, juga keluarga di rumah.

0